Kekasih Online

Kekasih Online
EPISODE 57


__ADS_3

Rombongan para mahasiswa itu telah sampai disebuah hotel bintang lima yang berada dikota Beijing.


"Aku tidak ingin sekamar dengan gadis cupu ini ! mengapa tidak kau saja yang sekamar dengannya !" Bentak Karin ada Tamara saat merek akan cek in kedalam hotel itu.


"Hey Karin ! Seharusnya kau tidak ikut dengan kami, dan seharusnya Rania yang berada disini sekamar dengan Viona ! Dasar gadis sombong !" Ucap Tamara.


Ya sebenarnya Karin memang bukanlah mahasiswi yang dipilih untuk mengikuti olimpiade ini. Namun karena ia mendengar kabar bahwa Ardhian juga mengikuti olimpiade ini, membuat dia memaksa professor Ratna untuk mengikut sertakan dia, tentu saja dengan kekuasaan yang ia miliki, gadis itu mampu menyingkirkan Rania, salah satu mahasiswi berprestasi di teknik kimia, yang menjadi sahabat Viona dan Tamara.


Tim Ardhian dan Rasya yang tekah selesai cek in datang menghampiri mereka. "Ada apa ini Tamara ?" Tanya Rasya mencoba untuk menengahi kedu gadis itu.


γ€€


γ€€


Viona berjalan mendekat kearah lemari, ia memperhatikan susunan barang milik Rasya yang terlihat sangat rapi dan bersih. Ia segera membuka kopernya dan ingin menata barang-barangnya, namun ia merasa sedikit kecewa, karena pakaian yang ia bawa terlihat sangat berantakan dan kusut sangat berbeda jauh dengan milik Rasya. Gadis itu menutup kopernya kembali dan memilih untuk menghempaskan badannya diatas tempat tidur.


Rasya telah selesai dengan urusannya dikamar mandi, ia hanya memakai kimono tidurnya dan mengeringkan rambutnya yang basah.


Ia tersenyum melihat seorang gadis yang telah tertidur pulas dengan dengkuran halus yang keluar dari mulutnya.


"Triiiiiing Triiiiing Triiiiing" Handphone Rasya berdering, "Wo ai ni" nama kontak yang memanggil Rasya. Ia tersenyum geli membaca nama panggilan yang ia berikan untuk Ardhian.

__ADS_1


"Hallo !" Ucap Rasya mengangkat panggilan masuk itu.


"Emm, kau terlihat sangat bersemangat nona ! Apakah kau memang sedang menunggu panggila ku sedari tadi ?" Ucap Ardhian menggoda Rasya.


"Ckh, kau terlalu percaya diri master !" Rasya tersenyum dengan wajah yang memerah. Gadis itu merasa malu karena Ardhian terus saja menggodanya.


"Bersiaplah sayang ! Aku akan menjemput mu untuk makan malam !" Ucap Ardhian.


Rasya menganggukkan kepalanya, namun matanya menatap kearah cermin rias yang berada dihadapannya, memperlihatkan Viona yang masih tertidur.


"Emmm, kak ! Bolehkah kau memberikan waktu lebih untukku ! Viona masih tertidur, aku akan membangunkannya terlebih dahulu, kau tidak keberatan bukan jika aku mengajaknya ?" Tanya Rasya pada Ardhian.


"Kau bisa mengajaknya sayang ! Ada seseorang yang akan menemaninya." Ardhian berbicara dengan suara berbisik.


Perlahan gadis itu membuka matanya, menatap kearah seorang wanita cantik yang berada didekatnya.


"Viona ! Ini sudah waktunya makan malam, bangunlah !" Ucap Rasya dengan memperlihatkan senyum ramahnya.


Viona menatap kearah jam dinding, dan memegang perutnya yang terasa lapar dan sudah keroncongan sejak tadi. Ia menganggukkan kepalanya, dan menggerakkan kakinya untuk turun dari tempat tidur itu, diraihnya kacamata bulat miliknya yang ia letakkan diatas nakas dan ingin berjalan menuju pintu keluar.


"Viona ?" Ucap Rasya membuat gadis itu berbalik menatap kearah Rasya. "Emm, apakah kau tidak ingin membersihkan dirimu terlebih dahulu ?" Tanya Rasya pelan, takut menyinggung gadis itu.

__ADS_1


Viona tersenyum untuk pertamakalinya pada Rasya, ia memperlihatkan giginya yang berbehel hitam. "Apakah aku masih memiliki waktu ?" Ucap Viona dengan malu-malu.


Rasya menganggukkan kepalanya, dan tak butuh waktu lama, Viona langsung berlari kearah kopernya yang berukuran besar, mengambil handuk dan perlengkapan mandinya serta tak lupa baju berwarna kuning cerah dengan corak-corak daun berwarna hijau. Sepertinya gadis itu sangat suka dengan sesuatu yang berbau keramaian dan warna-warna yang cerah.


Rasya tersenyum melihat kearah kamar mandi yang telah tertutup, ia segera mengambil gaun putih dengan lengan panjang dan berbahan rajut yang sangat halus sepanjang lututnya, dan tak lupa untuk memakai stoking didalamnya.


Rambut panjangnya ia biarkan terurai, dengan memakai bandana berwarna putih senada dengan pakaian yang ia kenakan.


Kedua gadis itu telah siap dengan dandanannya masing-masing. Tak lama kemudian, suara ketukan terdengar dipintu kamar mereka. Rasya segera berjalan kearah pintu dan membukanya, terlihat empat orang seniornya yang terlihat sangat tampan telah menunggunya.


Viona sangat suka melihat Ardhian, pria itu berhasil mencuri posisi didalam hati gadis itu. Namun sepertinya itu hanya mimpi belaka, karena ia merasa tak akan mampu bersaing dengan Rasya.


Viona terus memandang kearah Ardhian yang sedang menyuapi Rasya, sesekali gadis itu mengeratkan genggamanya pada garpu dan pisau yang sedang ia pegang. Ia merasa cemburu melihat kedekatan Rasya dan Ardhian, nafasnya memburu, dalam hati kecilnya ia sangat ingin berada diposisi Rasya.


***Hallo Readers***


Terimakasih atas dukungannya untuk novel "KEKASIH ONLINE" dan tetap setia dukung novel ini terus ya ! Jangan lupa like, coment, and share novel ini ya.


Salam manis dari Rasya dan Ardhian πŸ€—πŸ˜˜


Oh iya hampir aja kelupaan, jangan lupa untuk VOTE novel ini juga ya..

__ADS_1


Bye Bye and See u next timeπŸ€—πŸ€—


__ADS_2