Kelahiran Kembali Sang Miliarder

Kelahiran Kembali Sang Miliarder
Bab 76


__ADS_3

Namun, bagi pinjaman dengan durasi setengah tahun, bunga pinjaman sebesar tujuh hingga delapan persen sudah termasuk sanggat tinggi.


Apalagi dua belas persen!


Jika ini adalah sepuluh tahun kemudian, suku bunga acuan lima tahun akan turun menjadi sekitar tiga persen. Bank Sentral akan terus melonggarkan kebijakan moneter untuk merangsang ekonomi.


Pada saat itu, meski bank memiliki uang, tetap tidak ada orang yang mau meminjam uang. Tidak seperti sekarang, mau meminjam sedikit uang saja repot.


Ada banyak aplikasi pinjaman online dan perusahaan kecil yang menawarkan pinjaman. Peminjam punya banyak pilihan.


Perusahaan pinjaman kecil yang melanggar aturan akan diberantas. Jika kamu kebetulan meminjam uang dengan perusahaan tersebut, kamu tidak perlu membayar utang.


Andre memutuskan untuk tidak terus memikirkan hal ini. Risiko tinggi akan membawakan penghasilan tinggi.


Andre meminjam dua ratus delapan puluh miliar. Setelah ditambah dengan bunga pinjaman, Andre hanya perlu membayar sekitar tiga ratus miliar pada Bank Damur.


Waktu enam bulan sudah cukup untuk menyelesaikan investasi di Jalan Kumar. Meskipun proses pembongkaran rumah masih sedang dilaksanakan, Andre akan punya rumah di Jalan Kumar, Jalan Armin dan Jalan Weru saat itu. Rumah-rumah itu sudah cukup untuk membayar pinjaman dari Bank Damur.


"Terima kasih, Pak Amir. Aku harap aku bisa mendapatkan kabar baik dari Perusahaan Listrik Provinsi Damur dalam tiga hari."


Andre berusaha mengendalikan emosi dan tetap tersenyum.


Amir dan Evan menghela napas lega. Sebenarnya, mereka


menyembunyikan sesuatu dari Andre tentang masalah pinjaman.


Mereka memang membantu Andre mendapatkan pinjaman, tapi mereka diam-diam membuat sebuah perjanjian dengan bank.


Begitu Andre tidak sanggup melunaskan pinjaman dua ratus delapan puluh miliar itu, Perusahaan Listrik Provinsi Damur akan diprioritaskan untuk membeli mesin litografi 32 nm ASML.


Jadi, mulai dari saat Andre meminta bantuan Perusahaan Listrik Provinsi Damur, tak peduli Andre bisa melunaskan pinjaman atau tidak, Perusahaan Listrik Provinsi Damur tetap adalah pihak yang mendapatkan paling banyak keuntungan.


Mereka benar-benar licik dan egois!


Andre mengetahui hal ini. Jangan pernah menguji rasa kemanusiaan seseorang.


Bunga pinjaman Bank Damur sangat tinggi. Andre bahkan tidak perlu menebak, dia sudah tahu bahwa Perusahaan Listrik Provinsi Damur pasti bersekongkol dengan Bank Damur.


Amir sangat cerdik. Amir tidak mungkin percaya pada Andre....


Takutnya Perusahaan Listrik Provinsi Damur akan menghadapi krisis yang lebih parah lagi.


Andre merasa tidak berdaya. Namun, Andre telah menjelaskan seluruh langkah untuk menyelesaikan masalah pada Amir. Satu-satunya hal yang tidak Andre jelaskan adalah langkah ketiga. Akan tetapi, Amir akan baik-baik saja setelah mengikuti apa yang Andre katakan tadi. Amir hanya perlu menjual aset periferal, lalu memanfaatkan skandal ini untuk mempromosikan Elektronik Damur.


Setelah itu, prospek Perusahaan Listrik Provinsi Damur pasti sangat bagus. Amir tidak perlu menggunakan langkah ketiga Andre.


Setelah Amir melakukan dua langkah pertama, Amir sudah tidak perlu mengkhawatirkan apa-apa hingga pensiun....

__ADS_1


Andre, Amir dan Evan makan sambil minum minuman keras. Akhirnya, mereka bertiga mabuk.


Andre memesan taksi di pinggir jalan. Setelah Andre tiba di rumah, ponsel di dalam saku Andre bergetar.


Andre menyalakan ponsel. Andre telah mendapatkan dua ratus delapan puluh miliar dari Bank Damur.


Bagus sekali. Selanjutnya, Andre dapat pergi mencari para


spekulan properti dari kawasan pesisir yang ada di Kota Surawa sekarang.


Andre berserdawa, lalu berbaring di ranjang dan tertidur pulas.


Keesokan paginya.


Matahari mulai terbit.


Mata Jessy masih merah. Dia mengantar Feli ke taman


kanak-kanak, lalu berjalan ke Desain Selaras yang terletak di Jalan Dorha sendiri.


Sebelum Jessy masuk ke dalam perusahaan, Jessy


sengaja melirik persimpangan di luar perusahaan.


Gerobak Sate Taichan Andre digembok di pagar yang ada di samping.


Jangan-jangan Andre merasa putus asa?


Jessy merasa cemas. Sebelumnya, orang tua Jessy sadar bahwa Jessy diam-diam menghubungi Andre. Mereka juga tahu bahwa Jessy menyuruh Andre membantu menjemput Feli dari sekolah. Setelah itu, Ricky selalu menjemput Feli dari sekolah setelah pulang kerja. Kemudian, Ricky akan mengantar Feli ke Apartemen Citranur.


Jadi, Jessy spontan menghindari gerobak Sate Taichan Andre.


Setiap hari, Jessy keluar dari perusahaan dan pulang ke rumah setelah Andre pergi....


Jessy khawatir Andre menjadi putus asa karena tidak diacuhkan oleh dirinya.


Ditambah lagi Andre tidak bisa bertemu dengan Feli ....


Jessy menjadi khawatir. Jessy mengeluarkan ponsel. Dia ingin menelepon Andre. Akan tetapi, setelah berpikir sejenak, dia menyimpan ponselnya lagi.


Jessy menghela napas. Saat Jessy hendak menyimpan ponsel, layar ponsel Jessy mendadak menyala.


Nama Linda muncul di layar ponsel Jessy.


Jessy mengangkat telepon.


"Halo, Ibu?"

__ADS_1


Jessy dapat mendengar suara tawa Linda. "Jessy, kamu sedang berada di perusahaan, 'kan? Jam berapa kamu pulang kerja hari ini? Aku menyuruh ayahmu menjemput Feli. Ada tamu agung di rumah kita. Kamu jangan kerja lembur, pulanglah lebih awal."


Jessy tertegun.


Jessy tidak tahu siapa yang bisa Linda anggap sebagai tamu agung. Linda bahkan menyuruh Jessy jangan kerja lembur dan pulang lebih awal.


Linda berujar dengan nada gembira, "Kamu masih ingat dengan Steven Riandi, 'kan? Kalian satu SMA dulu. Kalian sudah berteman sejak kecil. Aku juga baru tahu kalau Steven kembali bekerja di Kota Surawa sekarang. Dia bekerja di Perusahaan Listrik Provinsi Damur. Dia adalah atasan ayahmu."


"Kalian sangat akrab sejak kecil. Selain itu, kalian selalu satu sekolah. Dulu aku hampir membuat janji dengan ayah Steven untuk menikahkan kalian ...."


"Kamu sudah mau cerai dengan Andre sekarang. Steven


juga nggak keberatan setelah tahu kamu sudah punya anak. Kudengar Steven belum punya pacar sekarang. Cepat pulang malam ini, jangan melewatkan kesempatan ini!"


Linda menjadi sangat bersemangat saat berbicara. Suara Linda terdengar agak gemetar.


Menurut Linda, jika anaknya bisa menikah dengan Steven, hal ini akan menguntungkan keluarga mereka.


Steven masih muda, tapi sudah bisa menjadi atasan Ricky. Masa depan Steven pasti sangat cemerlang. Jika Steven tidak keberatan tentang Feli dan jatuh cinta pada Jessy, Linda merasa keluarga dirinya akan menjadi makin makmur.


Jessy mengerutkan kening.


"Ibu, apa yang sedang kamu lakukan? Aku belum cerai dengan Andre."


"Lagi pula, aku nggak berniat untuk menikah lagi. Aku akan membesarkan Feli. Ini sudah cukup."


Linda sangat marah setelah mendengar ucapan Jessy.


"Jessy Irawan, kenapa kamu nggak mau menuruti nasihatku? Seorang wanita mana bisa menghidupi keluarga sendiri?"


"Kalaupun kamu nggak membutuhkan suami, Feli membutuhkan ayah. Andre adalah orang yang nggak berguna, dia mana bisa bertanggung jawab!"


"Jangan berbicara yang aneh-aneh lagi, kamu nggak boleh kerja lembur malam ini. Kamu harus pulang lebih awal. Kalau nggak, aku nggak akan menganggapmu sebagai anakku lagi!"


Linda langsung mengakhiri panggilan setelah berkata demikian.


Jessy menghela napas dengan tidak berdaya setelah mendengar suara panggilan yang diakhiri.


Hubungan antara Jessy dan Andre sekarang sangat rumit. Jessy telah menikah dengan Andre selama enam tahun. Jessy hidup bersama Andre selama enam tahun. Jessy mana mungkin tidak mencintai Andre sama sekali.


Namun, Jessy dipaksa oleh Linda sekarang....


Jessy menghela napas dan membulatkan tekad.


Jessy akan melalui hidup seperti sekarang. Jessy masih punya anak. Feli akan menemani Jessy. Impian terbesar Jessy adalah membesarkan anaknya.


Jessy bersedia bertemu dengan Steven, tapi jika orang tua Jessy mau menjodohkan Jessy dengan Steven, ini tidak mungkin.

__ADS_1


__ADS_2