Kekasih Online

Kekasih Online
EPISODE 36


__ADS_3

"Aku sangat mencintaimu Pradiktan, untuk apa aku hidup, jika satu satunya alasan ku untuk hidup telah pergi. Aku akan menyusulmu sayang !" Ucap Willend dalam isak tangisnya, ia segera menusuk tubuhnya dengan pedang itu, dan ajal menjemputnya.


Langit berubah menjadi gelap, debu debu perperangan berterbangan, menyelimuti sepasang insan yang memutuskan untuk sehidup semati.


***RealLife***


Air mata Rasya mengalir dari sudut sudut matanya, ia sangat menghayati vidio itu, hatinya perih melihat kisah cinta yang amat menyedihkan itu.


Rasya tak menyadari jika ada seseorang yang terus memperhatikannya sejak tadi. Ia menghapus air matanya, dan mulai mengetikkan pesan untuk Pradiktan.


"Vidio ini sangat bagus master, kau membuatnya terlihat nyata." Bunyi pesan yang dikirimkan oleh Rasya.


"Hmm, ini semua berkat ide dan kerja kerasmu Willend, aku hanya merapikannya." Balas Pradiktan.


"Kapan kau akan mengirimkan vidio itu master ?" Tanya Rasya.


"Apakah kau setuju jika aku mengirimkannya sekarang ?" Tanya Pradiktan kembali.


"Emm, bukankah lebih cepat lebih baik." Balas Rasya.


Pradiktan segera mengirim vidio yang mereka buat, ke link yang telsh ditentuksn oleh pihak yang mengadakan kontes digame tersebut.


"Sudah siang bukankah, dan bukankah kau belum makan Willend ?" Ucap Pradiktan.


Rasya melihat jam tangannya, Pradiktan benar ini udah jamnya makan siang. Mereka berdua segera log out dari game itu, dan Rasya mematikan Laptopnya, lalu membereskan semua barang barangnya.


***Ardhian***


Hatiku memutuskan untuk membawa laptop itu kesebuah ruangan perpustakaan yang terdapat didalam ruang penelitian ini.


Terdapat banyak sekali rak buku yang bersusun, sangat cocok untuk menyembunyikan kehadiran ku dari Rasya.

__ADS_1


Aku memilih untuk duduk disebuah kursi yang berada ditengah tengah rak buku. Karena dari tempat itulah aku bisa melihat gadis itu, dia memutar vidio yang kuirimkan, terlihat dari matanya yang fokus, ia sangat serius mengamati vidio tersebut.


γ€€


*****


Rasya telah keluar dari ruangan perpustkaan itu, setelah mengunci pintunya, ia berjalan kearah meja kerjanya, namun ketika akan sampai ia tercekat melihat sang senior sudah kembali keruangan itu.


"Senior ?" Ucapnya.


"Emm, Apakah tugas mu telah selesai ?" Tanya Ardhian.


Rasya mengnggukkan kepalanya, ia terus melangkahkn kakinya mendekat kearah meja kerjanya itu.


Ardhian meletakkan sebuah nasi kotak dimeja kerjanya Rasya. "Kau belum makan kan ?" Tanyanya seraya tersenyum kearah gadis itu.


Rasya menatap tajam kearah Ardhian. "Terimakasih senior, tapi ...." Ucap Rasya terpotong.


"Aku sengaja memesan dua, ayo makan !" Ucap Ardhian seraya membuka kotak nasi miliknya sendiri.


"Hmm, apa yang sedang kau lakukan senior ?" Tanya Rasya penasaran.


"Aku hanya sedang mengecheck perkembangan tugas kita." Jawab Ardhian.


Rasya terpana melihat hasil kerja timnya itu, kini pandangan matanya hanya fokus menatap layar komputer tersebut, tanpa mengingat makan siangnya lagi.


Ardhian yang menyadari hal itu, langsung membuka kotak nasi Rasya, dan berhasil membuat gadis itu tersentak, ia menatap Ardhian dengan malu, dan wajqh yang memerah.


"Makanlah ! Kita butuh tenaga untuk menghadapi olimpiade itu." Ucap Ardhian.


"Emmm" gumam Rasya seraya menganggukkan kepalanya, dan mulai fokus menyantap makan siangnya.

__ADS_1


"Pengembangan kita lumayan pesat, dan kita hanya tinggal menunggu hasil kerja Arjun, Rayyan, dan Pandu. Jadi untuk beberapa hari kedepan kau bisa fokus untuk tugas tugas kuliahmu saja, tidak perlu memaksakan untuk kemari." Ucap Ardhian.


Rasya hanya menhawabnya dengan menganggukkan kepalanya, dalam hatinya ia sangat senang karena dengan begitu, dia bisa fokus untuk pertandingan di games.


*****


Tanpa terasa matahari sudah hampir terbenam, Rasya memutuskan untuk segera kembali keasrama. Namun ia melihat sang senior masih fokus dengan pekerjaannya.


"Rasya !" Ucap Tiara yang tak sengaja berjumpa dengan gadis itu.


"Tiara ! Kau baru pulang ?" Tanya Rasya.


Tiara menganggukkan kepalanya. "Hmm, Mrs Hannah terlalu banyak berbicara hari ini, dan kau Rasya ?" Tanyanya kembali.


"Emm" gumam Rasya, membenarkan jika ia baru selesai juga.


"Ckh ! Professor Albert memang suka menyiksa mahasiswanya, bagaimana mungkin dia menyuruh mu pulang jam segini." Ucap Tiara kesal.


Rasya hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya, mendengar gadi itu terus menerus mengomelinya. Tak sengaja mata Tiara berpaling kearah belakang, dan dia melihat Ardhian sedang berjalan menuju asrama.


"Oh my god ! Keberuntungan apa ini ? Kekasih ku sedang berjalan dibelakangku." Gumam Tiara ditelinga Rasya.


Rasya membalikkan badannya, tatapannya mengikuti arah pandangan Tiara. Ia melihat sang senior sedang berjalan searah dengannya.


γ€€


***Hallo readers πŸ€—***


Terimakasih atas dukungannya untuk novel "KEKASIH ONLINE" dan tetap setia dukung novel ini terus ya ! Jangan lupa like, comennt, and share novel ini ya.


Salam manis dari Rasya dan Ardhian πŸ€—πŸ˜˜

__ADS_1


Oh iya hampir aja kelupaan, jangan lupa untuk VOTE novel ini juga ya..


Bye Bye and See u next timeπŸ€—πŸ€—


__ADS_2