Kekasih Online

Kekasih Online
EPISODE 56


__ADS_3

Arjun memejamkan matanya, ia fokus menikmati lagu yang ia dengarkan melalui earphone miliknya. Hingga seorang gadis tiba-tiba bergerak mendekat kearahnya, membuat Arjun membuka matanya dan merasa terganggu.


Gadis itu sedikit bangkit dari tempat duduknya, pandangannya fokus menatap kearah jendela pesawat yang berada disamping Arjun. Membuat jarak mereka semakin dekat, karena saat ini kepala gadis itu tepat berada dihadapan Arjun.


γ€€


γ€€


"Emm" gadis itu mengangguk semangat dan segera menerima minumannya. Ia menikmati anggur itu dengan sekali teguk, hingga membuat minuman yanv berada digelasnya habis tak bersisa.


"Aku mau lagi !" Ucap gadis itu bersemangat. Pramugari itu memberikan minuman yang diminta oleh gadis culun itu.


Kini gadis culun itu terlihat mabuk, matanya fokus menatap segelas anggur yang berada ditangannya. Arjun menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah gadis culun itu.


Pria itu kembali mencoba untuk menenangkan dirinya, tanpa memperdulikan seorang gadis yang berada disampingnya.


"Tuan ! Kau sangat tampan ! Hehehe, wajah mu terlihat seperti artis, aku sangat menyukainya." Ucap gadis itu seraya menatap wajah Arjun, ia terlihat sangat mabuk, aroma minuman itu menyeruak keluar dari mulutnya, membuat Arjun menjepit hidungnya karena tak bisa menahan aroma yang keluar dari gadis itu.


"Maaf bisakah kau duduk dengan tenang ? Kau sangat mengganggu ku !" Ucap Arjun pada gadis itu.


"Hehe apa kau bilang ? Kau menyukai ku ? Kau ingin berpacaran dengan ku ? Wah aku tak menyangka ! Hehe kau adalah pacar ku !" Ucap gadis itu mendekatkan dirinya kearah Arjun.


Arjun sedikit menjauhkan tubuhnya dari gadis itu, tangannya menolak gadis itu, memerintahkan agar gadis itu menjauh darinya, namun al itu tidak digubris oleh gadis culun itu. Ia tetap mendekat kearah Arjun.


Gadis culun itu semakin mendekat kearah Arjun, ia tersenyum lebar, membuat Arjun mengerutkan dahi memandang kearah gadis itu. Namun seketika gadis itu menggembungkan mulutnya, ia seperti sedng menahan sesuatu yang akan keluar.


"Hey ! Tahan ! Kau jangan mengeluarkannya disini !" Arjun sedikit menjauhkan tubuhnya.


"Gleeekkk" gadis culun itu seperti menelan kembali apa yang akan keluar dari dalam mulutnya, kemudian kembali memperlihatkan senyumannya. Membuat Arjun sedikit tenang, ia mengusap dadanya sendiri, ada sedikit perasaan lega karena gadis itu tidak jadi mengeluarkannya.


"Hueeeeeekkkkk" dengan secepat kilat gadis culun itu mengeluarkan semua isi perutnya dan memuntahkannya kearah Arjun, membuat jaket yang dikenakan pria itu kotor.


"Damn ! Kau ....!" Arjun mencoba menahan emosinya karen melihat gadis itu tergeletak lemas dikursinya.


Arjun memanggil pramugari, untuk membantunya membersihkan gadis culun itu. Lalu ia menanyakan kursi lainnya yang bisa didudukinya, karena ia mengeluh tidak nyaman ditempat itu.

__ADS_1


Pramugari menunjukkan sebuah kursi kosong untuk Arjun, dan Arjun menganggukkan kepalanya. Ia melepas jaket yang ia kenakan dan memberikannya untuk gadis culun itu. Lalu ia berjalan kekursi yang ditunjuk oleh pramugari tadi.


*****


Rasa kantuk yang sangat mendalam mulai menghantui Rasya, ia menyandarkan kepalanya kedekat jendela pesawat, buku yang sedari tadi ia pegang telah tergeletak begitu saja. Mata gadis itu sudah terpejam, ia telah terlena dalam mimpinya.


Ardhian meletakkan bukunya, ia memandang kearah sang kekasih yang tengah tertidur pulas. Ardhian mengambil buku yang tergeletak dipangkuan Rasya, dan menyimpannya bersama buku yang tadi ia baca.


γ€€


γ€€


Pandangannya tertuju pada wajah tampan sang kekasih, yang terlihat putih dan bersih tanpa ada bulu-bulu halus yang mewarnainya. Ia menatap dalam kearah wajah pria itu.


"Tampan !" Batin Rasya dengan senyum tipis dibibirnya.


"Berhenti menatap ku seperti itu sayang ! Kau membuat ku merasa malu." Ucap Ardhian dengan mata yang masih terpejam.


"Hah ? Mengapa pria ini sadar jika aku sedang memerhatikannya, bukankah dia sedang tertidur ?" Batin Rasya seraya menajamkan pandangannya.


*****


Setelah sebelas jam berada didalam pesawat, akhirnya mereka telah sampai dikota beijing. Sebuah bus telah menanti mereka didepan bandara.


Ardhian dan Rasya melangkahkan kakinya dengan saling bergandengan tangan. Mereka semua berkumpul disatu temoat dan bersiap untuk masuk kedalam bus. Namun sepertinya ada yang ketinggalan, mereka kehilangan salah satu mahasiswa yang menjadi perwakilan tim sains.


"Karin ! Kemana perginya Viona ? Kamu kan ketua tim seharusnya kamu pergi mencari Viona !" Ucap Tamara kesak karena gadis itu sibuk dengan urusannya sendiri tanpa mau bertanggung jawab mengurusi nggotanya.


"Siapa Viona ?" Tanya Rayyan penasaran.


"Itu kak ! Gadis cupu berbehel hitam dengan baju bercorak !" Tegas Tamara.


"Eeiiits, tunggu ! Bukankah gadis itu yang duduk disamping mu tadi Arjun ?" Ucap Pandu yang dibalas anggukkan okeh Arjun, yang masih sibuk dengan handphone miliknya.


"Apa kau bilang gadis yang memakai pakaian yang bercorak ?" Pekik Arjun yang baru saja konek dengan situasi yang terjadi.

__ADS_1


"Iya kak ! Viona pasti sedang kebingungan saat ini ! Oh tuhan ! Bagaimana ini ! Apa yang harus kita lakukan ?" Ucap Tamara gelisah.


Rasya mendekat kearah Tamara. "Tenanglah ! Kita akan mencari Viona sekarang !" Ucap Rasya seraya mengusap pundak Tamara, sedangkan Karin malah sibuk dengan handphone yang ia pegang, membuat siaran langsung disalah satu aplikasi media sosialnya, membuat semua orang yang berada disitu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala.


"Arjun sebaiknya kau mencari gadis itu dibagian pintu masuk, dan yang lainnya sebaiknya kita menyebar mencari gadis itu. Rasya kau temani Tamara disini, dan jangan pergi kemana-mana oke !" Ucap Ardhian, seraya mengusap pucuk kepala gadis itu, dan pergi meninggalkannya.


"Bagaimana ini Rasya ! Aku takut Viona hilang !" Ucap Tamara gelisah, namun Rasya berusaha untuk tetap menenangkannya.


Mereka baru saja bertemu dibandara ketika ingin berangkat ke Beijing, namun Rasya dengan mudah bersikap ramah, dan sangat sopan dengan orang uang baru ia kenal, sehingga membuat orang lain dengan mudah bisa akrab dengan dirinya.


*****


"Permisi ! Apakah kau melihat seorang gadis yang memakai pakain berwarna terang dengan corak yang sangat ramai ?" Ucap Arjun pada salah satu pramugari yang tadi ia jumpai didalam pesawat


"Ya kami melihatnya tertidur didalam pesawat yang telah kosongk ! Namun kami telah membangunkannya, dan gadis itu telah turun duluan sebelum kami turun ! Apakah gadis itu kekasih mu tuan ? Mengapa kau meninggalkannya seorang diri ?" Ucap salah satu pramugari itu.


Arjun membulatkan matanya, ia merasa kesal dengan kalimat terakhir yang diucapkan pramugari itu. "Kekasih ? Ckh, bagaimana mungkin ? Bahkan aku tidak belum pernah mengenalnya !" Batin Arjun dengan memperlihatkan senyum sinisnya.


Arjun menarik pergelangan tangan gadis itu, dan segera membawanya menuju teman-temannya yang telah menunggu mereka didekat bus.


"Viona !" Pekik Tamara seraya berlari memeluk gadis itu.


"Tamara ? Kau menangis ?" Ucap Viona seraya menatap wajah Tamara yang sembab.


"Syukurlah kau baik-baik saja ! Aku sangat mengkhawatirkan mu !" Ucap Tamara.


Mereka semua merasa lega karena gadis itu telah ketemu dengan selamat, dan mereka segera masuk kedalam bus yang akan mengantarkan rombongan mereka menuju hotel yang telah dipesan oleh pihak kampus.


***Hallo Readers***


Terimakasih atas dukungannya untuk novel "KEKASIH ONLINE" dan tetap setia dukung novel ini terus ya ! Jangan lupa like, coment, and share novel ini ya.


Salam manis dari Rasya dan Ardhian πŸ€—πŸ˜˜


Oh iya hampir aja kelupaan, jangan lupa untuk VOTE novel ini juga ya..

__ADS_1


Bye Bye and See u next timeπŸ€—πŸ€—


__ADS_2