
Seandainya Perusahaan Listrik Provinsi Damur tidak kekurangan uang, bagaimana mungkin sampai memalsukan laporan keuangan dan bukannya langsung mengisi kekosongan dana tersebut?
"Kalau mau menghasilkan uang, cukup dengan dua langkah. Membuka sumber daya baru, Perusahaan Listrik Provinsi Damur sudah tidak dapat melakukan penghematan lagi. Jadi, harus memikirkan cara membuka sumber daya baru."
"Mengenai pemalsuan laporan keuangan, bisa dibilang ada baik dan buruknya. Tinggal lihat Pak Amir punya keberanian untuk menyelesaikan masalah ini atau nggak."
"Kalau punya keberanian, masalah ini nggak buruk juga. Malah mungkin akan menjadi masalah yang baik."
Andre mulai menggunakan cara membualnya lagi.
Ucapan Andre belum tentu tidak bisa terealisasikan, hanya saja, harga yang harus dikeluarkan untuk merealisasikannya cukup besar.
Hal ini membutuhkan Perusahaan Listrik Provinsi Damur untuk melepaskan beberapa hal demi bertahan hidup. Namun, selama cara bertahan hidup ini dapat digenggam, maka dapat menghidupkan Perusahaan Listrik Provinsi Damur. Bahkan, ada kemungkinan nilai sahamnya akan terus naik.
Evan menghirup napas panjang.
Seandainya masalah ini benar-benar dari hal buruk, lalu berubah menjadi hal baik. Artinya Andre benar-benar telah membantu ayahnya Evan menyelesaikan masalah besar.
"Pak Andre, kamu sekarang di mana? Aku akan langsung menjemputmu. Kamu punya permintaan apa, tinggal sebut saja! Asalkan bisa menyelesaikan masalah ini, aku siap menjadi pesuruhmu. Kelak, aku akan mengikutimu ke mana pun dan siap selalu setiap saat."
Evan tidak dapat menahan emosinya.
Andre hanya tersenyum. "Sudah... sudah. Aku bantu, aku pasti bantu. Tapi, sebelum membantu ada satu hal, aku butuh bantuan Pak Amir."
Evan menganggukkan kepala.
"Nggak masalah, selama permintaanmu masuk akal, aku akan langsung mengatakannya ke ayahku. Kalau kamu butuh perputaran modal, aku akan langsung mentransfernya untukmu."
Andre menggelengkan kepala.
"Bantuan yang aku butuhkan sangat mudah."
"Aku ingin menggadaikan satu mesin EUV litografi ASML 32nm ke bank untuk meminjam uang sejumlah 200 miliar. Jadi, aku butuh Perusahaan Listrik Provinsi Damur untuk menyiapkan berkas-berkas peminjamannya."
Evan tercengang di tempat begitu mendengarkan ucapan Andre. Evan bicara dengan suara yang jauh lebih jelas dan terkejut daripada saat meminta bantuan untuk menyelesaikan masalah Perusahaan Listrik Provinsi Damur.
"Mesin EUV litografi ASML 32nm?"
__ADS_1
"Kak Andre, apa kamu punya barang semacam itu?"
"Kamu dapat dari mana?"
Evan benar-benar tercengang. Evan selain putra dari Pak Amir yang merupakan Presdir di Perusahaan Listrik
Provinsi Damur, Evan sendiri juga punya bisnisnya sendiri.
Evan bertanggung jawab di bagian pemasangan cip. Bisnisnya memang tidak terlalu besar dan hasilnya juga biasa saja. Namun, Evan juga termasuk setengah ahli dalam bidang industri konduktor.
Mesin EUV litografi ASML 32nm, Evan hanya pernah mendengar nama, tetapi tidak pernah melihat barang aslinya. Evan sampai tidak berani percaya barang semacam itu dapat muncul di Kota Surawa!
Jangankan Kota Surawa yang kecil begini, bahkan di seluruh Intrana, Kota Cikaru, Kota Pinjiri, Kota Senna, di mana bisa mendapatkan Mesin EUV litografi ASML 32nm?
Barang ini mewakili teknologi mesin litografi terbaik di
dunia!
Kalau tidak menginvestasikan uang di perusahaan ASML, tidak mungkin bisa membeli mesin litografi.
Namun, perusahaan mereka jelas-jelas menolak kerja sama dengan perusahaan di Intrana, sebanyak apa pun uang yang dimiliki, tetap tidak dapat membeli mesin litografi!
Jenis mesin litografi semacam ini, setiap 1nm adalah kemajuan yang sangat pesat. Jarak antara Intrana dan kualitas internasional bagaikan langit dan bumi.
Andre hanya tersenyum. "Sebuah pabrik terbengkalai, awalnya bergerak dalam bidang industri konduktor. Lalu, mesin ini terbuang begitu saja. Aku hanya mengambil untung saja. Aku membelinya dengan harga murah."
Evan menghirup napas panjang.
"Jangankan 200 miliar, sekalipun 400 miliar, aku juga merasa bisa dicoba. Barang semacam ini, saat perusahaan ASML melakukan penjualan pasti lewat dari ratusan miliar. Bahkan, hitungan harganya adalah dolar Areiska.
Barang dengan harga 200 miliar, pasti akan mudah mendapat pinjaman!"
"Berkas peminjaman ini, sekalipun Kak Andre kabur, kami juga nggak akan rugi. Aku boleh mewakili ayah untuk setuju membantumu." Ujar Evan.
Andre hanya tersenyum. "Kamu jangan senang dulu. Aku butuh semua proses peminjaman selesai dalam waktu satu minggu. Jadi, dapat menyelamatkan Perusahaan Listrik Provinsi Damur harus melihat Pak Amir dapat membantuku menyelesaikan masalah peminjaman dana ini atau nggak." Jelas Andre.
Evan menganggukkan kepala. "Baik, aku akan mengabarimu dalam waktu tiga hari. Semoga Kak Andre dapat membantu Perusahaan Listrik Damur."
__ADS_1
"Apa masih ada yang dibutuhkan? Jangan sungkan, aku dapat sekalian membantumu!"
Andre menggelengkan kepala.
"Nggak perlu. Pak Evan, kamu cukup membantuku soal ini saja. Aku jamin kalau aku akan membantu Perusahaan Listrik Provinsi Damur melewati masa krisisnya."
Andre selesai bicara, lalu menutup telepon.
Uang Andre hanya tersisa 20 miliar, dia sebenarnya sudah tidak berniat ikut campur dalam masalah relokasi di Jalan Kumar.
Namun, siapa sangka, Evan datang sendiri mencarinya.
Dia menggadaikan mesin litografi dengan bantuan berkas peminjaman dari Perusahaan Listrik Provinsi Damur. Bank seharusnya tidak akan melalui proses peminjaman yang terlalu rumit.
Setelah memiliki 200 miliar, bukan hanya Jalan Kumar. Bahkan, Andre dapat membeli properti di dua jalan dekat Jalan Kumar.
Menurut Martin, itu adalah tindakan pengambilalihan yang sia-sia. Namun, bagi Andre ini adalah masa harga properti terendah di Jalan Kumar. Setelah bertahan dalam kegelapan, maka akan segera menyambut masa yang cemerlang!
Setelah itu....
Andre selesai sikat gigi dan cuci muka, kelihatannya sudah akan siang hari.
Andre mendorong kiosnya, lalu berjalan menuju ke lantai bawah Perusahaan Desain Selaras dan Andre buka kios seperti biasanya.
Kemarin Irwan sempat datang. Kecuali, menceritakan tentang Martin yang menarik ucapannya lagi dan membatalkan pertaruhan mereka, Irwan juga memberi tahu Martin tentang berita baru.
Irwan telah menemukan Jordan....
Semenjak lulus dari Universitas Maranata jurusan Ekonomi, Jordan terus menumpang hidup di rumah ibunya. Dia tidak pernah keluar dari rumah, setiap hari hanya melihat komputer.
Hal ini mirip dengan tebakan Andre. Jordan selain investasi adalah orang polos yang tidak paham apa pun. Dia tidak bisa hidup mandiri, nyaris menyerupai orang cacat. Namun, satu-satunya keterampilan Jordan hanya fokus pada bidang investasi.
Pada kehidupan lampau, Andre memiliki harta triliunan. Setengahnya harus berterima kasih pada Jordan.
Jordan sebagai direktur investasi, dia menanam modal dari bursa saham kedua hingga pertama, dari keamanan finansial hingga pasar berjangka, dari bisnis industri hingga bisnis internet.
Dapat dikatakan, setiap bisnis memiliki jejak Jordan!
__ADS_1
Jangan lupa untuk di like and vote sama gift juga ya guys ya
selamat membaca