Kelahiran Kembali Sang Miliarder

Kelahiran Kembali Sang Miliarder
Bab 25


__ADS_3

"Andre, kamu benar-benar nggak berubah. Kamu nggak bisa melakukan apa-apa selain mengacau!"


"Kamu pikir aku dan Feli akan kembali kalau kamu bersikap seperti ini?"


Mata Jessy memerah. Jessy menjadi makin emosi saat sedang berbicara. Jessy terus menatap Andre, sementara urat di tangan yang sedang Jessy gunakan untuk membawa kardus menonjol.


"Jangan harap!"


"Aku lebih memilih untuk mati kelaparan di luar daripada pulang denganmu!"


"Kita sudah menikah enam tahun. Aku benar-benar nggak menyangka bahwa kamu begitu nggak tahu malu!"


Jessy mengangkat tangan dan hendak menampar wajah


Andre.


Pada saat ini, Hendi mendadak muncul dan menarik Andre.


"Andre, aku tahu nggak peduli bagaimanapun kamu tetap nggak akan memaafkanku...."


"Jessy, simpan formulir pengunduran dirimu!"


"Kembalilah ke bangkumu. Aku akan memberimu gaji dua kali lipat. Selain itu, kamu akan langsung naik pangkat jadi ketua tim!"


"Aku, Hendi, bersumpah, aku nggak akan memecat Jessy selama Desain Selaras masih ada!"


"Andre, tolong beri aku satu kesempatan lagi!"


Nada bicara Hendi terdengar sangat sopan. Hendi sebenarnya tidak keberatan untuk berlutut pada Andre di hadapan semua orang. Hendi tahu hanya Andre yang bisa menolongnya sekarang.


Bahkan Hendi pun tidak sadar karya perusahaannya bermasalah, tapi Andre langsung tahu bahwa ada masalah dalam draf desain. Andre mana mungkin adalah penganggur biasa!


Hendi sudah sadar bahwa dia terlalu meremehkan Andre selama ini!


Jessy merasa bingung. Mengapa presdir Desain Selaras bersikap merendah pada Andre?


Jangan-jangan Andre tahu aib Hendi?


"Pak Hendi, kalau Andre bersalah pada Anda, saya akan mewakilkan Andre untuk meminta maaf pada Anda...."


"Tenang saja, saya sudah menyerahkan formulir pengunduran diri. Saya akan meninggalkan Desain Selaras sekarang juga."


"Tolong maafkan Andre, jangan mempersulit dia lagi...."


Jessy menyimpan emosi terpendam dan dia juga tidak mungkin melihat Andre masuk penjara.


Andre masih bisa selamat jika menyinggung orang seperti Dimas.


Namun, saat menyinggung Hendi, dia dapat menemukan ratusan cara untuk membuat Andre masuk penjara.

__ADS_1


Hubungan suami istri untuk seumur hidup. Andre memang menyebabkan Jessy kehilangan pekerjaan yang sudah sulit didapatkannya. Jessy sangat benci pada Andre, tetapi dia tetap tidak tega..


Hendi tertawa pahit dan berkata, "Adik ipar, apa yang kamu katakan? Kamu tenang-tenang saja bekerja di Desain Selaras!"


"Selama ada aku, Hendi, sebagai Presdir. Nggak akan ada orang yang berani memecatmu!"


"Siapa yang berani menindas dan menjahatimu, tinggal beri tahu aku!"


Hendi sengaja merendah di depan Jessy karena dia tahu, sikap Andre tidak penting. Sikap Jessy yang terpenting. Asalkan Jessy tetap bekerja di Desain Selaras.


Maka Desain Selaras masih bisa diselamatkan!


Jessy terdiam, lalu melihat ke arah Andre. Jessy masih bingung kenapa Hendi begitu mengagumi Andre?


Jessy telah menikah selama enam tahun dengan Andre, dia tahu betul seperti apa karakter Andre.


"Pak Hendi, apa kamu enggak salah...."


Jessy sedikit serbasalah.


Andre melihat emosi Jessy yang memuncak telah setengah mereda.


Andre memberi tahu masalah dalam perusahaannya kepada Hendi, tujuannya agar Desain Selaras tidak bangkrut dan Jessy tidak sampai kehilangan pekerjaannya.


Namun, siapa sangka Hendi begitu tega dalam bertindak dan langsung memecat Jessy hari itu juga!


Hendi melihat Andre tidak pergi lagi dan langsung mengernyitkan alis dengan wajah kesal. Kemudian, dia membentak dengan kasar, "Siapa yang menyuruh adik iparku berhenti kerja?"


Atasan langsung Jessy yang bernama Ketua Sandy didorong maju dari belakang oleh orang lain.


Ketua Sandy kelihatan sedikit ketakutan. "Pak Hendi, Anda yang menyuruh saya...." Hendi tertawa dingin.


"Sandy Julianto!"


"Apa kamu anggap aku sudah enggak ada?"


"Adik iparku juga berani kamu pecat!"


"Cepat kemasi barang-barangmu dan ambil gaji ke bagian keuangan. Enyah dari sini!"


"Kamu dipecat!"


Ketua Sandy tampak kebingungan. Padahal tadi Hendi yang memberi perintah agar dia memecat Jessy.


Mengapa dalam waktu singkat malah dirinya yang dipecat?


"Pak Hendi, apa Anda nggak salah?"


"Kenapa Anda malah memecatku...."

__ADS_1


Ketua Sandy tampak ingin menjelaskan sesuatu, tetapi Hendi sama sekali tidak mendengarkan. Hendi menyuruh satpam menyeret Sandy keluar dan membawanya ke bagian keuangan untuk menghitung gaji. Setelah itu segera keluar!


Hendi menoleh, lalu melihat ke arah Jessy dengan wajah penuh senyum. Dia membantu Jessy mengambil kotak, lalu memberikan kotak itu pada salah satu karyawan.


"Cepat, bersihkan tempat duduk Sandy. Mulai hari ini, Jessy adalah ketua tim kalian yang baru!"


Padahal hanya dalam waktu dua hari, dari seorang karyawan rendahan langsung naik menjadi ketua tim. Jangan bilang di Desain Selaras, bahkan kejadian semacam ini sangat jarang di seluruh Kota Surawa.


Mulut Jessy terbuka lebar tanpa bisa bicara. Wajahnya tampak terkejut karena Jessy tidak mengerti. Hendi yang baru saja akan memecatnya, dalam sekejap mata malah mengangkatnya sebagai ketua tim.


Gaji Sandy jauh lebih besar satu kali lipat jika dibandingkan dengan Jessy.


Satu bulan 16 juta rupiah di Kota Surawa sudah termasuk sangat tinggi. Uang itu cukup untuk Jessy menyewa rumah dan mencarikan Taman Kanak-kanak yang bagus untuk Feli.


Jessy masih belum bereaksi tentang apa yang terjadi sampai dirinya dikelilingi oleh sekelompok teman kerja.


Bukankah Andre telah menyinggung Hendi?


Bukankah dirinya dipecat oleh Hendi karena Andre?


Mengapa tidak sampai setengah hari dan sikap Hendi telah berubah tiga ratus enam puluh derajat?


Jessy membalikkan tubuhnya untuk melirik singkat ke arah Andre yang berada di luar ruang kantor.


Pria ini setinggi 178 sentimeter, dia mengenakan pakaian yang lebih besar dari tubuhnya sendiri. Penampilannya santai, sepasang matanya saja yang tampak dalam dan penuh ketenangan.


Apa pria ini masih pria yang tidur bersama Jessy selama enam tahun?


Apakah mungkin Jessy tidak pernah benar-benar memahami pria ini....


Hendi tampak tersenyum sambil merangkul pundak Andre.


"Andre, maaf karena aku telah menyinggungmu. Aku yang terlalu emosional. Aku yang enggak mengenali orang hebat sepertimu. Kenapa mataku tertutup hingga menjadi begitu bodoh?"


Hendi menghela napas panjang. Dia sudah hidup puluhan tahun dan mengenal banyak orang. Ternyata bisa salah menilai Andre.


Hendi benar-benar tidak menyangka, Andre yang pengangguran malah bisa menyadari hak cipta gaya penulisan mengenai desain gambar perusahaannya yang bermasalah.


Masalah yang begitu krusial malah tidak disadari oleh Presdir berpengalaman seperti Hendi. Mengapa Andre dapat menyadarinya?


Mungkin benar apa kata Bastian bahwa Andre dapat meramal masa depan....


Andre melirik Hendi sekilas dan berkata, "Pak Hendi, hubungan kita tidak terlalu akrab. Kamu tetap membiarkan istriku bekerja di Desain Selaras adalah urusanmu sendiri. Aku enggak pernah menjanjikan kalau kamu tetap membiarkannya bekerja, lalu aku akan membantumu menyelesaikan masalah perusahaanmu."


Hendi menepuk-nepuk pundak Andre dan menganggukkan kepala dengan serius.


"Andre, kamu tenang saja. Masalah barusan aku yang salah. Memang sudah seharusnya aku menyuruh adik ipar kembali bekerja...."


"Mengenai masalah di perusahaan. Aku akan sangat berterima kasih kalau kamu mau membantuku. Tapi, kalau tidak, aku juga nggak akan membencimu...."

__ADS_1


"Hanya saja... adik ipar harus mencari pekerjaan baru lagi kalau Desain Selaras sampai bangkrut...."


__ADS_2