
"Seandainya adik ipar bekerja di perusahaan yang nggak bonafide lagi.....
Hendi bicara dengan nada serbasalah. Sementara Andre hanya tertawa dingin dengan singkat. Jelas sekali jika Hendi berniat mendapat bantuan Andre dengan gratis. Masalah hak cipta gaya penulisan, Andre boleh tidak perhitungan dengan Hendi. Namun, jika Hendi ingin solusi gratis. Rasanya sedikit tidak tahu diri.
Andre dapat menerima kebaikan Hendi yang telah menerima Jessy bekerja di Desain Selaras, tetapi Andre telah memberi tahu Hendi tentang hak cipta gaya penulisan. Bisa dibilang, Andre telah membalas kebaikan Hendi.
Mengenai Hendi yang tidak percaya dan langsung memecat Jessy di depan umum, masalah ini perhitungannya lain lagi.
Sekarang Hendi berharap dengan kembalinya Jessy bekerja di Desain Selaras, lalu Andre akan membantu Hendi untuk menyelesaikan masalah gambar desain.
Andre tidak akan marah pada Hendi dalam masalah bisnis
Sekarang Andre dapat berdiskusi secara baik-baik dengan Hendi karena telah menenangkan Jessy.
"Pak Hendi, ada banyak solusi untuk menyelesaikan masalah ini. Ada satu masalah yang membutuhkan bantuanmu....
"Kalau kamu dapat membantuku, masalah yang buruk bisa berubah menjadi hal baik...."
Andre juga tersenyum kepada Hendi.
Hendi tertegun untuk sejenak, masalah perusahaannya sudah sangat buruk. Kini Desain Selaras miliknya nyaris bangkrut.
Namun, Andre malah berkata, masalah yang buruk dapat berubah menjadi hal baik.....
"Andre, kamu jangan main tebak-tebakan lagi. Aku mengaku kalah dengan kemampuanmu. Kalau aku tidak lebih tua beberapa tahun dari kamu, aku pasti sudah memanggilmu dengan sebutan Kakak!"
Hendi kini sangat panik.
Andre mengeluarkan sebatang rokok, lalu menyalakannya dengan perlahan dan mulai mengisap rokoknya.
"Aku punya seorang putri, tahun ini berusia empat tahun. Dia sudah waktunya bersekolah. Sekarang putriku tinggal dengan istriku. Pak Hendi, tolong carikan TK untuknya. Kalau masalah ini sudah selesai, aku akan segera menyerahkan solusinya...."
"Hal ini bukan hanya hal buruk untuk Desain Selaras, melainkan hal yang sangat baik. Hal ini dapat menjadikan Desain Selaras menjadi perusahaan desain terbaik di Kota Surawa dalam sekejap!"
Hendi kini sangat kebingungan.
Membantu Andre mencari TK untuk putrinya?
Hal itu hanya masalah kecil bagi Hendi....
"Andre, kamu tenang saja. Percayakan masalah anakmu kepadaku. Aku pasti akan membereskannya malam ini juga!"
__ADS_1
"Tapi, Andre... masalah perusahaan tidak bisa ditunda. Ini masalah hidup dan mati. Jarak pemeriksaan dari perusahaan di Kota Senna tinggal tiga hari lagi!"
"Takutnya tidak sempat kalau ditunda satu hari lagi."
Andre menyuruh Hendi untuk tenang.
"Pak Hendi, masih sempat. Besok aku akan mengirimkan cara penyelesaiannya...."
"Aku masih ada urusan. Permisi dulu." Andre mengajak Bastian pergi dari kantor Desain Selaras.
Bastian ikut di belakang Andre sambil menelan ludah. Dia memang percaya pada Andre, tetapi dia tidak menyangkal Andre ternyata begitu luar biasa seperti ini....
Saat mereka berdua baru masuk ke perusahaan itu, Hendi masih bersikap angkuh dan sombong.
Kenapa saat mereka berdua keluar, Hendi malah seperti pelayan Andre....
Hendi rasanya ingin memberi medali penghargaan untuk Andre.
"Kamu... kamu hebat sekali!"
Bastian angkat jempol sambil membelalakkan mata.
Andre hanya tersenyum, tetapi tidak seantusias Bastian. Andre telah menghadapi banyak ujian di kehidupan yang lalu. Dia telah mengalami terlalu banyak hal, sekarang hanya Jessy dan putrinya, Feli saja yang dapat membuat Andre tidak tenang. Selebihnya, semua masalah tidak ada artinya bagi Andre.
Andre ingin membayar penyesalan dan rasa bersalah pada kehidupannya yang lampau.
Andre hanya dapat menghela napas mengenai sikap istri dan ayah mertuanya. Dia juga tidak punya cara lain, semua itu akibat perbuatannya sendiri. Andre harus menebus kesalahannya secara perlahan.
Cepat atau lambat, Jessy akan menyadari perubahannya. Tunggu sampai saatnya tiba, Jessy pasti akan kembali menyukai Andre dan kembali ke samping Andre bersama dengan Feli.
"Semuanya karena nasib baik....
"Aku bisa dianggap menang soal taruhan dengan Pak Hendi. Pak Bastian, tolong kamu atur pertemuanku dengan Pak Martin."
"Sekarang, aku boleh membahas masalah bisnis di antara kami." Andre melihat ke arah Bastian.
Bastian angkat tangan dan berkata, "Kak Andre, aku lebih kecil dua tahun dari kamu. Kalau kamu nggak keberatan, jangan panggil aku Pak Bastian lagi. Panggil saja aku Bastian."
"Tapi masalah ini, cukup kita bahas secara pribadi saja. Ayahku di rumah juga memanggilmu Andre...."
"Kalau harus mengikuti panggilan ayahku, takutnya aku harus memanggilmu dengan sebutan Paman."
__ADS_1
Bastian menghela napas panjang, ayahnya itu benar-benar menyebabkan orang sakit kepala, tetapi tetap orang yang mengagumkan bagi Bastian.
Ayahnya terlalu bersemangat dan berkata bahwa Andre adalah kenalan lamanya. Kemudian, memaksa Bastian memanggil Andre dengan sebutan Paman.
Namun, kemampuan ayahnya dalam menilai seseorang malah sangat hebat.
Pertama-tama, ayahnya dapat mengenali Martin yang merupakan orang terkaya di Kota Surawa. Kini, ayahnya mengenali Andre. Hal ini menyebabkan Bastian sebagai putranya merasa kagum.
"Baiklah, Bastian...."
"Tolong, bantu aku menghubungi Martin. Kami adalah teman lama dan sudah belasan tahun tidak bertemu. Nggak tahu nyalinya yang penuh keberanian kini tinggal berapa banyak...."
Andre tertawa pahit. Dia dan Martin di kehidupan yang lampau adalah teman, tetapi mereka juga saingan. Sebagai pria terkaya di Kota Surawa yang muda dan sehat bugar, tentu tidak akan puas hanya dengan menguasai Kota Surawa.
Sejak lama saat Andre dan Martin dipanggil dengan sebutan Sepasang Pahlawan Kota Surawa, Martin sebenarnya sudah berniat melebarkan bisnisnya hingga ke Provinsi Damur.
Sayangnya, semua berakhir dengan kegagalan setelah
mencoba sebanyak tujuh kali berturut-turut....
Akhirnya Andre keluar dari Kota Surawa, sementara Martin terkurung untuk seumur hidupnya di Kota Surawa.
Bastian sedikit tertegun ketika mendengarkan ucapan Andre.
"Kak Andre, apa sebelumnya kamu mengenal Martin?"
Andre tersenyum pahit, lalau mematikan rokok di tangannya.
"Bisa dianggap kenal...."
Perumahan Larumnas.
Jessy pulang kerja dan kembali ke lantai bawah di gedung apartemennya. Jessy membawa sekantong makanan berisi buah dan iga. Gaji yang diberikan sebelumnya masih tersisa banyak.
Sekarang Jessy sudah naik pangkat, jadi dia membeli berbagai macam makanan untuk Feli.
Jessy naik ke lantai atas, lalu masuk ke dalam rumah. Linda, ibunya Jessy sedang memasak. Dia sedikit tertegun ketika melihat Jessy yang membawa banyak bungkusan.
"Kenapa kamu pulang dan membeli begitu banyak barang?"
Jessy tersenyum dan berkata, "Aku hari ini naik pangkat dan lewat pasar. Jadi, membeli beberapa barang. Semuanya adalah makanan kesukaan Feli."
__ADS_1
Linda mengernyitkan alisnya.
"Bukannya kamu kemarin baru diterima kerja. Kenapa sekarang sudah naik pangkat?"