Kekasih Online

Kekasih Online
EPISODE 10


__ADS_3

✨✨✨


Rasya yang mendapat pesan misterius itu pun langsung membukanya. "Siapa orang ini ? Rasanya aku tak mempunyai teman dengan username ini diguild." Batin Rasya ketika membaca pesan itu.


"Iya...?" Jawab Rasya yang memutuskan untuk membalas pesan itu, sambil mengingat-ingat


siapakah orang itu.


Setelah cukup lama memikirkannya. Akhirnya Rasya mengetahui jika akun yang mengirimnya pesan misterius itu merupakan pemain teratas di server ini. "Apakah benar pesan ini berasal dari *Pradiktan_AT* pemain teratas itu...?" Pertanyaan itu pun mulai berputar-putar dikepala Rasya.


Belum siap dengan lamunanya, Rasya kembali dikejutkan dengan pesan misterius yang berasal dari username Pradiktan_AT itu lagi. "Bersediakah kau menjadi pasanganku RC.Willend...?" Bunyi pesan yang dikirimkan oleh akun itu.


Mata Rasya terbelalak, ia sungguh dikejutkan dengan isi pesan itu. Entah mengapa jantungnya berdetak dengan sangat kencang saat ini. Seolah-olah jantung itu ingin loncat keluar dari tubuh Rasya. Belum sempat ia menjawab pesan itu, ia telah mendapatkan balasan pesan itu kembali.


"Bukankah minggu depan sudah mulai perlombaan untuk musim ke-tiga...? Aku ingin kau menjadi pasangan ku untuk memenangkan kontes itu Willend...!" Isi pesan yang dikirim oleh pria itu.


Setelah membaca pesan itu, rasya kemudian memikirkan tentang perlombaan musim ke-tiga di game itu. Hadiahnya sungguh sangat lumayan, apalagi jika ia benar-benar bisa berpasangan dengan pemain teratas diserver ini, Rasya melengkungkan bibirnya, senyumn tipis telah menghiasi wajahnya, dan kemudian memutuskan untuk menanggapi pesan itu.


"Hmmmmm. Baiklah aku setuju untuk menjadi pasangan mu memenangkan misi itu master." isi pesan yang dikirimkan Rasya.


Tak lama kemudian, akun itu telah membalas kembali pesan yang dikirimkan Rasya. "Rabu jam 19:00 WIB, Temui aku di Bukit keajaiban, kita akan mengucapkan janji sebagai pasangan." Bunyi pesan itu.


"Mengapa harus menunggu hingga hari rabu...?" Balas Rasya yang merasa bingung.


"Hmmmm. Kelihatannya kau benar-benar sudah tak sabar untuk menjadi pasangan ku." Balas pria itu menggoda Rasya, dan tak terasa pipi Rasya bersemu merah ketika membaca pesan itu. "Pria ini sungguh-sungguh membuatku penasaran." Batin Rasya.


Belum sempat iya membalas ejekan itu, pria itu telah kembali mengirimkan pesan untuk Rasya. "Aku perlu waktu untuk mempersiapkan pesta perayaan ikatan kita, bersabarlah aku akan memberikan kejutan untukmu besok malam." Bunyi pesan yang dikirimkan oleh pria itu.


Pipi Rasya kembali bersemu merah ketika membaca isi pesan tersebut. "Ia benar-benar kalah oleh pria itu, pria itu benar-benar master dalam segala hal." Batin Rasya.


"Hmmm ! Baiklah Master. Aku akan bersabar menunggu kejutan dari mu untukku. Aku berharap kau tak akan mengecewakan ku." Balas Rasya.

__ADS_1


"Oh Tuhan...! Apa yang telah kau lakukan Rasya, Kau tak boleh seperti ini. Mengapa membaca pesan darinya saja jantung mu sudah meronta-ronta seperti ini." Batin Rasya yang salah tingkah.


Rasya pun segera keluar dari game dan mematikan laptopnya. Kemudian ia dikejutkan oleh suara seseorang yang memanggilnya. "Rasyaaa...!" Ucap gadis itu. "Mengapa kau tersenyum-senyum sendirian...?" Tanya Dina dengan heran melihat tingkah sahabatnya itu.


"Hmmm. Aku tak apa Dina, Aku hanya merasa senang karena Laptop ku telah hidup kembali." Ucap Rasya.


"Hmmm. Baguslah. Aku percaya jika kau dapat menyelesaikannya dengan tepat waktu Rasya. Kau yang terbaik dalam segalanya." Jawab Dina Sambil tersenyum ke-arah Rasya.


"Tak usah terlalu berlebihan memujiku Dina. Aku bisa langsung terbang melayang jika mendengar pujian mu itu." Jawab Rasya sambil tersenyum.


"Hehehe, Aku hanya menggoda mu nona. Besok-besok jika ada masalah dengan laptop ku aku akan menyerahkannya pada mu." Balas Dina.


"Aku akan berpikir terlebih dahulu Dina. Kau tau bayaranku sangat mahal." Goda Rasya.


"Oh Tuhan..! Bahkan kau sangat perhitungan dengan sahabat mu. Pria mana yang akan sanggup bertahan dengan mu nanti Sya." Jawab Dina.


Rasya hanya membalasnya dengan tertawa. "Sudahlah, Sekarang sudah sore. Aku ingin


"Hmmm. Baiklah, Aku pasti ikut dengan mu. Sudah sangat lama aku tak ber-olahraga, aku tak ingin tubuhku berubah menjadi tumpukan lemak." Jawab Dina.


Rasya dan Dina pun  memutuskan untuk segera berangkat ke lapangan yang menjadi pusat arena semua cabang olahraga yang ada dikampus itu. Mereka hanya pergi berdua karena Tiara dan Lana ada jadwal untuk masuk kuliah sore itu.


💦💦💦


Ketika Rasya dan Dina sedang berlari dilapangan itu, mereka melihat sang idola kampus sedang berlari juga. Mereka berdua terpesona melihat ketampanan pria itu. "Tidak..!" Bukan hanya Rasya dan Lana yang terpana, lebih tepatnya semua wanita yang ada dilapangan itu terpana melihat ketampanan pria itu.


"Oh Tuhan ! Aku sangat beruntung hari ini. Idola kampus itu sangat sempurna. Rasya...! Aku sangat iri dengan wanita yang suatu hari nanti bisa berhasil memikat hati pria tampan itu."  Ucap Dina sambil tersenyum terpana memperhatikan pria itu.


Walaupun banyak yang memperhatikannya. Pria itu tetap bersikap dingin kepada semua orang, Adrian hanya fokus berlari dan mengabaikan semua mata yang menatapnya. Rasya yang salah tingkah dengan kelakuan Dina, langsung menarik lengan Dina agar menjauh dari lapangan itu.


"Rasyaa...! Kau mengacaukan ku yang sedang menikmati Vitamin alami sore ini. Aku belum puas menikmati pemandangan itu, dan kau langsung menarikku menjauh." Ucap Dina kesal.

__ADS_1


"Apakah kau akan membiarkan senior mu tau jika kau memandang pria lain...? Ingat Dina kau sedang berpacaran dengan kak Galih. Bagaimana jika dia mengetahui mu bersikap seperti tadi...?" Ucap Rasya menenangkan Dina.


"Hehehe. Tentu aku akan memilih si idola kampus Sya, dibandingkan Galih." Jawab Dina.


"Hmmm. Kau benar-benar sudah tak memiliki rasa malu lagi Dina. Entah dimana aku bisa menemukan sahabat seperti mu. Kau terlalu jujur dalam segala hal." Ucap Rasya.


"Hey...! Aku hanya mengagumi si idola kampus itu. Tapi hatiku tetap untuk Galih, bagaimanapun juga Galih adalah pangeran dihati ku saat ini." Ucap Dina seraya memeluk Rasya.


"Hehehe iya-iyaa. Aku tau itu. Jadi sekarang kau benar-benar sudah memiliki status yang pasti dengan kak Galih...?" Goda Rasya.


"Hmmm, entahlah aku masih merasa malu untuk memikirkannya." Ucap Dina.


"Ckkh. Pipi mu sangat merona dan bersemu merah Dina. Kau tak akan pernah bisa membohongiku nona !" Jawab Rasya.


"Huuuuuu. Rasya...! Kau memang sahabatku yang terbaik." Ucap Dina seraya mengeratkan pelukannya terhadap Rasya. dan Rasya membalas nya dengan senyuman. dalam hatinya ia sangat senang melihat dina bisa bahagia dan tertawa lepas. Akhirnya Dina bisa merasakan kebahagiaan juga.


"Jadi, cepat katakan pada ku, apakah kau telah membalas pernyataan cintanya ?" Tanya Rasya penasaran, ia tersenyum seraya menyenggol bahu Dina.


"Emmm" Dina mengangguk malu. "Kau adalah orang pertama yang tahu akan hal ini, jangan bilang dengan anak-anak yang lain, aku akan memberitahu mereka jika waktunya sudah tepat." Ucap Dina seraya merangkul bahu Rasya.


"Ckh" Desis Rasya, ia tersenyum memperlihatkan gihi kelincinya yang rapi. "Aku berjanji nona, asalkan kau membelikan ku sayap ayam." Jawab Rasya dengan menggoyang-goyangkan alis matanya.


"Huh, pemalakan ! Hmm, sepiring sayap ayam akan segera meluncur keperut mu nona !" Jawab Dina dengan senyum sinisnya. Rasya tersenyum melihat gadia itu, ia semakin mengeratkan rangkulannya, dipinggang Dina, dengan tangan Dina yang masih merangkul pundak Rasya. Mereka berdua melangkahkan kaki kembali menuju asrama.


Dina adalah anak broken home. Orang tuanya telah lama berpisah, dan hanya sibuk dengan urusan mereka masing-masing. meninggalkan Dina seorang diri. Memang orang tuanya selalu memberikan kekayaan yang berlimpah untuk Dina. Tapi malangnya ia tak pernah memperoleh kasih sayang dan waktu untuk bisa bersama-sama berkumpul sebagai keluarga yang utuh. Selama ini hanya Rasya yang mengetahui permasalahan Dina. Rasya selalu berusaha untuk menguatkan Dina, dan melakukan segala hal yang terbaik untuk Dina. Ketulusan Rasya lah yang membuat Dina merasa nyaman, dan merasa seperti memiliki keluarga yang baru.


"Hmmm. Syaaa..! Rabu Sore ada pertandingan basket kan...? Aku ingin pergi menyemangati Galih, aku dengar dari dia bahwa mereka akan membantu para junior." Ucap Dina.


"Ya ! Aku danTiara juga sudah mengetahuinya dari pengumuman di mading kemarin. Tentu aku akan ikut membantu mu untuk menyemangati senior mu itu Dina. Aku akan melakukan yang terbaik untukmu." Jawab Rasya sambil tersenyum.


"Kau memang sahabatku. Okey, kita akan menonton pertandingan itu setelah selesai kuliah besok. Kita harus cepat datang, jika ingin kebagian tempat duduk. Aku yakin akan banyak yang hadir disana besok, karena mengetahui para senior akan ikutan. Apalagi semua rang pasti mengaharapakan kedatangan sang idola kampus. Mungkin besok merupakan hari keberuntungan lagi untuk kita Syaa." Ocehan Dina sepanjang jalan menuju asrama.

__ADS_1


__ADS_2