Kekasih Online

Kekasih Online
EPISODE 3 PRIA SEDINGIN ES


__ADS_3

Allin terus berjalan mengikuti langkah kaki Dillon, ia berjalan disamping pria tampan itu dengan pandangan yang terus-terusan menatap wajah maskulin Dillon. "Hey tampan siapa nama mu ? Kau alumni mana ? oh tidak, tidak, emmm dimana rumahmu ?" Ucap Allin bersemangat dengan mulut yang terus menghujani Dillon dengan berbagai macam pertanyaan.


Pria tampan itu mulai jengah, Dillon menghentikan langkah kakinya, membuat Allin yang telah berjalan terlebih dahulu ikut menghentikan langkah kaki dan berbalik badan menghadap kearah Dillon, ia terus-terusan menatap kearah priatampan itu dan tersenyum sumringah.


"Berhenti mengikuti ku !" Ucap Dillon dingin dengan tatapan yang tajam. jika orang lain ditatap seperti itu oleh Dillon sudah asti akan menundukkan kepala dan memilih menjauhi pria itu, Akan tetapi berbeda dengan Allin ia semakin berani menatap kearah pria itu dengan senyuman yang mengembang.


"Ceh, kau sangat sombong ! Akan tetapi aku semakin suka, sepertinya kau merupakan sebuah tantangan yang pasti bisa kuselesaikan, sama seperti mencairkan balok es yang telah membeku ribuan tahun !" Ucap Allin percaya diri.


Dillon semakin menajamkan pandangannya dan mengeluarkan tatapan mematikan. "Uuuuuh, kau membuat ku merasa kedinginan dengan mata elang itu." Ucap Allin dengan tersenyum nakal menggoda pria tampan itu.


"ALLIN !"


"DILLON !"


Dea dan Gita dengan kompak meneriakkan nama Allin, sedangkan Leo dan Mike meneriakkan nama Dillon. Mereka berempat dengan kompak memanggil sepasang manusia yang tengah berdebat itu.


"Dillon ? Nama mu Dillon ? Wah nama yang bagus aku suka. Nama ku Allin !" Ucap gadis cantik itu seraya menjulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Dillon. Namun pria itu hanya menatap tajam kearahnya tanpa mau menyambut tangan gadis cantik itu.


Dea dan gita berlari mendekat kearah Allin dan segera menarik tubuh gadis cantik itu menjauhi Dillon. "Hey Dillon ! Aku pasti bisa menaklukkan mu !" Teriak Allin dengan semangat.


"Wah sepertinya gadis itu benar-benar cari masalah !" bisik Leo kepada Mike. Kedua pria itu segera mendekat kearah Dillon. "Kau tidak apa-apa Dil ?" Tanya Mike. Dillon menggeleng-gelengkan kepalanya dan segera pergi meninggalkan tempat itu diikuti oleh Mike dan Leo sahabatnya.


"Iiiih Lepasin ! Kalian berdua apa-apaan sih main tarik-tarik gitu aja !" Ucap Allin kesal.


"Allin ! Kamu nggak tahu dia siapa ?" Ucap Dea dengan mata yang membulat.


Allin menganggukkan kepalanya dan tersenyum sumringah. "Ceh, jelas aku tahu siapa dia ! Dillon seorang pria tampan ! Yang akan aku taklukkan !" Ucap Allin semangat.


Dea dan Gita mengerutkan dahi secara kompak dan saling menatap sekilas, lalu kembali menatap kearah Allin. "Allin ! Sadar ! Dia itu Dillon Alfandi Dirga Kusuma ! Anak seorang milyarder ternama !" Ucap Dea mencoba menyadarkan gadis cantik itu.


"Ceh lalu kenapa kalau dia anak milyarder ?" Ucap Allin yang masih tersenyum mengenang ketampanan Dillon.


Dea membulatkan matanya. "Allin ! Stop oke ! Jangan cari masalah sama pria itu ! Dia itu samngat dingin dan terkenal kalau dia tidak menyukai wanita !" Ucap Dea dengan berbisik karena takut terdengar oleh anak-anak lain.


"HAHAHAHA !" Allin tertawa keras. "kau pikir aku percaya ? Ceh, mana ada pria tampan yang tidak menyukai wanita ! Akan aku pastikan pria es batu itu akan mencair ditangan ku." Ucap Allin percaya diri.


Gadis cantik itu memang sangat keras kepala, apalagi jika itu menyangkut keinginannya untuk menaklukkan pria tampan, Dea dan Gita hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala, karena melihat ulah Allin. "Terserah mu saja gadis keras kepala ! Namun kau harus menyiapkan hati mu agar kuat menahan sakitnya patah hati !" Ucap Gita mengalah.

__ADS_1


Hari telah menjelang siang Allin, Dea dan Gita sedang berada didalam kantin kampus untuk menikmati makan siang. Allin terlihat sedang fokus dengan lamunannya, dengan bibir yang melengkung keatas membentuk sebuah pola senyuman yang indah. Tangannya tengah sibuk mengaduk-ngaduk mie ayam yang belum ia sentuh sama sekali, sepertinya benar kata pepatah jika orang tengah dimabuk cinta maka perut yang kosong pun akan terasa kenyang.


"Pssst ! Ada apa dengan gadis itu ?" Bisik Dea pada Gita seraya melirikkkan matanya kearah Allin


Gita menggeleng-gelengkan kepalanya karena ia tidak tahu apa yang terjadi pada Allin. "Allin ! Apakah kau tidak akan menghabiskan mie ayam mu ?" Ucap Dea memancing gadis cantik itu. Allin menggelengkan kepalanya, ia menggeser mangkuk mie ayam itu ke arah Dea dan Gita, lalu kembali fokus dengan lamunannya dengan dagu yang ditopang oleh kedua tangannya.


Dea dan Gita saling menatap, ini adalah kali pertama mereka melihat Allin tidak mau memakan mie ayam miliknya. Itu sangat mustahil, dan merupakan sebuah keajaiban dunia menurut Dea dan Gita. Kedua gadis itu sangat tahu bagaimana karakter dan sifat Allin, terlebih lagi soal apa yang gadis cantik itu sukai. Ya ! Mie ayam adalah makanan sederhana favoritnya Allin, gadis cantik itu tak akan mampu menahan aroma mie ayam, bahkan pernah Allin menghabiskan dua mangkuk mie ayam dalam sekali makan. Allin memang anak orang kaya, namun ia sangat sederhana dan lebih menyukai makanan dan jajanan pinggiran dibandingkan makan direstoran mewah.


Dea dan Gita telah selesai makan siang, bahkan Dea telah menghabiskan mie ayam milik Allin, namun gadis cantik itu masih terlena dengan lamunannya. Jam tangan Gita sudah menunjukkan pukul dua siang, itu artinya sudah waktunya bagi mereka untuk kembali kelapangan untuk menyaksikan pagelaran seni dan pensi kampus Cendikiawan. Dea sangat bersemangat karena dia sudah tidak sabar untuk mencari para kakak leting tampan, apalagi ia telah mendengar kabar jika presiden mahasiswa akan tampil juga diatas panggung itu.


"Allin ayo !" Ucap Dea seraya menarik-narik tangan Allin sedangkan Gita hanya pasrah saja menuruti keinginan Dea.


"Kemana ?" Tanya Allin dengan wajah bingung.


"Ke lapangan ! Ayok ih, jangan banyak tanya." Ucap Dea yang sudah tidak sabar, ia terus menarik tangan Allin dan Gita agar mempercepat langkah kaki menuju lapangan.


Dilapangan kampus itu telah dipenuhi ole para mahasiswa baru, Dea menarik tangan Allin dan Gita mencari celah agar bisa berdiri didepan panggung. Setelah berjuang untuk membelah keramaian mahasiswa itu, akhirnya kini Allin Gita dan dea telah berada dihadapan panngung. Dengan semangat Dea menyaksikan penampilan-penampilan seni itu, sedangkan Allin dan Gita fokus dengan kegiatannya masing-masing, Allin sibuk dengan lamunannya dan Gita sibuk dengan benda pipih miliknya.


Sekarang adalah giliran Ardian Nugraha sang presiden mahasiswa yang tampan naik keatas panggung bersama Samuel Nasutio sahabatnya. Sorak-sorakan dari para mahasiswa baru yang histeris melihat pesona presiden mahasiswa itu mulai terdengar termasuk dari mulut Dea.


Ardian dan Samuel menyanyikan beberapa lagu bucin yang membuat para mahasiswa itu semaki baper. Yang terakhir Ardian dan Samuel membawakan sebuah lagu lawas yang berjudul "kemesraan".


Suatu hari


Dikala kita duduk ditepi pantai


**Dan memandang ombak dilautan yang kian menepi **


Burung camar terbang bermain diderunya air


Suara alam ini


Hangatkan jiwa kita


Ardhi bernyanyi dengan suara merdu di iringi oleh petikan gitar Samuel. Para mahasiswa baru itu mulai terbawa suasana dan ikut bernyanyi bersama presiden mahasiswa tampan itu


Kemesraan ini

__ADS_1


Janganlah cepat berlalu


Kemesraan ini


Inginku kenang selalu


Hatiku damai


Jiwaku tentram di samping mu


Hatiku damai


Jiwa ku tentram bersamamu


Tanpa terasa acara orientasi pengenalan kampus hari pada hari itu telah selesai, kini telah tiba saatnya bagi mereka untuk pulang kerumah masing-masing. Namun Allin merasa sedikit kecewa, karena sejak kejadian tadi siang ia tidak pernah terlihat lagi oleh Allin.


"Lin kamu mau langsung pulang atau bagaimana ?" Tanya Dea, dan gita juga ikut-ikutan memandang kearah Allin.


"Kayaknya langsung pulang aja deh ! Badan ku capek semua !" Ucap Allin.


"Ya udah deh, aku juga pegel-pegel nih, butuh istirahat." Ucap Dea.


Akhirnya mereka bertigapun memutuskan untuk berpisah pulang dengan mobil masing-masing.


-


-


-


-


-


-


Hallo readers ! Author minta maaf yang sebesar-besarnya karena ketidaknyamanan ini. Novel ini masih dalam proses revisi. Jadi mohon bersabar, dan jangan lupa untuk dukung author terus ya 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2