Kelahiran Kembali Sang Miliarder

Kelahiran Kembali Sang Miliarder
Bab 18


__ADS_3

Andre mengeluarkan lima gepok uang dari dalam kardus, lalu menyerahkan uang itu pada Dimas. Dimas menerima uang itu.


Andre mengulurkan tangan ke arah Dimas.


"Utangku sudah lunas. Kamu harus mengembalikan surat pernyataan peminjaman padaku," ucap Andre.


Setelah mendengarkan kata-kata Andre, Dimas mengeluarkan surat pernyataan peminjaman dari saku sambil tersenyum lebar.


Sebenarnya, Andre hanya meminjam tiga ratus juta dari Dimas.


Enam ratus juta yang Andre bayar sudah termasuk bunga pinjaman. Dimas meminta tambahan sebanyak seratus juta karena Dimas ingin mendapatkan uang secara cuma-cuma!


Andre mengambil surat pernyataan peminjaman, lalu mengeluarkan sebatang rokok dan meletakkan rokok di mulut.


Kemudian, Andre menyalakan korek gas untuk membakar surat pernyataan peminjaman. Setelah itu, Andre menyalakan rokok dengan surat pernyataan peminjaman


Dimas tertawa dingin saat melihat tingkah laku Andre yang terkesan angkuh. Dimas berbalik dan berniat untuk pergi.


"Sudah, utangmu sudah lunas, selamat tinggal ...."


Dimas mengajak anak buahnya untuk keluar dari rumah


Andre.


Andre mengisap rokok yang telah dia nyalakan, lalu mengembuskan asap rokok.


"Tunggu sebentar!"


"Dimas!"


"Aku sudah melunaskan utang, tapi kamu belum!"


"Kamu menampar istriku dua kali dan menahannya di sini!"


"Bagaimana caramu melunaskan utang ini?"


Andre mendongakkan kepala. Tatapan Andre terlihat kejam. Andre seolah-olah ingin membunuh Dimas. Semua orang langsung ketakutan setelah melihat tatapan Andre.


Andre sudah berdagang selama belasan tahun dan pernah bertemu dengan berbagai macam orang.


Bagi Andre, orang seperti Dimas bukan apa-apa!


Menurut Andre, Dimas adalah orang yang sangat tidak berguna. Orang seperti ini tidak berhak melawan Andre!


"Memangnya apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Dimas dengan nada meremehkan.


Andre membalikkan kardus berisi uang. Seluruh uang di dalam kardus ada di atas meja sekarang. Kemudian, Andre mendongakkan kepala.


"Aku tahu kalian semua adalah anak buah Bos Dimas. Beberapa dari kalian sudah bekerja padanya cukup lama. Bos kalian sangat kaya, tapi sayangnya uang yang kalian dapatkan nggak banyak."


"Dia hanya butuh berbicara untuk mendapatkan tujuh ratus juta dariku. Bagaimana dengan kalian?"


"Berapa jumlah uang yang kalian dapatkan setiap hari?"

__ADS_1


"Seratusan ribu atau dua ratus ribu?"


"Aku punya lima ratus juta!"


"Aku akan memberi kalian sebuah kesempatan!"


"Mulai dari sekarang sampai kalian keluar dari rumah ini, barangsiapa yang berani menujah Dimas akan mendapatkan dua puluh juta dariku!"


"Aku meletakkan uangnya di sini. Aku pasti akan menepati janji!"


"Kalian mau jadi anak buah selamanya atau menggunakan kesempatan ini untuk menggantikan bos kalian?"


"Pikirkan baik-baik!"


Keringat dingin menetes dari dahi Dimas.


Beberapa anak buah yang dia bawa sudah bekerja padanya selama bertahun-tahun.


Ada pula yang baru bekerja padanya selama beberapa


bulan. Kebanyakan anak buah yang sudah bekerja lama


pernah ditipu dan dicelakai Dimas!


Anak buah yang baru bekerja pada Dimas ingin mendapatkan banyak uang.....


Apa yang Andre katakan memang benar. Jumlah uang yang anak buah Dimas dapatkan tidak banyak. Meskipun Dimas harus menyerahkan sebagian uang yang dia dapatkan pada atasan, jumlah uang yang Dimas dapatkan masih lumayan banyak.


Dibandingkan dengan ratusan juta uang tunai yang Andre letakkan di atas meja, ratusan ribu yang Dimas berikan pada anak buahnya jelas bukan apa-apa.


Tangan yang Dimas letakkan di belakang punggung mulai gemetar. Dimas tidak menyangka Andre berani menggunakan cara seperti ini!


"Jangan dengarkan omong kosongnya. Memangnya dia akan memberi kalian uang kalau kalian benar-benar menujahku?"


"Dia sangat miskin selama ini. Dia mendadak punya uang, jadi dia sombong!"


Dimas mengatupkan gigi.


Andre tertawa dingin seraya mengisap rokok. Lalu, Andre melemparkan segepok uang ke arah anak buah Dimas.


"Gunakanlah dua puluh juta ini untuk beli rokok dulu!"


"Aku nggak pernah ingkar janji!"


"Aku sudah bayar enam ratus juta pada Dimas untuk melunaskan utang. Dua puluh juta bukan apa-apa bagiku."


Jessy yang sedang berdiri di samping menarik Andre karena merasa agak takut.


Orang-orang ini adalah anak buah Dimas. Menurut Jessy, orang-orang ini tidak akan menerima sogokan Andre!


Jessy berpikir, 'Kalau sampai Dimas marah, aku dan Andre akan mati di sini hari ini!"


Dimas menggertakkan gigi. "Andre, ini melanggar hukum!"

__ADS_1


Andre tertawa dingin dan melempar rokok ke lantai.. Kemudian, Andre menginjak rokok itu untuk memadamkan api rokok.


"Dimas, kamu berani bilang aku melanggar hukum?"


"Kamu sendiri sudah sering melanggar hukum, 'kan?"


Apa yang Dimas lakukan di kehidupan yang lalu sangat mengerikan. Dimas tidak hanya membunuh istri dan anak. perempuan Andre!


Orang seperti Dimas tidak pantas hidup di dunia ini!


"Semuanya, dengarkan baik-baik, jumlah uang yang akan kalian dapatkan bertambah!"


"Orang yang menujah Dimas akan mendapatkan seratus juta!"


"Bos kalian nggak akan mati hanya karena ditujah satu kali...."


"Kemudian, kalian bisa dapat seratus juta. Bukankah ini sangat menguntungkan?"


"Aku cuma punya empat ratusan juta. Hanya empat orang


yang punya kesempatan untuk mendapatkan uang. Siapa


cepat dia dapat!"


"Kalian pikirkan baik-baik...."


Andre mendongakkan kepala.


Sekujur tubuh Dimas gemetar. Pada saat Dimas hendak berbicara....


Salah satu anak buah yang ada di belakang Dimas menujah paha Dimas tanpa ragu-ragu.


Srak! Orang ini mencabut pisau dari paha Dimas, lalu menujah Dimas sekali lagi!


Dimas berteriak dengan kuat karena kesakitan. Darah segar seketika menyembur ke mana-mana.


Dimas langsung terkapar di lantai. Dia berguling-guling di lantai dengan sengsara sambil memegang paha.


Dimas menoleh dan memandang anak buah yang menujahnya dengan tatapan tidak percaya. Anak buah ini mengutarakan kesetiaan pada Dimas sebelum mereka datang mencari Andre!


Kini, anak buah ini malah menujah Dimas demi mendapatkan dua ratus juta!


"Kamu ...."


Anak buah ini masih sedang memegang pisau. Tangannya gemetar. "Bos, ibuku sedang diopname karena sakit. Aku butuh dua ratus juta. Aku mempertaruhkan nyawa untuk bekerja padamu, tapi aku cuma dapat empat puluh juta dalam setahun. Lima tahun, ibuku nggak bisa menunggu lima tahun!"


"Maaf, Bos. Kamu nggak memperlakukanku dengan baik, jadi jangan salahkan aku atau bilang aku nggak setia."


Andre melemparkan dua ratus juta ke arah anak buah yang menujah Dimas. Kemudian, Andre memukul meja dengan angkuh!


"Masih ada dua kesempatan! Siapa cepat dia dapat!"


"Sudah ada orang yang turun tangan! Semuanya, masih belum terlambat untuk bertindak sekarang!"

__ADS_1


Anak buah lain mulai tergoda....


Dimas sangat marah. Dia berbalik dan memandang Andre dengan tatapan emosi. Dimas tampak seperti ingin menelan Andre hidup-hidup!


__ADS_2