Kekasih Online

Kekasih Online
EPISODE 1 PAGI YANG MENYEBALKAN


__ADS_3

Di suatu pagi yang cerah, matahari telah bersinar terang, memperlihatkan kekokohannya dengan sinar yang cerah. Di dalam sebuah kamar yang masih temaram, dengan gorden yang tebal hingga cahaya matahari yang cerah tak mampu menembus kedalam kamar tersebut, seorang gadis cantik masih tertidur pulas dialam mimpinya, bibirnya melengkung keatas, membentuk senyuman yang indah.


Seorang pria tampan berusia dua puluh empat tahun masuk kedalam kamar yang tidak dikunci itu, ia berjalan mendekat kearah tempat tidur, dan mencoba membangunkan sang gadis cantik.


"Allin ! Allin ! Bangun dek, sudah siang ! Allin !" Ucap pria itu namun gadis cantik itu tak kunjung bangun juga.


Seketika ide nakal terlintas didalam benak pria itu, ia segera berlari keluar kamar, menuruni tangga menuju lantai satu, dan berjalan kearah dapur.


"Glendang, glendeng !" Suara pria itu memporak porandakan lemari perkakas.


"Allan ! Kamu ngapain sih nak ! Pagi-pagi sudah buat rusuh !" Ucap Clayrisa menegur anaknya.


Ya, pria tampan itu adalah Allan anak kedua Clayrisa yang sangat nakal. "Ketemu !" Ucap Allan setelah memegang panci dan sendok masak.


"Mau untuk apa barang-barang itu nak ?" Tanya Clayrisa heran.


Allan tersenyum mencurigakan ke arah Clayrisa. "Ada dong ! Mama tenang aja disini dan cukup tutup telinga mama ! Oke bos ?" Ucap Allan tersenyum nakal dan berlari kembali kelantai dua, membuat Clayrisa hanya mampu menggeleng-gelengkan kepalanya.


Allan telah kembali berada didalam kamar Allin, ia mendekat kearah tubuh gadis cantik itu, dan dengan perlahan naik keatas tempat tidur dan berdiri disamping Allin.


"Kebakaran !"


"Treng teng teng teng !"


Allan lompat-lompat diatas tempat tidur itu seraya berteriak kebakaran, dengan tangan yang terus menerus memumul panci dengan menggunakan sendok masak.


"Kebakaran !"


"Treng teng teng teng !"


Allin menggeliat dan membuka matanya dengan terpaksa. "MAS ALLAAAAAAN !" Teriak gadis cantik itu.


Allan berhenti berlompat-lompat diatas tempat tidur itu, iya segera turun dan berdiri disisi ranjang.


"Hehe kau sudah bangun putri tidur ?" Ucap Allan dengan tersenyum malaikat, dan memasang wajah tak bersalah.

__ADS_1


Alkin mengucek matanya yang masih lengket karena baru bangun tidur. Seketika ia memandang tajam kearah Allan, dengan tatapan mematikan ia menurunkan kakinya dari tempat tidur dan bersiap untuk menerkam Allan, namun pria itu lebih cerdik dibandingkan Allin dengan secepat kilat ia berlari menjauhkan diri dari Allan.


"Kau menyebalkan ! Pagi-pagi sudah mencari masalah dengan ku ! Apakah mas Allan sudah bosan hiduo huh ?" Ucap Allin seraya berlarian mengejar Allan didalam kamar itu. Kakak beradik itu berlarian bagaikan serial tom and jerry yang sedang berperang memperebutkan kekuasaan dirumah sang majikan.


Clayrissa masuk kedalam kamar itu, ia merasa syok karena melihat kamar anak gadis itu telah berantakan seperti kapal pecah.


"ALLAN ! ALLIN STOP !" Teriak Clayrisa menghentikan putra dan putrinya yang sedang berlarian.


Allan berlari kearah Clayrisa dan bersembunyi dibelakang wanita yang sudah berumur namun masih terlihat sangat cantik dengan tubuh seperti seorang model papan atas.


Allin menghadap kearah Clayrisa, ia menghentikan langkah kakinya. "Mas Allan tuh mah, ngeselin banget ! Pagi-pagi sudah mencari masalah dengan Allin !" Ucap gadis cantik itu dengan nafas ngos-ngosan.


Clayrisa melirikkan pandangannya kearah Allan yang kini telah menyandarkan dagunya dipundak Clayrisa dengan tersenyum manis kearah wanita itu.


"Allin tuh mah tidur kayak kebo, susah banget dibangunin." Ucap Allan.


"Enak aja ! Kamu tuh mas, kayak jump square menyebalkan !" Ucap Allin dengan mata yang melotot tajam.


"Sudah-sudah jangan ribut lagi ! Allan kamu turun kebawah dan balikin barang-barang itu kembali ketempatnya ! Pagi-pagi sudah buat si mbok repot membereskan lemari perkakas.


"Dan kamu Allin ! Kamu lupa ini hari apa nak ? Coba lihat sudah jam berapa sekarang ? Cepat mandi dan bersiap agar tidak terlambat pergi kekampus !" Ucap Clayrisa seraya mengatur nafasnya. Nafas Clayrisa memburu gara-gara frustasi dengan tingkah putra dan putrinya.


"Iya mah !" Ucap Allan dan Allin dengan kompak, Allan segera keluar dari dalam kamar itu dan turun kebawah untuk mengembalikan peralatan-peralatannya sedangkan Allin berlaru kedalam kamar mandi yang berada didalam kamarnya.


Clayrisa menarik nafas panjang dan meminta salah satu asisten rumah tangganya untuk merapihkan kamar yang telah berantakan itu.


🐈🐈🐈🐈🐈


Allin telah siap dan rapih dengan pakaiannya, ia segera turun kelantai satu dan berjalan menuju meja makan. Di sana sudah berada Clayrisa dan Allan yang tengah sarapan.


"Good morning mamah ku !" Ucap Allin seraya menghujani wajah Clayrisa dengan ciumannya. Untung saja lipstik yang ia kenakan tidak menempel diwajah Clayrisa yang telah rapih juga dengan pakaian kerjanya.


Clayrisa merupakan designer terkenal, dan memiliki boutiq ternama dikota ini. Banyak pejabat, pengusaha, dan orang-orang kalangan atas lainnya yang datang mengunjungi boutiq Clayrisa, yang diberi nama Clayrissa boutiq itu.


"Mas Allan gak dicium nih ?" Tanya Allan dengan alis mata yang naik turun.

__ADS_1


"Ckh, males banget ! Memangnya kamu siapa ?" Ucap Allin ketus.


Gadis cantik itu masih sedikit kesal dengan Allan sehingga dia memutuskan untuk memberi pelajaran kepada pria itu.


"Yah, aku kan mas kamu yang paling ganteng dan baik hati dek." Ucap Allan dengan percaya diri.


"Idih, percaya diri banget ! Sorry ya, mas nya Allin itu cuman satu, yaitu mas Arkan seorang !" Ucap Allin seraya menyerobot sandwich yang ada dipiring Allan dan meneguk segelas susu vanila kesukaannya.


Allin merupakan anak bungsu dari pasangan Clayrisa Sanjaya dan Wisnu Reksandi Hutama. Gadis cantik itu mempunyai dua orang kakak laki-laki. Yang pertama Arkan Reksandi Hutama, seorang pria tampan berumur 27 tahun, pengusaha muda yang sukses dan berprestasi bahkan diusianya yang sangat muda ia telah siap menyelesaikan gelar doktornya dinegeri paman sam. Dan yang kedua adalah Allan Reksandi Hutama, seorang pria tampan, yang pandai sama seperti Arkan berumur dua puluh empat tahun, namun sampai saat ini ia belum bisa menyelesaikan tugasnya sebagai mahasiswa akhir program sarjana disalah satu universitas swasta dinegeri ini.


Allan dan Arkan memiliki karakter yang sangat berbeda, Arkan merupakan pria yang sangat dingin dan tegas, sedangkan Allan pria humoris, ceria dan santuy banget. Namun kedua pria itu memiliki satu sifat yang sama yaitu protektif menjaga Allin, hingga membuat gadis cantik itu tidak berani untuk memulai hubungan dengan pria manapun.


"Idih, kok gitu ? Kamu beneran nih dek ?" Ucap Allan memastikan.


Alkin membuang wajahnya dan segera meraih tangan Clayrisa. " Mah Allin berangkat dulu ya ! Takut telat !" Ucap Allin karena jam tangannya sudah menunjukkan pukul tujuh lewat tiga puluh menit.


"Ya sudah ! Hati-hati sayang ! Semangat !" Ucap Clayrisa menyemangati gadis cantiknya itu.


Allan memandang Allin dengan senyuman yang sangat manis, namun gadis cantik itu hanya bersikap cuek dan tak memperdulikan Allan. Allin berjalan meninggalkan ruang makan itu tanpa berpamitan dengan Allan.


"Yah, dikacangin !" Keluh Allan setelah Allin meninggalkan ruangan itu begitu saja.


"Kamu sih nak, suka banget cari ribut sama Allin." Ucap Clayrisa kepada Allan yang memasang wajah lesu.


-


-


-


-


-


-

__ADS_1


Hallo readers ! Author minta maaf yang sebesar-besarnya karena ketidaknyamanan ini. Novel ini masih dalam proses revisi. Jadi mohon bersabar, dan jangan lupa untuk dukung author terus ya 🙏🙏


__ADS_2