Kekasih Online

Kekasih Online
EPISODE 62


__ADS_3

PERHATIAN !


Sebelum membaca episode ini, tolong pastikan jika kamu telah menekan tombol like terlebih dahulu untuk mendukung author agar lebih semangat lagi dalam bekarya. Terimakasih ! 🙏😘


☘️☘️☘️☘️☘️☘️


"Ardhian !" "Rayyan !" Teriak Arjun yang baru saja sampai dirumah sakit. Kedua pria itu melihat kearah Arjun yang berlari mearah mereka disusul oleh Pandu dan yang lainnya dibelakang.


"Bagaimana keadaan kakak ipar ?" Tanya Arjun dengan nafas ngos-ngosan.


"Entahlah ! Dokter masih memeriksanya !" Ucap Rayyan, karena melihat Ardhian tak menjawab ucapan Arjun, namun pria itu menajamkan pandangannya kearah Karin.


"Apa yang sebenarnya terjadi Ar !" Tanya Pandu penasaran. Ardhian tak sempat menjawab pertanyaan dari Pandu, karena pintu ruangan tempat Rasya ditangani telah terbuka.

__ADS_1


Seorang wanita memakai jas putih diikuti beberapa perawat dibelakangannya keluar dari dalam ruangan tersebut. Ardhian segera mendekat kearah dokter itu. "Bagaimana keadaannya dokter ?" Ucap Ardhian dengan fasihnya menggunakan bahasa mandarin.


"Pasien baik-baik saja, kami telah mengobati memar dikepalanya dan telah melakukan ronsen, tak ada sesuatu yang serius hanya saja dia sedikit trauma dengan benturan yang cukup keras ! Sebentar lagi dia akan segera sadar ! Saya permisi dulu !" Ucap dokter itu seraya tersenyum kepada Ardhian.


"Apa kata dokter Ar ?" Tanya Pandu diikuti Arjun yang menganggukkan kepalanya, karena mereka berdua tidak pandai berbahasa mandarin, berbeda dengan Ardhian yang sejk kecil sudah diajarkan beragam bahasa.


Ardhian menjelaskan apa yang baru saja diberitahukan oleh dokter. Membuat mereka semua sedikit merasa lega karena mengetahui keadaan Rasya baik-baik saja.


Ardhian segera masuk kedalam ruangan itu untuk menemui Rasya, sedangkan yang lainnya menunggu dikursi luar ruangan. Karin terlihat diam dan menundukkan kepalanya, ia seperti tengah menanggung beban yang sangat berat. Berbeda dengan Viona yang merasa gelisah, ingin ikut masuk bersama Ardhian.


Bagaikan dinegeri dongeng Rasya seketika membuka matanya, karena menyadari ada sesuatu yang menyentuh keningnya.


Rasya menundukkan kepalanya, wajahnya memerah, menahan malu akibat ulah Arjun, Rayyan, dan Pandu yang terus menggodanya. Sedangkan Tamara dan kawan-kawannya tidak berani bersuara, mereka sangat segan terhadap Ardhian, yang memang sangar terkenal dengan kedinginannya dikampus.

__ADS_1


Ardhian pamit untuk menebus resep dokter terlebih dahulu, sedangkan mereka duduk diarea bangku taman yang berada dirumah sakit itu untuk menunggu Ardhian.


Tamara dan Viona duduk didekat Rasya, Tamara sangat mudah ramah dengan orang lain dan dia dengan gampangnya mengeluarkan kata-kata yang mampu membuag Rasya tertawa, sehingga membuat mereka semakin dekat, sedangkan Viona hanya diam saja memperhatikan mereka.


Karin sedang duduk bersama dua teman sekelompoknya yang lain, gadis itu tak terlihat seperti biasanya, ia sangat diam dan hanya fokus dengan benda pipih miliknya.


☘️☘️☘️


Mereka telah kembali kedalam hotel, dengan cekatan Ardhian mengantarkan Rasya hingga kembali kedalam kamarnya. Pria tampan itu membaringkan gadis cantik itu diatas tempat tidur, dan menyuapi Rasya makan malamnya lalu memberikan obat, dengan Rayyan, Arjun. dan yang lainnya yang tengah memerhatikan keromantisan Ardhian pada gadia cantik itu.


Rasya segera memejamkan matanya, karena ia merasa sangat lelah dengan aktivitasnya yang cukup panjang hari ini ditambah lagi pengaruh obat yang baru saja ia minum telah menimbulkan efek kantuk yang mendalam ada tubuhnya.


Viona tengah menghidupkan lampu tidur yang berada disamping tempat tidurnya. "Tring !" Sebuah notifikasi pesan masuk kedalam handphone Rasya yang tergeletak diatas nakas tepat didekat Viona. Viona melirikkan matanhmya kearah Rasya, namun tak ada pergerakan dari gadis itu.

__ADS_1


Viona memberanikan diri mendekat kearah nakas itu, dan meraih benda pipih milik Rasya. Ia menggeser layar handphone yang memang tidak memakai sandi atau kunci yang lainnya.


Gadis itu segera membuka profile Ardhian, dan melihat nomor handphone pria itu, lalu mencatatnya kedalam benda pipih miliknya. Setelah selesai gadis itu kembali meletakkan handphone Rasya kembali keatas nakas, dan melirikkan matanya kearah Rasya. Gadis cantik itu masih tertidur pulas, tanpa mengetahui apa yang telah dikerjakan oleh Viona.


__ADS_2