Kekasih Online

Kekasih Online
EPISODE 38


__ADS_3

Hari ini adalah final pertandingan digame, dan akan dimulai tepat jam sembilan malam. Pradiktan dan Willend telah janjian untuk bertemu diarena pertandingan saja, karena hari ini jadwal Pradiktan sangatlah padat.


Berhubung masih jam sepuluh pagi dan tidak ada jadwal kuliah. Maka Rasya, Dina, Tiara, dan Lana memeutuskan untuk nongkrong dicafe yang ada didekat asrama, mereka mengerjakan tugas kuliah sekaligus belajar untuk midterm.


"Aaahhhhhh, otakku lelah !" Pekik Tiara.


"Hemmmm kau benar Tiara, bahkan rasanya otakku telah mengeluarkan asap." Sambung Lana.


"Aku punya ide, bagaimana kalau kita refreshing, aku ingin berbelanja beberapa pakaian dan alat make up." Ucap Dina.


Bola mata Tiara dan Lana langsung bersinar cerah. "SETUJU !" Teriak mereka berdua bersamaan.


"Emm, pergilah ! Aku rasa kalian memang harus menenangkan pikiran kalian." Ucap Rasya.


"Kau tidak ingin ikut Rasya ?" Tanya Dina.


"Aku ada pertandingan jam sembilan malam nanti." Jawabnya.


"Emmm kau harus ikut Rasya !" Ucap Tiara seraya bergelayut dilengan kanan gadis itu.


Belum sempat Rasya menjawab, Lana telah bergelayut juga dilengan kirinya. "Ayolah Rasya !" Ucap Lana manja.


" Kau harus ikut Rasya ! Jika tidak ....," Ucap Dina terpotong dengan seringai nakalnya learah Tiara dan Lana.


Mereka bertiga langsung menggelitiki tubuh Rasya, agar gadia itu ingin ikut. Namun Rasya tetap memutuskan untuk tidak ikut, hingga membuat wajah Tiara dan Lana cemberut.


"Hmmm, baiklah aku akan jujur pada mu. Kalau kau tidak ikut, bagaimana cara kami mendapatkan potongan harga ! Kami tidak bisa menawar Rasya, kau tahu itu. Ayolah ! Aku janji kita akan sampai rumah sebelum jam sembilan malam." Ucap Dina merayu Rasya.


" Hmm baiklah ! Tapi ingat janjimu okey !" Jawab Rasya, yang mengalah pada akhirnya.


Keempat gadis itu langsung berangkat menuju salah satu pusat perbelanjaan terbesar yang ada didaerah itu dengan menggunakan taksi.


Mereka keliling plaza itu, mencari barang barang yang mereka butuhkan. Terkecuali Rasya, gadis itu tidak suka menghambur hamburkan uangnya untuk membeli sesuatu yang tidak jelas.

__ADS_1


"Eeimps, ada yang membahas makanan disini ?" Tiara berjalan kearah tiga gadis itu dengan memasang wajah bak harimau kelaparan.


Mereka berempat bersebda ria didalam butik itu, dengan suara tawa yang renyah dan hangat. Membuat setiap orang yang melihatnya pasti ikutan tertawa.


Setelah selesai memilih milih pakaian yang mereka inginkan. Keempat gadis itu keluar dari butik teraebut, mereka berniat untuk segera menuju restoran ramen yang sangat terkenal ditempat itu.


Mereka berempat keluar dari plaza dan berjalan menelusuri trotoar menuju sebuah restoran ramen yang berada didekat plaza tersebut.


Hari telah menjelang magrib, dan lampu lampu kota mulai menyala, dihiasi warna langit yang jingga.


Rasya tercekat, ketika berada didekat pintu restoran, demikian juga dengan ketiga sahabatnya. Mereka menatap kagum kearah pria yang menggunakan jas berwarn hitam kelyar dari restoran itu, dan bersalaman dengan dua orang pria asing ketika mereka sudah berada didekat mobilnya.


Pria itu adalah Ardhian, Rasya menatap kagum kearah Ardhian. Ternyata pria itu juga menyadari kehadiran Rasya dan teman temannya, ketika ia hendak masuk kedalam mobilnya. Ardhian membalas tatapan Rasya, dan tersenyum tipis kearah gadis itu, kemudian ia langsung masuk kedalam mobilnya.


"Hiks ! Senior memakai setelan seperti itu, membuat ku ingin segera melamarnya." Ucap Tiara.


"Hmm, apa kalian melihatnya tadi ? khek, senior tersenyum pada ku." Ucap Rasya dengan senyum sumringahnya.


"Ppherttt" Dina menahan tawanya. "Jangan berhayal terlalu tinggi nona, dia hanya menghargaimu sebagai timnya saja." Ucap Dina yang langsung melangkah kearah restoran.


Pandu menatap kearah pandangan Ardhian, ia melihat sang junior yang sangat cantik itu tengah berdiri dipinggir jalan bersama teman temannya.


γ€€


Ardhian yang tadi mengambil alih setir mobil seraya melindung Pandu, kini telah terjatuh dipangkuan pria itu, dengan darah yang mengalir dari kepalanya yang tadi terbentur dengan keras.


Pandu membuka matanya dan melihat kondisi Ardhian, cairan bening langsung menetes dari sudut sudut matanya.


"AR ! ARDHIAN BANGUN !" Teriaknya histeris.


"ARDHIAAAAAAAAN !"


"BANGUUUN !"

__ADS_1


Pandu sangat histeris, dia takut kehilangan sahabatnya itu. Berulang kali ia teriak dan mencoba membangunlan Ardhian, namun tak ada pergerakan sama sekali dari tubuh pria itu.


Rasa bersalah mulai mencuat dari dalm diri pandu, ia mulai menyalahkan dirinya sendiri, yang tadi tidak fokus dengan jalanan hingga menyebabkan kecelakaan ini.


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


***Hallo readers πŸ€—***


Terimakasih atas dukungannya untuk novel "KEKASIH ONLINE" dan tetap setia dukung novel ini terus ya ! Jangan lupa like, coment, and share novel ini ya.


Salam manis dari Rasya dan Ardhian πŸ€—πŸ˜˜


Oh iya hampir aja kelupaan, jangan lupa untuk VOTE novel ini juga ya..

__ADS_1


Bye Bye and See u next timeπŸ€—πŸ€—


__ADS_2