
*****
"MASIH PART MEJA MAKAN"
Rasya, Ardhian, Galih dan Dina masih fokus dengan sarapannya, tak ada sepatah kata pun yang berhasil lolos dari mulut mereka masing masing. Suasana hening, canggung, dan dingin, namun untung saja kehangatan masakan Ardhian mampu memberikan kehangatan dihati Galih, Dina, dan tentunya Willend. "Oops !" Saat ini masih Rasya.
"Apakah kalian ada jam kuliah pagi ini ?" Tanya Galih memecahkan keheningan yang menyeramkan itu.
"Hmm, aku tidak ada !" Ucap Dina.
"Dan kau Rasya ?" Tanya Galih kembali.
"Huem, aku tidak ada jadwal kuliah pagi ini. Akan tetapi, aku harus keruangan penelitian profesor Albert untuk mengerjakan sesuatu." Jawab Rasya dengan suara lembutnya tanpa berani menatap ke arah Ardhian.
"Kau tidak perlu keruangan penelitian hari ini Rasya. Sebaiknya kau istirahat terlebih dahulu." Ucap Ardhian.
"Hmm, Aku setuju dengan Ardhian ! Aku akan mengantar kalian kembali keasrama setelah ini untuk beristirahat." Ucap Galih.
"Hmm Tidak perlu kak Galih, bukankah mobil mu hanya muat untuk dua orang. Sebaiknya kau antar Dina saja, aku bisa kembali dengan menggunakan taksi online." Jawab Rasya seraya mengulas senyum manisnya.
"No ! Aku tidak akan membiarkan mu pergi sendirian lagi." Tegas Dina.
"Galih, Kau bisa mengantar kekasihmu untuk kembali keasrama ! Biar Rasya aku yang mengantarnya." Ucap Ardhian.
Mendengar kata kata "kekasih" membuat Dina menjadi salah tingkah. Dina merasa malu hingga wajahnya bersemu merah dan terasa panas, hingga membuat ia mengipas ngipaskan tangannya pada wajahnya.
"Kau kenapa Dina ? Apa kau demam ? Mengapa wajah mu terlihat merah ?" Tanya Rasya dengan perasaan bingung.
__ADS_1
"Hmm Aku tidak kenapa kenapa Sya, hanya saja nasi goreng ini masih sedikit panas,dan aku lupa meniupnya." Ucap Dina dengan wajahyang semakin bersemu merah.
Tingkah polos Rasya berhasil membuat Ardhian tersenyum tipis, untung saja ketiga insan yang lain tidak menyadari hal itu. "Kau benar benar sangat polos Willend ! Sepertinya aku harus bekerja keras untuk mengajarimu banyak hal." Batin Ardhian.
"MENGANTAR PULANG"
Mereka berempat telah selesai sarapan, Rasya dan Dina juga telah selesai mencuci seluruh peralatan makan yang mereka berempat gunakan tadi dan menyusunnya pada rak yang ada disamping westafel.
"Kalian sudah selesai ?" Tanya Galih yang berada dipintu dapur.
"Hmmm" gumam kedua gadis itu seraya menganggukkan kepalanya.
"Baiklah ! Kalau begitu kita kembali keasrama sekarang ya !" Ucap Galih, dan dibalas anggukan oleh kedua gadis itu.
Kedua gadis itu segera mengikuti langkah kaki Galih, dan berjalan dibelakangnya. Terlihat sosok Ardhian telah menunggu mereka dikursi teras rumah itu.
Ardhian menganggukkan kepalanya dan segera berjalan kearah pintu rumah untuk mengunci pintu itu. Dina mengikuti Galih menuju mobilnya, sedangkan Rasya berjalan dibelakang Ardhian mengikuti langkah kakinya. Setelah sampai disisi mobilnya, Ardhian segera membukakan pintu mobil untuk Rasya, dan kembali menutupnya setelah gadis itu duduk dengan nyaman. Kemudian Ardhian berlalu kekursi kemudi.
Ardhian menatap kearah Rasya yang berada disampingnya dengan tatapan yang sangat dalam, dan berhasil membuat Rasya salah tingakah. Pria itu mendekatkan dirinya kearah Rasya, hingga berhasil memotong jarak diantara mereka. Aroma parfum maskulin Ardhian terasa sangat lembut dihidung Rasya, dan membuat Rasya menutup mata.
"Apa yang senior lakukan ?" Batin Rasya seraya meremas lengan hodie yang ia kenakan.
Ardhian menarik seatbelt yang ada disamping Rasya, Sepersekian detik kemudian ia telah berhasil memasangkan seatbelt itu dengan sempurna.
"Ingat untuk selalu mengenakan seatbelt Rasya." Ucap Ardhian.
"Huuuush" Rasya mencoba menenangkan dirinya dengan menarik nafas panjang. " Apa yang telah kau pikirkan Rasya !" Gerutu Rasya dalam hati.
__ADS_1
Mereka segera melanjutkan perjalanan menuju asrama kampus Universitas Tirtawijaya. Sepanjang perjalanan Rasya dan Ardhian hanya hening, tak ada satu pun yang berani memulai pembicaraan. Rasya sangat canggung berada didekat sang idola kampus itu.
"Terimakasih senior !" Ucap Rasya yang mencoba membuka gembok dimulutnya.
"Hmm ?" Ucap Ardhian mengerutkan keningnya.
"Terimakasih karena semalam telah menyelamatkan ku !" Ucap Rasya kembali.
"Huem, kau sudah mengingatnya ?" Tanya Ardhian.
"Hmm" gumam Rasya menganggukkan kepala.
"Kau harus meningkatkan kewaspadaan Rasya ! Jangan keluar malam sendirian lagi." Ucap Ardhian.
γ
γ
*Hallo readers π€
Terimakasih atas dukungannya untuk novel "KEKASIH ONLINE" dan tetap setia dukung novel ini terus ya ! Jangan lupa like, comennt, and share novel ini ya.
Salam manis dari Rasya dan Ardhian π€π
Oh iya hampir aja kelupaan, jangan lupa untuk VOTE novel ini juga ya..
Bye Bye and See u next timeπ€π€
__ADS_1