Kekasih Online

Kekasih Online
EPISODE 8 PERJANJIAN DIDALAM GAME


__ADS_3

Matahari telah terbenam diufuk barat Allin baru saja pulang dari kampus dengan diantar Gita, gadis cantik itu terlihat sangat lelah karena seharian ini jadwalnya sangat padat. Ia melangkahkan kaki dengan gontai menuju kamarnya, dan memutuskan untuk berendam didalam bathup seperti biasanya.


Setelah satu jam berlalu Allin telah terlihat segar kembali, perutnya yang keroncongan membawa gadis itu untu melangkahkan kaki turun kebawah. "Hay mah !" Ucapnya seraya memeluk clayrisa yang tengah menata makan malam diatas meja makan.


"Hay sayang ! Gimana kuliahnya hari ini ?" Tanya Clayrisa kepada anaknya.


"Hmmm, capek mah! Banyak tugas !" Ucap Allin sambil menggigit apel hijau kesukaannya.


"Semangat sayang ! Mama yakin kamu bisa !" Ucap Clayrisa seraya mengusap pucuk kepala anakanya.


Tak berselang lama kemudian dua orang pria berbeda usia telah bergabung diruang makan itu. "Wah wah, anak papa sudah pulang ternyata !" Ucap Wisnu menggoda Allin.


"Iiiih papa ! Nggak suka banget sih ngelihat Allin dirumah !" Ucapnya kesal.


Clayrisa Allan dan Wisnu hanya membalas kekesalan Allin dengan tertawa, membuat gadis cantik itu semakin bertambah kesal. Mereka berempat pun segera duduk dimeja makan, Clayrisa menyiapkan makanan diatas piring Wisnu, sedangkan Allin menyiapkan makanan dipiring Allan. Hal ini sudah menjadi kebiasaan bagi Allin untuk menyiapkan makanan Allan dan Arkan. Sejak kecil Allin selalu berusaha mengikuti perbuatan Clayrisa, Mulai dari menyiapkan makanan, membereskan rumah, hingga belajar memasak. Hal ini lah yang membuat Allin tumbuh menjadi gadis mandiri, dan sederhana. Walaupun dirumahnya banyak pelayan, ia tak pernah manja, Allin selalu menyiapkan segala kebutuhannya seorang diri.


"Gimana hari pertama dikantor Lan ? Kamu betah ?"Tanya Wisnu memecahkan keheningan.


"Alhamdulillah Pah, Allan betah. Mereka semua menyambut kedatangan Allan dengan baik, dan banyak mengajari Allan hal-hal baru."Ucap Allan.


"Baguslah, Papa beruntung punya kamu sama Arkan. Jadi Papa bisa dengan tenang menyerahkan perusahaan-perusahaan papa pada kamu dan Arkan."Timpal Wisnu.


"Ooow jadi papa cuman beruntung punya mas Allan sama mas Arkan nih, dengan Allin enggak?"Tanya Allin dengan nada cemburu seraya memanyunkan bibirnya.

__ADS_1


"Hehehe ya enggak dong sayang. Papa tu paling beruntung punya putri secantik Allin, calon dokter mudanya papa."Ucap Wisnu seraya mengusap puncak kepala Allin.


"Makanya Pah, jangan salah-salah ngomong."Ucap Clayrisa.


Mereka berempat pun melanjutkan makan malam dengan penuh canda tawa, rasa kekeluargaan yang kental selalu tercipta dirumah ini. Allan bisa melupakan segala masalahnyan ketika sudah berada ditengah-tengah keluarga ini, rasa saling menyayangi yang ikhlas dan tulus, selalu membuat semua orang nyaman ketika bersama dengan mereka. Setelah selesai makan malam mereka langsung kembali kekamar masing-masing, untuk melanjutkan aktivitasnya.


Kamar Wisnu & Clayrisa


"Pah ! Soal rencana itu jadi ?" Tanya Clayrisa yang tengah memakai skincare nya.


Wisnu yang sedang membaca buku diatas tempat tidur, segera menatap kearah istrinya. "Hmm bagaimana menurut Mama ? Mama setuju nggak ?" Tanya Wisnu kembali.


"Hmmm Mama sih setuju-setuju aja Pa, bagaimana pun juga kita telah mengenal baik keluarga mereka."Ucap Clayrisa.


"Iya Papa juga telah memikirkan ini semua secara matang, bagaimanapun juga Papa sangat ingin hubungan kita dengan Kenan semakin dekat." Ucap Wisnu.


Wisnu tersenyum, karena ternyata istrinya itu beisa mengetahui isi pikirannya. "Papa setuju, secepatnya akan kita bicarakan dengan Allin." Ucapnya.


"Ahhh, Mamah sudah tidak sabar lagi ingin berbesanan dengan Anisa." Ucap Clayrisa antusias membuat suaminya makin tersenyum aneh.


Bagaimanapun juga Clayrisa dan Anisa sudah bersahabatan sejak lama, dan mereka berempat memang sudah merencanakan hal ini sejak dulu.


KAMAR ALLIN

__ADS_1


"Uuuuuakhh!" Allin menggeliatkan tubuhnya, ia merenggangkan tubuh kecil itu karena telah lelah berjam-jam bergelut dengan tugas-tugas kuliah yang menumpuk. "Akhirnya selesai juga ! Tuhan otak ku sepertinya berasap, selamat datang hari yang dipenuhi tugas-tugas !" Ucap Allin menyemangati dirinya.


Gadis cantik itu segera membereskan meja belajarnya dan memasukkan bahan-bahan kuliah yang ingin ia bawa besok kedalam tas. "Sekarang gilirannya refreshing otak !" Ucap Allin meraih benda pipih miliknya dan membawanya naik ke atas tempat tidur.


"Tunggu ! Bukankah lebih nyaman login melalui PC ?" Gumamnya dan kembali lagi kemeja belajar, ia mengambil laptop dan mouse lalu naik keatas tempat tidur, tak lupa ia meletakkan meja lipat diatas tempat tidurnya, setelah semua peralatannya siap, gadis cantik itu langsung menyalakan laptopnya dan login kedalam game online.


"Selamat datang dunia baru !" Gumam Allin setelah berhasil masuk kedalam akun miliknya.


"Kemana Fero ? Kenapa tidak kelihatan ?" Batin Allin dan terus menerus mencari patner main gamenya itu.


Allin segera pergi menuju chat guildnya, karena group chat itu terlihat sangat ramai. Gadis cantik itu menscroll isi chatingan dari atas kebawah dan membacanya satu persatu. Wajahnya berubah menjadi masam melihat hal tersebut, orang yang telah ia tolong dari bawah ternyata menusuknya dari belakang.


Ya ! Fero menyebarkan rumor yang tidak-tidak tentangnya, bahkan pria itu mengatakan jika Allin merupakan pecinta sesama jenis, dan kata-kata menyakitkan lainnya. Membuat Allin semakin emosi dan mersa kesal dengan pria itu.


"FERO !" Ucap Allin membuat pria itu menghentikan gibahannya.


"Wah ternyata Sanjaya ada disini ? bagaimana ini ?"


"Bisa habis kita semua !"


"Ngapain harus takut ? Kitakan berbicara kenyataan."


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2