Kelahiran Kembali Sang Miliarder

Kelahiran Kembali Sang Miliarder
Bab 54


__ADS_3

Orang yang menjual makanan di sekitar perusahaan-perusahaan ini tidak banyak. Ketika suatu gerobak makanan baru tiba-tiba muncul di persimpangan, gerobak makanan ini jelas akan menarik perhatian banyak orang.


Andre membakar sate sambil mempromosikan makanan yang dia jual.


"Sate taichan, sate taichan, ada sate taichan yang enak dan murah di sini. Harga per tusuk hanya empat ribu!"


"Beli sepuluh tusuk, gratis satu tusuk!"


"Sate taichan pertama di Kota Surawa, sate ini hanya dijual di sini, nggak ada cabang lain!"


Andre berhasil menarik perhatian pegawai-pegawai yang


ada di sekitar.


Ada banyak orang yang mengerumuni Andre. Lalu, mulai ada orang yang membeli sate taichan.


"Pak, minta dua tusuk, aku mau cicip....'


"Aku juga mau, satu tusuk. Aku nggak pernah makan sate taichan."


"Aku juga mau, lima tusuk. Pak, ini hari pertama kamu berjualan, ya?"


Andre mengipasi sate dengan makin kuat setelah melihat kerumunan yang ramai ini. Hari ini adalah hari pertama. Asalkan dirinya bisa membuat orang-orang mengetahui keberadaan Sate Taichan Andre, akan ada banyak pembeli yang datang kembali kelak!


"Nggak usah buru-buru, semua orang pasti akan dapat. Hari ini adalah hari pertama saya berjualan, kalian harus sering datang untuk selanjutnya."


Andre menyerahkan sate taichan yang sudah matang dan sudah dioles saus pada para pembeli. Andre tidak mengecek jumlah uang yang pembeli berikan. Dia langsung melemparkan uang ke dalam kotak, lalu lanjut membakar sate.


Setelah tidak sampai dua jam, dua ratus tusuk sate taichan sudah habis terjual..


Selain itu, masih ada banyak orang yang mengantre di dekat gerobak sate taichan.


"Maaf, maaf, satenya sudah habis hari ini. Mohon datang


lebih cepat besok!"


"Saya mau pergi dulu. Anak saya sudah mau pulang sekolah sebentar lagi, saya harus pergi menjemputnya, maaf...."


Andre meminta maaf pada para pembeli yang sedang mengantre. Lalu, Andre menyimpan kotak berisi uang dan mendorong gerobaknya pergi. Andre meletakkan gerobak di rumah dulu, lalu pergi menjemput Feli di sekolah dengan gembira.

__ADS_1


Hari ini adalah pertama kalinya Andre pergi menjemput Feli di taman kanak-kanak. Andre bertanya dalam hati, 'Apa Feli akan sangat senang saat dia melihatku?'


Andre sudah lama tidak bertemu dengan Feli. 'Apa Feli menjadi lebih gemuk? Apa Feli ada tidur siang di sekolah? Apa ada anak-anak yang menindas Feli?' pikir Andre.


Andre tidak sempat ganti baju. Dia memesan taksi dan langsung pergi ke TK Biru.


Di luar TK Biru.


Ada banyak orang tua murid yang sedang berdiri di luar sekolah. Meskipun orang Kota Surawa tidak terlalu kaya saat ini, ada banyak orang yang punya mobil.


Selain itu, TK Biru bisa dibilang adalah taman kanak-kanak elite di Kota Surawa. Uang sekolah TK Biru sangat mahal. Keluarga yang mampu menyekolahkan anak di sini tidak banyak.


Kebanyakan orang yang mampu menyekolahkan anak di TK Biru sanggup membeli mobil.


Ada mobil BMW, Audi dan Mercedes-Benz di luar sekolah. Akan tetapi, tidak ada mobil yang lebih mahal dari mobil-mobil ini.


Andre turun dari taksi. Ada banyak noda minyak di baju Andre. Andre berjalan ke arah gerbang sekolah. Beberapa orang tua murid lain memasang ekspresi meremehkan setelah melihat Andre.


Andre mendapatkan enam ratusan ribu dalam waktu tidak sampai dua jam siang ini. Andre hanya menyiapkan dua ratus tusuk sate hari ini. Bagaimana kalau Andre menyiapkan lima ratus tusuk sate?


Jika Andre terus berjualan di depan Desain Selaras, Andre bisa mendapatkan laba bersih sejumlah empat puluh juta setiap bulan!


Asalkan Andre terus berjualan, prospek menjual sate taichan sangat bagus.


Namun, uang sesedikit ini bukan apa-apa bagi Andre. Selama istri dan anak Andre puas, Andre bahkan tidak keberatan untuk rugi empat puluh juta setiap bulan.


Andre menyeka tangannya yang berminyak.


Waktu pulang sekolah telah tiba. Anak-anak satu per satu keluar dari sekolah dan pulang bersama orang tua mereka.


Andre merasa agak cemas. Hampir seluruh anak-anak. sudah keluar, tapi Feli belum muncul.


"Ayah...."


Saat Feli melihat Andre ada di luar gerbang sekolah, Feli langsung berlari kecil untuk keluar dari sekolah.


Ada seorang guru di belakang Feli. Guru ini sedang menggandeng tangan seorang anak laki-laki.


Andre mengelus kepala Feli yang mungil.

__ADS_1


"Feli, ada apa? Apa kamu membuat gurumu marah?"


"Kenapa kamu baru keluar sekarang?" Feli terlihat murung. Feli merasa tidak berdaya.


"Bukan begitu, Ayah, Feli sangat penurut. Semua ini gara-gara Aldo Wintan. Dia bilang keluarga kita sangat miskin. Keluarganya tinggal di vila dan punya banyak rumah. Dia tinggal di rumah yang berbeda setiap hari dalam seminggu."


"Dia bilang ayahnya punya mobil BMW, lalu dia bertanya apa merek mobil Ayah...."


Andre terkejut. Anak-anak di taman kanak-kanak ini baru berusia empat hingga lima tahun, tapi sudah suka membandingkan kekayaan.


Jika anak-anak ini terus bersikap seperti ini, anak-anak ini tidak akan bisa menjadi orang yang berkualitas.


"Apa kamu adalah orang tua Feli?"


"Bukankah biasanya orang yang datang menjemput Feli adalah ibu Feli? Kenapa ganti jadi kamu hari ini?"


Guru Feli, Ira Rowandi, mengamati Andre. Setelah dia melihat baju Andre yang lusuh dan dipenuhi dengan noda


minyak, dia memasang ekspresi meremehkan.


Dia tidak tahu bagaimana anak dari keluarga seperti ini bisa bersekolah di TK Biru!


Kepala sekolah mengatakan bahwa Feli bisa masuk ke sekolah ini dengan mengandalkan koneksi. Keluarga Feli bahkan tidak sanggup membayar uang sekolah....


Dilihat dari kondisi keluarga Feli, tampaknya kepala sekolah tidak berbohong!


Andre tersenyum dengan tidak berdaya dan berkata, "Ibu Feli belum pulang kerja, jadi aku datang menjemput Feli. Kalau kamu ragu, kamu boleh menelepon ibu Feli."


Bu Ira melambaikan tangan dan berkata, "Nggak usah, terserah siapa yang datang. Anakmu berkelahi dengan anak lain di sekolah hari ini. Lihatlah, dia mencakar wajah anak lain!"


Bu Ira menggendong anak yang sedang dia gandeng, lalu menunjukkan wajah anak itu pada Andre.


Ada dua bekas cakaran yang tidak terlalu dalam di wajah anak itu....


Feli bersembunyi di belakang Andre dan berkata, "Ayah, aku nggak memukulnya, dia yang memukulku dulu. Ayah, lihat, tangan Feli memar...."


jangan lupa untuk di like and vote sama gift juga guys


terimakasih

__ADS_1


__ADS_2