Kelahiran Kembali Sang Miliarder

Kelahiran Kembali Sang Miliarder
Bab 34


__ADS_3

Jenna menyilangkan tangan di depan dada sambil tersenyum dingin.


Pak Hadi menggesek kartu, lalu muncul jumlah saldo di dalam kartu. Tiga angka pertama terlihat di layar, tetapi angka nol di belakangnya sudah tidak terhitung jumlahnya.


Pak Hadi bersumpah, seumur hidup dia tidak pernah melihat uang sebanyak itu!


60 miliar!


Apa arti 60 miliar bagi Kota Surawa?


Kekayaan mutlak yang artinya orang itu berdiri di puncak ratusan ribu masyarakat Kota Surawa.


"Pak Andre... ini kartu Anda....


"Anda silakan duduk. Jenna, cepat sajikan teh untuk Pak


Andre."


Perintah Pak Hadi. Jenna masih tertegun di tempatnya, dia tidak paham apa yang terjadi.


Bukankah hanya sebuah kartu ATM, 'kan? Kenapa setelah Pak Hadi melihat jumlah saldo, lalu sikapnya pada Andre berubah total?


Apa jangan-jangan isi di kartu ATM itu benar-benar 60 miliar?


Konyol, kalau Andre bisa mengeluarkan uang 60 miliar, Jenna pasti konglomerat terkaya di Kota Surawa!


"Untuk apa aku melayaninya? Siapa dia memangnya!"


Jenna mengernyitkan alis sambil menyilangkan tangan di depan dada.


Tubuh Pak Hadi gemetaran. "Jenna, pergi tuangkan teh!


Apa kamu sudah tuli?"


"Pak Andre adalah tamu kehormatan Properti Trust! Kalau sikapmu tetap seperti ini, kamu bisa berhenti kerja!"


Jenna tertegun, apa benar kartu ATM Andre berisi 60 miliar?


Andre langsung angkat tangan untuk menahan Irwan. "Pak Hadi, sudahlah. Dia adalah adikku. Ada salah paham di antara kami. Duduklah, kita bicara bisnis saja."


Pak Hadi melirik singkat ke arah Jenna, punggungnya berkeringat, lalu dia segera duduk.

__ADS_1


Siapa sangka, keluarga Jenna yang biasa-biasa saja. Ternyata punya kakak ipar yang dapat mengeluarkan uang 60 miliar untuk membeli rumah.


"Permintaanku sangat jelas. Selama satu minggu, 150 unit rumah. Makin besar, makin bagus dengan rata-rata harga 44 juta. Aku akan memberi 50 persen uang jaminan. Satu minggu kemudian, aku mau lihat 150 unit rumah sudah berada di bawah namaku."


"Mengenai seberapa besar uang yang kalian dapatkan, aku tidak peduli. Aku hanya mau rumahku."


Sementara Irwan yang berdiri di belakang Andre tampak gelisah. Apa uang 60 miliar sudah habis dalam sekejap mata?


Apa semua uang itu sudah berubah menjadi perumahan sampah di Jalan Kumar?


Siapa yang mau membeli rumah di Jalan Kumar? Kelak siapa yang mau membeli lagi? Perumahan di sini sangat tua dan jelek. Anak muda di Kota Surawa sekarang akan membeli rumah di kawasan timur. Perumahan yang dibangun di sana berbentuk apartemen dengan infrastruktur lengkap di area perumahan.


Sementara perumahan di Jalan Kumar hanya menang dari segi lokasi. Selain itu, tidak ada kelebihan lainnya. Apalagi saat hujan, jalanan akan becek dan berlumpur, lalu seluruh lorong jalan baunya sangat apak.


Sebelumnya saat gempa, ada beberapa bangunan yang runtuh juga....


Seandainya ada gempa lagi, takutnya seluruh bangunan di Jalan Kumar akan runtuh semua.


"Pak Andre, apa Anda mau mempertimbangkannya lagi? 60 miliar digantikan dengan 150 unit rumah di Jalan Kumar. Nanti, takutnya akan sulit dipertanggungjawabkan kepada Pak Martin."


Irwan membungkukkan tubuh, suaranya memang tidak keras. Namun, Pak Hadi dan Jenna sudah mendengarnya.


Pak Martin?


Oran terkaya di Kota Surawa, Martin Suhandi!


Jenna tersenyum dalam hati. Dia pikir Andre sudah kaya raya. Ternyata dia hanya jadi pesuruh saja. Iya juga, orang seperti Andre bagaimana mungkin punya uang 60 miliar. Kecuali, mata Tuhan sudah buta.


Andre melihat ke arah Irwan. "Pak Irwan, apa Pak Martin pernah memberitahukan hal ini kepadamu atau tidak? Aku yang memutuskan akan dipakai untuk apa semua uang itu."


"Ada perjanjian antara aku dan Pak Martin. Selama dua bulan ini, kamu cukup mengurus masalah keuangan. Masalah lainnya, kamu tidak perlu ikut campur."


Irwan dibuat kehabisan kata-kata dengan ucapan Andre.


Faktanya memang begitu. Pak Martin menyuruhnya ikut dengan Andre hanya bertanggung jawab untuk menghitung masalah keuangan. Sekalian laporan harian kepada Martin tentang Andre ke mana saja dan bertemu dengan siapa saja, serta menghabiskan berapa banyak uang.


Awalnya Irwan pikir butuh waktu dua bulan untuk menghabiskan 60 miliar. Namun, siapa sangka, uang yang pagi ini baru diterima sudah dihabiskan Andre hingga tanpa sisa di siang harinya.


Pak Hadi mengernyitkan alisnya bingung. Dia tidak menyangka akan jatuh keberuntungan besar untuk dirinya.


"Anda tenang saja, tidak masalah. Kami jagonya masalah properti di kawasan selatan. Kami pasti bisa memuaskan keinginan Anda dalam waktu satu minggu."

__ADS_1


Ujar Pak Hadi, lalu segera berdiri dan melihat ke arah Jenna.


"Jenna, kamu masih orang baru. Masalah pesanan Pak Andre, aku yang akan melakukan serah terima. Kamu bantu aku saja sudah bisa. Beri tahu karyawan lainnya, semuanya cepat pergi mencari sumber perumahan. Pergi ke Jalan Kumar, tanyakan kepada setiap rumah, apa ada orang yang mau menjual rumah atau nggak!"


"Menurut permintaan Pak Andre, setelah semuanyal selesai maka aku akan memberi bonus kepada semuanya."


Pak Hadi hanya memberi isyarat muka tanpa banyak bicara.


Jenna memaki dalam hati, dasar Irwan si pencuri proyek.


Dia langsung mengambil proyek yang menghasilkan uang


banyak seperti ini.


Benar-benar tidak tahu malu.


"Baiklah, Pak Hadi...."


Jenna menghela napas panjang dan baru hendak pergi, tetapi dipanggil oleh Andre.


"Tunggu dulu...."


Pak Hadi menunduk sopan dengan wajah penuh senyum.


"Pak Andre, apa ada lagi yang bisa dibantu?" Andre menunjuk Jenna dan berkata, "Biarkan Nona Jenna saja yang melakukan serah terima. Soal target dan bonus juga hitung atas nama Nona Jenna."


"Kalau bukan Nona Jenna, aku nggak mungkin datang ke Properti Trust. Bagaimanapun juga, kamu juga tahu ada banyak agen properti yang lebih besar daripada Properti Trust di kawasan selatan."


"Kamu nggak mungkin menolak permintaanku ini, 'kan?"


Andre baru selesai bicara dan wajah Pak Hadi langsung tampak muram. Dia menganggukkan kepala dan segera menyetujui permintaan Andre.


Asalkan berhasil memenangkan proyek ini, Irwan akan tetap menjadi orang yang paling berjasa. Awalnya Irwan ingin mendapatkan lebih banyak bonus, tetapi sekarang tampaknya sudah gagal.


Jenna agak terkejut dan melirik ke arah Andre.


Dahulu sikap Jenna tidak terlalu baik kepada Andre, bahkan bisa dibilang sangat buruk!


Jenna rasanya ingin Andre mati lebih cepat saja, jadi kakaknya dapat segera bebas. Setiap kali bertemu Andre, Jenna akan memakinya habis-habisan atau menguncinya di luar rumah dan melarangnya masuk.


Tidak disangka, Andre malah tidak menyimpan dendam dan membantu Jenna menghadapi si Irwan pencuri. Kemudian, menyerahkan proyek sebesar 60 miliar kepada Jenna.

__ADS_1


Sekalipun bonusnya tidak banyak, tetapi tetap sama sebanyak gaji satu tahun!


Apa jangan-jangan dahulu Jenna salah paham pada kakak iparnya?


__ADS_2