
Amir menghela napas. Sebenarnya, kedudukan Amir sangat tinggi. Amir tidak perlu bersikap begitu sopan pada Andre.
Namun, masalah yang sedang Amir hadapi sudah tidak dapat dikendalikan sekarang. Perusahaan Listrik Provinsi Damur sudah berusaha melakukan segalanya, tapi hasilnya tetap tidak memuaskan.
Amir hanya bisa meminta bantuan Andre. Namun, Amir juga tidak tahu apakah Andre bisa membantunya, serta seberapa banyak bantuan yang bisa Andre berikan.
Akan tetapi, berhubung Andre bisa mengetahui masalah yang sedang Perusahaan Listrik Provinsi Damur hadapi, Andre pasti bisa menemukan solusi untuk masalah ini juga.
Tatapan Andre menggelap. Ekspresi Andre tidak terlihat santai seperti tadi lagi.
"Pak Amir, dibandingkan denganku, kamu lebih paham tentang masalah yang sedang Perusahaan Listrik Provinsi Damur hadapi. Aku juga pernah mengatakan ini pada Pak Evan. Sebenarnya, masalah yang sedang kalian hadapi bisa disimpulkan dalam dua kata, yaitu kekurangan uang!"
"Kalian memang memalsukan laporan keuangan, tapi banyak perusahaan terdaftar lain di Intrana juga memalsukan laporan keuangan. Jika dijelaskan dengan
bahasa kasar, ini namanya memalsukan laporan keuangan. Jika dijelaskan dengan bahasa halus, ini namanya membuat perencanaan keuangan."
"Kalau ingin menyelamatkan Perusahaan Listrik Provinsi Damur, ada tiga hal yang harus dilakukan!"
Andre menatap Amir sambil mengacungkan tiga jari.
Amir mengangguk. Amir mulai bekerja di Perusahaan Listrik Provinsi Damur sejak era revolusi. Amir bekerja keras dan terus naik pangkat, hingga akhirnya menjadi direktur Perusahaan Listrik Provinsi Damur.
Amir mampu mengelola perusahaan, tapi kurang paham tentang cara mengelola keuangan. Saat Perusahaan Listrik Perusahaan Damur didaftarkan di pasaran dulu, Amir belum menjadi direktur Perusahaan Listrik Perusahaan Damur.
Jadi, meskipun penghasilan Perusahaan Listrik Perusahaan Damur meroket dalam beberapa tahun terakhir, jumlah utang yang diakibatkan oleh laporan keuangan palsu malah menjadi makin banyak....
"Pertama-tama, lepas industri periferal!"
Andre menatap Amir. Amir tertegun.
"Industri periferal?"
Andre tersenyum dan berkata, "Perusahaan Listrik Provinsi Damur seharusnya fokus pada industri kelistrikan. Perusahaan kalian telah memonopoli pasar. Kebanyakan penghasilan kalian berasal dari industri ini. Industri lain seperti properti, keuangan, investasi dan lain-lain adalah industri periferal yang nggak terlalu penting."
"Kini, kalau ingin mempertahankan Perusahaan Listrik Provinsi Damur, Pak Amir harus berani mengambil risiko dan melepaskan seluruh industri lain!"
"Jual aset yang berhubungan dengan industri-industri periferal ini, atau langsung gadaikan ke bank. Jadi, kalian akan punya uang tunai yang cukup."
__ADS_1
"Setelah punya uang, kamu bisa melakukan langkah selanjutnya!"
Andre berhenti berbicara sejenak dan bersandar di kursi.
"Pak Amir, Anda harus memberitahuku sesuatu. Berapa jumlah uang yang ada di dalam rekening Perusahaan
Listrik Provinsi Damur sekarang?"
Andre menatap Amir.
Amir mengulurkan tangan, lalu menunjukkan angka satu dan enam dengan jarinya.
"Seratus enam puluh miliar?" Amir mengangguk.
Andre menarik napas dalam-dalam. Kondisi perusahaan ini lebih buruk daripada yang dia bayangkan.
Seratus enam puluh miliar terdengar banyak. Akan tetapi, setelah dipotong dengan gaji karyawan, biaya pemeliharaan mesin, biaya peningkatan saluran, biaya administrasi sehari-hari, biaya penjualan, biaya bongkar pasang, biaya transportasi, serta biaya membeli bahan baku, jumlah uang yang dapat digunakan bisa dibilang kurang dari enam puluh miliar.
Apa gunanya enam puluh miliar bagi Perusahaan Listrik
Provinsi Damur?
Penghasilan Perusahaan Listrik Provinsi Damur setiap tahun sangat banyak. Jumlah uang yang perusahaan ini miliki seharusnya tidak sesedikit ini.
Namun, listrik dan gas tidak hanya digunakan oleh penduduk.
Ada banyak perusahaan negeri di Provinsi Damur. Dalam beberapa tahun terakhir, ada banyak pabrik dan perusahaan yang tidak mendapatkan banyak keuntungan. Berhubung Perusahaan Listrik Provinsi Damur juga merupakan perusahaan negeri, mereka menunda pembayaran biaya listrik dan gas sebisa mungkin.
Bahkan ketika Perusahaan Listrik Provinsi Damur mengancam untuk memutus gas dan listrik, tak lama kemudian akan ada orang yang datang. Orang ini akan menyuruh Perusahaan Listrik Provinsi Damur memulihkan pasokan listrik dan gas.
Pembayaran biaya listrik dan gas ditunda selama bertahun-tahun, hingga saat Amir menjadi direktur Perusahaan Listrik Provinsi Damur.
Rekor waktu terpanjang dipegang oleh suatu pabrik.
Pabrik ini sudah tidak membayar biaya listrik dan gas selama lebih dari tujuh tahun.
Hanya pabrik ini saja sudah berutang sebanyak puluhan miliar.
__ADS_1
Jika listrik dan gas diputus, pabrik itu makin tidak bisa mendapatkan penghasilan, juga makin tidak sanggup membayar biaya listrik dan gas. Namun, jika listrik dan gas tidak diputus, perusahaan yang menunda pembayaran biaya listrik dan gas akan terus berutang.
Dalam keadaan seperti ini, meskipun Amir sangat hebat, Amir tetap tidak sanggup menutupi kekurangan dana sebesar ini!
Lagi pula, Amir tidak bisa menyelesaikan masalah ini. Masalah ini terbentuk seiring waktu. Jika Amir berterus terang tentang kekurangan dana, maka habislah Perusahaan Listrik Provinsi Damur. Pilihan satu lagi adalah mempertahankan kejayaan palsu.
Amir belum punya fondasi yang kokoh saat itu, jadi Amir memilih pilihan kedua. Namun, masalah ini menjadi makin parah. Masalah ini tampaknya akan menghancurkan Perusahaan Listrik Provinsi Damur sekarang. Amir sudah harus bertindak.
Akan tetapi, ketika Amir ingin menyelesaikan masalah ini, Amir sudah tidak mampu menemukan solusi.
Andre menyalakan sebatang rokok. "Ada enam puluh miliar di dalam rekening, ditambah dengan uang yang akan didapatkan setelah menjual aset periferal, maksimal akan ada tiga ratus miliar. Meskipun nggak terlalu banyak, setidaknya sudah cukup...."
"Selanjutnya adalah tahap kedua. Tahap ini sangat mudah. Umumkan bahwa Elektronik Damur akan dipisahkan dari perusahaan induk. Selain itu, Elektronik Damur akan membeli saham beberapa perusahaan semikonduktor yang terkenal. Pada saat yang sama, publikasikan masalah keuangan, bayar denda, lalu tuntut seluruh perusahaan di Provinsi Damur yang berutang!"
Amir awalnya sedang minum. Setelah Amir mendengar apa yang Andre katakan, Amir nyaris menyemburkan teh yang ada di dalam mulutnya.
Memublikasikan masalah keuangan!
Amir berpikir, 'Gawatlah aku kalau hal ini dipublikasikan!'
"Pak Andre, hal ini nggak boleh dipublikasikan. Kalau masalah keuangan dipublikasikan, harga saham Perusahaan Listrik Provinsi Damur pasti akan merosot drastis. Kemudian, perusahaan ini nggak akan bisa diselamatkan lagi!"
Amir berbicara dengan menggebu-gebu.
Evan yang ada di samping juga merasa strategi ini tidak bagus.
Perusahaan Listrik Provinsi Damur sedang berada di ambang kebangkrutan. Demi menghindari hal ini terjadi, mereka berusaha mencari cara untuk menutupi kekurangan dana.
Namun, Andre malah memilih untuk mengekspos skandal
ini sendiri!
Bukankah ini sama saja sedang mencari mati?
Andre tertawa dingin. "Pak Amir, Perusahaan Listrik Provinsi Damur ibarat sebuah pesawat yang harus melakukan pendaratan darurat sekarang. Hanya ada dua cara untuk mendarat. Cara pertama adalah mendarat secara perlahan, cara kedua adalah mendarat secara paksa."
"Apa yang aku maksud dengan mendarat secara perlahan? Manfaatkan keunggulan pengoperasian untuk menutupi defisit secara perlahan. Akan tetapi, waktu yang dibutuhkan amat sangat lama. Saking lamanya, kalian nggak akan bisa bersaing dengan pabrik-pabrik yang berutang pada Perusahaan Listrik Provinsi Damur."
__ADS_1
"Setiap peser uang yang kamu dapatkan akan digunakan untuk membayar utang pabrik-pabrik itu."