
Allin dan Gita telah berada didalam ruangan kuliah, mereka akhirnya fokus mendengarkan dosen yang sedang menyampaikan materi, awalnya Allin dan Gita berdebat panjang karena gadis cantik itu merasa kesal Gita terlalu cepat menariknya menuju ke ruangan kuliah, sebelum sempat menyampaikan rencananya kepada Leo dan Mike teman Dillon. Bahkan ia belum sempat meminta nomor handphone Dillon kepada teman-temannya.
"Uuuuuh ! Akhirnya selesai !" Ucap Allin dengan menggeliatkan tubuhnya.
"Kau mau kemana sehabis ini Lin ?" Tanya Gita.
"Emm, aku sih pengen banget nyamperin Dea ke ruanganya ! Tapi, mas Allan pasti sebentar lagi akan sampai." Ucap Allin.
"Ceh, masih takut juga ternyata." Sindir Gita.
Allin membuang nafasnya,"mau bagaimana lagi, kau tahu seperti apa mas Allan ! Jika dia tahu aku mengejar-ngejar cowok, pasti mulai detik ini juga aku akan dirantai dua puluh empat jam. Apalagi kalau sampai dia ngadu sama mas Arkan ! Akh sungguh menyebalkan mempunyai brother complex itu." Keluh Allin, sedangkan Gita hanya mampu menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Triiing Triiing" Handphone Allin berdering, ia memperlihatkan nama panggilan mask itu kepada Gita, membuat sahabatnya itu semakin tersenyum puas. "Panjang umur !" Ucapnya.
"Hallo mas ?"
"Iya-iya ini Allin mau keluar !"
"Iya mas, sabar ! Ini juga lagi jalan !
"Tunggu disitu ! Bye !"
Allin mematikan panggilan itu dan menarik nafas panjang. "Menyebalkan 1" Ucapnya.
"Gagal dech cuci mata keruangan Dea ! Akh, aku seharusnya mengambil jurusan yang sama dengan Dea !" Lanjutnya lagi sehingga membuat Gita sukses tertawa ceria.
"Udah pergi sana ! Biar aku yang keruangan Dea !" Ucap Gita.
"Hiks, aku iri dengan mu eonni ! baiklah aku pergi dulu ! Sampaikan salam manis ku untuk pangeran tampan itu ! Byebye !" Ucap Allin seraya melambaikan tanganya kearah Gita.
Allin melangkahkan kakinya menuju tempat parkir karena Allan telah menunggunya disana, gadis cantik itu melewati taman yang berada didekat lapangan basket, sehingga membuat para pria yang berada disana bersorak-sorak menggoda gadis cantik itu. Allin hanya tersenyum ramah dan pergi terus fokus melangkahkan langkah kakinya, namun ada seorang pria yang menghalanginya.
"Hay cantik ! Mau kemana buru-buru ?" Ucap pria itu menggoda Allin.
Allin tersenyum tipis, ia sebenarnya telah lelah menghadapi pria-pria dengan spesies seperti ini. "Maaf kak ! Aku buru-buru !" Ucap Allin ingin pergi namun pria itu menghalanginya.
"Ekhem !" Allan yang baru saja sampai ditempat itu berdekhem. Ia melihat kejadian pria itu mengganggu Allin dari dalam mobil, sehingga ia memutuskan untuk turun dari dalam mobil.
Allin tersenyum kearah Allan, ia sudah bisa menebak apa yang akan dilakukan Allan. Pada saat seperti inilah Allin selalu bersyukur karena memiliki brother complex seperti Allan.
"Kau sudah siap sayang ?" Tanya Allan kepada adiknya seraya merangkul pundak gadis cantik itu.
Allin menganggukkan kepalanya dan bersandar dibahu Allan. "Maaf bung ! Perhatikan sikap mu, dan jangan coba-coba mengganggu apa yang telah menjadi milikku." Ucap Allan kepada pria itu membuat pria yang tadi mengganggu Allin menatap tajam kearah Allan.
"Emm, satu lagi ! Jadilah pria yang bermartabat, jangan menjadi playboy yang rendahan ! kau membuat malu kaum pria saja !" Lanjut Allan lagi dan kembali melangkahkan kakinya menuju mobil seraya merangkul pundak Allin.
"Cih, nggak sadar diri ! Wajah pas-pasan seperti itu mau mengganggu adik ku ! Huh, jangan mimpi !" Kesal Allan seraya membukakan pintu mobil untuk Allin.
"Mas Allaaan, apa-apaan sih ? mereka pasti ngira mas Allan tuh pacarnya Allin, gara-gara kelakuan mas Allan yang main peluk-peluk aja didepan orang banyak, Allin udah besar mas, malu tau digituin." Ucap Allin sambil pura-pura memasang wajah cemberut.
"Biarin aja mereka ngiranya kamu pacar mas Allan, biar gak ada yang berani ngedeketin kamu lagi dek, mas tu udah hafal sama tingkah laku pria-pria itu, mas cuman gak mau kamu disakitin." Ucap Allan panjang lebar seraya menutup pintu mobil Allin.
Gadis cantik itu hanya tersenyum menyaksikan Allan yang sedang ngedumel dan kesal. "Hmmmm
makanya mas jangan suka mainin cewek, sekarang mas Allan jadi khawatirkan sama Allin." Gumam Allin.
Allan telah duduk dikursi kemudi. "kamu belum makan siang kan Lin ?" Tanya Allan. Allin menggelengkan kepalanya sambil memegang perutnya. "Laper ! Makan diluar yuk !" Ucap Allin manja.
Allan tersenyum, "Kan memang mas mau bawa kamu makan diluar dek ! Kamu pakai seatbelt biar kita segera berangkat perut mas udah keroncongan." Ucap Allan.
Mobil sport mewah itu telah melaju membelah keramaian kota metropolitan yang penuh dengan manusia.
__ADS_1
"Allin, sebelum turun mas mau ngomong sesuatu sama kamu !" Ucap Allan setelah memarkirkan mobilnya.
"Emm ? Mau ngomong apa mas ?" Tanya Allin penasaran dengan dahi yang berkerut.
"Emmm, mas mau minta tolong sama kamu ! Hari ini bantuin mas buat jadi pacar pura-pura ya ! Please !" Ucap Allan memohon.
Allin menatap serius kearah pria tampan itu. "Maksud mas Allan gimana ?" Ucapnya.
"Mas Allan mau putusin semua cewek-cewek itu, jadi mas minta bantuan kamu hari ini." Ucap Allan lagi.
Allin menarik nafas panjang. "Oke deh !" Ucap Allin dengan tersenyum manis.
"Tapi, Allin gak mau pakek drama jambak-jambakan ya mas !" Tegas gadis cantik itu.
"Ceh, itu tidak mungkin sayang !" Ucap Allan yang segera membawa Allin turun dari dalam mobil dan masuk kedalam restoran.
Mereka duduk ditempat yang sudah dipesan Allan, pria itu juga sudah menghubungi para wanita itu untuk datang ketempat tersebut.
Allan mengirimkan pesan-pesan itu secara berurutan,mulai dari nadira, anggel, dan yang lainnya, mereka pun datang satu persatu kerestoran itu untuk menjumpai Allan, sebenarnya para wanita itu tau sifat Allan yang playboy, tapi mereka tetap memutuskan untuk berpacaran dengan Allan, karena wajah Allan yang mempesona, kaya, dan sangat terkenal dikampusnya.
Mereka satu persatu datang kerestoran itu dengan hati yang senang, rata-rata dari mereka mulai berfikir untuk mengajak Allan jalan-jalan ke mol setelah dari restoran, mereka memang sering menghabiskan uang Allan untuk membeli barang-barang yang bermerek. tanpa mereka tahu apa maksud sebenernya pria tampan itu mengundang mereka datang ke restoran tersebut.
Dua orang kakak beradik itu tengah menunggu makanan yang mereka pesan, namun tiba-tiba suara seorang wanita terdengar. Nadira seorang gadis cantik salah satu bintang dikampus Allan baru saja datang dan menyapa pria tampan itu. "Hallo sayang ! Kamu sudah nunggu lama ? Maaf ya aku habis dari salon sayyang ! " Ucap Nadira manja kepada Allan.
Nadira tak menyadari keberadaan Allin di depan Allan, iya terus mengoceh layaknya emak-emak arisan yang menyombongkan dirinya sendiri, Nadira terus memuji kecantiknya, Allin yang menyaksikan kejadian itupun mulai merasa jengah.
"Ekheeemmmm" suara Allin yang berhasil menghentikan ocehan Nadira.
"Ini siapa sayang? korban kamu lagi ?" Ucap Nadira yang menunjuk remeh ke arah Allin tanpa mengetahui siapa gadis cantik itu sebenarnya.
Ya tidak banyak yang mengetahui keberadaan Allin sebagai putri bungsu Wisnu Hutama, karena nama belakang gadis itu yang mengikuti nama Clayrisa, dan kebiasaannya yang tidak ingin terekspose media manapun, membuat banyak orang tidak mengetahui jika dialah adik bungsu dari Arkan dan Allan.
"What ? Apa kamu bilang calon istri ? Kamu ngaca dong Allan, masa kamu mau nikah sama anak ingusan ini, aku tahu selera kamu sayang ! dan gadis ingusan ini jelas bukan tipe kamu sayang! cuma aku yang pantas ada disamping kamu !" Rengek Nadira kepada Allan.
Allin yang merasa diremehkanpun mulai bersuara. "Heh mbak ngaca dong, mas Allan itu gak suka sama tante-tante kayak mbak, gayanya aja norak gini, jelas jauh cantikan aku lah, dan otomatis mas Allan pasti milih aku dibandingin kamu!" Ucap Allin sambil tersenyum sinis ke arah Nadira.
Allan pun tersenyum, dalam hatinya memang gak pernah salah kalo dia mengajak Allin kerjasama dalam hal ini. Nadhira yang duduk disamping Allan pun mulai mencoba untuk merengek kepada Allan. "sayang lihat nih cewek sialan ini, dia ngata-ngatain aku kayak tante-tante aku gak terima sayang." Ucap Nadira sambil menarik-narik tangan Allan.
“Sudahlah Nad ! aku capek sama kamu, sekarang aku udah punya calon istri, jadi aku harap kamu bisa jauhin aku, dan kita putus !" Ucap Allan tegas, seraya melepaskan tangannya dari pelukan wanita itu.
"Aku gak mau putus sayang ! Enak aja kamu ! Pokoknya aku mau sama kamu terus !" Ucap Nadhira.
"Kamu serius Ra Mau sama aku ?” Ucap Allan, yang dibalas anggukan oleh Nadhira. “Asal kamu tau Ra ! kalau aku milih buat nerusin hubungan aku sama kamu, dan ninggallin calon istri aku, kita bakalan hidup susah sayang ! karena aku dijodohin sama dia, dan kalo aku ninggalin dia, aku bakalan diusir dari rumah, dan dikeluarin dari KK, ini semua tuh gara-gara perusahaan keluarga aku yang lagi banyak masalah " Ucap Allan dengan pura-pura memasang muka sedih. Allin memutar bola matanya, jengah melihat drama yang dimainkan oleh dua manusia itu.
Nadhira yang mendengar perkataan Allan pun tersentak, dan membesarkan matanya, hingga rasanya sulit untuk menelan salivanya. "Maksud kamu gimana sayang?" Ucap Nadira terbata.
"Ya jelas Ra ! Kalau kamu tetap mau aku milih kamu, kamu ikhlaskan kalo kita harus hidup susah ? Bahkan aku gak bakalan punya tempat tinggal lagi Ra kalau aku menolak perjodahan ini." Ucap Allan yang mencoba untuk bersikap serius.
"Sayang ! Baby ! Kamu mau kan hidup susah sama aku ?" Lanjut Allan lagi.
Nadira menelan salivanya dengan berat, tenggorokannya terasa kering seperti ada yang menyangkut. "Apa semua ini benar ? Tapi, Allan nggak mungkin bohong ! Soal banyak pacar aja dia terang-terangan ! Akkh, aku nggak mau hidup susah ! Mendingan aku mencari pria lain yang lebih kaya dari dia." Batin Nadira.
Nadira melepaskan tangannya dari genggaman Allan. "Mohon maaf Allan ! Aku nggak mau hidup susah, dan lebih baik kita pisah disini saja ! Lagian perusahaan keluargamu sedang dalam masalah ! Palingan juga nggak lama lagi bangkrut ! Sudahlah ! Jangan dekatin aku lagi okey !" Ucap Nadhira dan kemudian pergi meninggalkan restoran itu.
"Ckh, dasar cewaek matre !" Ucap Allin dan langsung tersenyum sinis kearah Allan.
Allan sudah bisa menebak akan kejadian ini, memang selama ini para wanita itu hanya menginginkan hartanya saja, nggak adayang benar-benar tulus mencintai Allan.
Allin pun tersenyum nakal melihat drama yang telah terjadi dihadapannya. "Akting kamu jago banget mas, kalau jadi artis pasti banyak dapet penghargaan kamu mas." Ucap Allin.
"Ceh, siapa dulu dong Allan !" Ucap pria tampan itu menyombongkan diri.
__ADS_1
Semua yang direncanakan Allan pun berjalan sukses, para wanita itumundur satu persatu menjauhi pria tampan itu, karena yang mereka tau Allin adalah calon istri Allan, dan sekarang Allan telah jatuh miskin dan tak memiliki apapun lagi, setelah menyelesaikan misi mereka di restoran itu, kedua kakak beradik itu pun memutuskan untuk pulang, sepanjang perjalanan mereka terus menertawai semua kejadian di restoran tadi.
Akan tetapi ada satu wanita lagi yang belum dijumpai, Allan pikir iya akan menyelesaikannya besok dikampus, lagian wanita itu tak terlalu penting bagi Allan, setidaknya dia telah lega karena berhasil menyelesaikan sedikit beban pikirannya.
-
-
-
-
-
-
Hallo readers ! Author minta maaf yang sebesar-besarnya karena ketidaknyamanan ini. Novel ini masih dalam proses revisi. Jadi mohon bersabar, dan jangan lupa untuk dukung author terus ya 🙏🙏
__ADS_1