Kekasih Online

Kekasih Online
EPISODE 48


__ADS_3

Dipagi hari Rasya telah rapi dengan pakaiannya, bersiap akan pergi keperpustakaan, tak lupa ia membereskan tempat tidurnya dan juga menyiapkan sarapan untuk ketiga sahabatnya itu.


Gadis itu mengambil tasnya, dan segera berangkat menuju perpustakaan, wajahnya terlihat sangat cerah dan berseri.


Ia memilih tempat duduk yang nyaman untuknya dan Ardhian, karena ia sudah menebak jika mereka duduk ditempat yang terlalu ramai, maka akan menarik perhatian semua orang sehingga membuat ia dan Ardhian tidak fokus dalam membuat jurnalnya.


*****


Ardhian memasuki perpustakaan, dan mencoba mencari keberadaan Rasya, ia ingat jika gadis itu tak suka keramaian dan menarik perhatian banyak orang, maka Ardhian memutuskan untuk mencari Rasya kearea rak buku paling belakang.


Rak buku itu berisi buku buku sastra lama yang sngat tebal, hingga jarang orang orang berlalu lalang kearea itu.


Tepat sekali ! Dugaan Ardhian tak meleset sedikit pun, ia melihat seorang gadis cantik, tengah fokus membaca sebuah buku yang sangat tebal dengan tangan yang bergerak mengetikkan kalimat demi kalimat dilaptopnya.


"Kau sudah lama menunggu ku ?" Ucap Ardhian ketika sudah berada disamping Rasya.


"Emm ? Aku baru saja datang senior duduklah !" Ucap Rasya.


"Kau masih menyebutku dengan panggilan itu ?" Tanya Ardhian.


"Emm ?" Gumam Rasya bingung.


Ardhian mengusap pucuk kepala Rasya dan segera duduk disamping gadis itu.


γ€€


Ardhian tau Rasya sangat tidak nyaman dengan hal ini. "RASYA ! Ayo rapikan barang barang mu, aku akan membawa mu kesebuah tempat yang nyaman untuk belajar !" Ucap Ardhian dingin.


Rasya menuruti perintah Ardhian, namun ketika mereka mau melangkah keluar, para mahasiswa yang tergabung ke dalam fans Ardhian, telah memadati area tersebut.


Tatapan tajam dari para mahasiswa itu membuat Rasya menundukkan kepalanya.


"DEG !"


Ardhian meletakkan sebelah tangannya dibahu Rasya, ia merangkul gadis itu, membawanya menjauhi area tersebut.

__ADS_1


Adegan itu membuat semua mahasiswa yang berada ditempat itu tercengang, ada diantara mereka yang pro dan ada juga yang kontra.


Ardhian membawa Rasya keluar dari gedung perpustakaan, bergerak keparkiran dan membukakan pintu mobilnya untuk Rasya.


"Masuklah !" Ucap Ardhian dengan senyumannya, dan meletakkan tangannya diatas pintu itu, untuk melindungi kepala Rasya agar tidak terbentur dengan atas pinu mobil itu.


Hati Rasya menghangat mendapatkan perlakuan spesial dari Ardhian, ia seperti mendapatkan sebuah jackpot yang amat sangat berharga.


Ardhian masuk kedalam mobilnya, ia duduk dibangku kemudi, pandangannya tertuju pada Rasya.


Ardhian mendekatkan tubuhnya kearah gadis itu, sehingga membuat jarak diantara mereka semakin tipis.


Aroma parfum Ardhian tercium dengan jelas oleh hidung Rasya. Aroma yang elegant dan menenangkan, melengkapi ketampanan pria itu.


"Deg Deg Deg" Jantung Rasya berdetak dengan kencang, seakan ingin keluar dari tubuhnya. "Apa yang akan dilakukan oleh senior ? Tidaj mungkin kan kalau senior akan melakukan hal itu ?" Rasya memejamkan matanya, ia merasa canggung dan was was dengan hal itu.


Ardhian meletakkan tangannya kesamping Rasya, dengan mata yang menatap kearah gadis itu.


γ€€


γ€€


Setelah mendapatkan buku yang ia butuhkan, Rasya kembali duduk disofa itu, seraya membuka buku bacaannya.


Ruangan itu memang terlihat nyaman dan tenang, namun entah mengapa saat ini Rasya tidak fokus membaca bukunya.


Pandangannya terarah menatap Ardhian yang tengah bekerja, dengan bibir yang melengkung membentuk senyuman.


"Rasya !" Ucap Ardhian, dan berhasil menyadarkan gadis itu dari lamunannya.


"Bisakah jangan menatapku seperti itu Rasya ! Kau membuatku tidak fokus !" Ucap Ardhian dengan senyuman coolnya.


Rasya menghembuskan nafasnya, dan mulai menutup wajahnya dengan buku yang sedang ia pegang. Pipinya bersemu merah menahan malu, karena ketahuan menatap Ardhian.


Rasya mencoba untuk fokus dengan buku dan jurnalnya, sedangkan Ardhian kembali fokus dengan komputernya.

__ADS_1


Setelah satu jam lebih ruangan itu hening, Ardhian mengalihkan pandangannya kearah Rasya.


"Rasya !" Ucapnya.


"Hmmm?" Gumam Rasya seraya menatap kearah Ardhian.


"Kemarilah ! Aku akan menunjukkan sesuatu untuk mu !" Ucap Ardhian.


Rasya meletakkan bukunya diatas meja, dan berjalan mendekat kearah meja kerja Ardhian. Kini ia berdiri disamping Ardhian dan tatapannya terfokus menatap layar komputer itu.


Wajah Rasya berseri menyaksikan pemandangan yang ada didepannya.


"Duduklah !" Ardhian yang telah bangkit dari tempat duduknya, meminta Rasya untuk duduk menggantikan posisinya.


"Apakah ini sebuah trial game ?" Tanya Rasya.


"Hmmm" gumam Ardhian seraya mengambilkan minuman untuk Rasya dan dirinya.


"Aku sedang mengembangkan sebuah game, bagaimana menurut mu ?" Tanya Ardhian yang telah membawa dua gelas minuman kearah meja kerjanya.


Rasya terfokus dengan trial game tersebut, Ardhian memberikan sebuah gelas untuk Rasya, dan berjalan kearah sofa yang tadi diduduki Rasya. Mereka seperti bertukar posisi sekarang.


Sudah tidak ada kecanggungan lagi diantara Rasya dan Ardhian. Mereka terlihat hangat, dalam suasana itu.


γ€€


"Aku belum bisa memastikannya, karen masih ada beberapa kekurangan yang belum aku selesaikan." Ucap Ardhian dengan senyumannya.


Sejak berjumpa dengan Rasya, senyuman itu selalu tersemat dibibir Ardhian, ia berubah menjadi pria yang hangat dan ramah untuk gadis itu.


***Hallo Readers***


Terimakasih atas dukungannya untuk novel "KEKASIH ONLINE" dan tetap setia dukung novel ini terus ya ! Jangan lupa like, coment, and share novel ini ya.


Salam manis dari Rasya dan Ardhian πŸ€—πŸ˜˜

__ADS_1


Oh iya hampir aja kelupaan, jangan lupa untuk VOTE novel ini juga ya..


Bye Bye and See u next timeπŸ€—πŸ€—


__ADS_2