Kelahiran Kembali Sang Miliarder

Kelahiran Kembali Sang Miliarder
Bab 38


__ADS_3

Jason bekerja dalam bidang logistik, jadi bukan masalah baginya untuk mencari belasan truk pasir.


Andre menelepon Jason.


Suara Jason di telepon terdengar sedikit lelah. "Halo, apal kabar? Aku adalah Jason. Dengan siapa ini?"


Andre hanya tersenyum. "Pak Jason, aku Andre. Nggak tahu kamu masih ingat aku atau nggak. Beberapa waktu yang lalu, aku sempat beli air mineral satu gudang dari kamu."


Jason langsung teringat, lalu duduk di sofa dengan tegak.


"Andre, ada apa meneleponku?"


Sebelumnya Andre ingin menggunakan modal kecil untuk mendapatkan untung besar. Uang sejumlah 100 juta rupiah hanya dalam semalam naik empat kali lipat. Namun, Jason telah memikirkan dalam waktu lama dan tetap tidak tahu alasannya.


Pada akhirnya, Jason hanya dapat menyimpulkan bahwa Andre punya keberuntungan yang bagus.


Namun, keberuntungan semacam ini, sekalipun diberikan pada Jason. Dia juga tidak dapat memanfaatkannya dengan baik. Takutnya dengan kemampuan Jason, setelah untung satu kali lipat, dia akan langsung menjual seluruh gudang air, sama seperti pebisnis air mineral Kota Surawa yang lainnya.


Mau bagaimana lagi, setiap orang hanya dapat menghasilkan uang sesuai dengan pengetahuannya. Jika mengandalkan keberuntungan, lalu menghasilkan uang jauh lebih banyak dari pengetahuannya. Jason juga akan kehilangan uang itu karena karakternya sendiri .....


Jadi, Jason sangat kagum pada Andre dan langsung memberikan kartu namanya kepada Andre.


Namun, mengenai saran Andre yang menyuruhnya membeli rumah di Jalan Kumar. Benar-benar omong kosong.


Mengenai perumahan di Jalan Kumar, seluruh Kota Surawa siapa yang tidak tahu kalau rumah di sana kecil dan sudah rusak. Lokasi sekitar juga kotor dan berantakan, orang seperti apa pun ada di sekitar sana.


Jika dibandingkan dengan Jalan Damai, area di sekitar Jalan Kumar sudah bisa dianggap yang terburuk.


Tempat yang begitu buruk, siapa pun yang beli properti di sana pasti akan rugi. Namun, Andre masih menyuruhnya membeli rumah di sana!


Bukankah gila namanya?


Namun, Jason tetap merasa tertarik kepada Andre.


Andre hanya tersenyum. "Pak Jason, ada bisnis yang mencarimu. Entah Pak Jason berminat atau nggak."


"Bisnis ini cukup besar, tapi butuh bantuanmu untuk mencari beberapa truk pengangkut tanah dan mengangkut beberapa barang."

__ADS_1


Jason sedikit tertegun, bisnisnya bergerak dalam bidang logistik. Namun, bisnis angkut bahan bangunan jauh berbeda dengan bisnisnya.


Akan tetapi, Jason masih bisa jika hanya mencari beberapa truk.


"Andre, kamu berada di mana? Ayo kita bertemu dan bicara secara langsung."


Tanya Jason menyelidik. Kemudian, Andre memberi tahu lokasinya dan tidak lama kemudian, Jason telah menghampirinya di seberang jalan sambil mengemudikan mobil.


Jason memesan dua porsi bakwan, lalu duduk di samping


Andre.


"Kebetulan aku belum makan. Andre, coba ceritakan ada


bisnis apa? Coba lihat, apa aku bisa ikut untung denganmu


juga."


Jason tersenyum sambil melihat ke arah Andre.


Memang Jason baru kedua kalinya bertemu dengan Andre, tetapi dia punya kepercayaan yang sulit dikatakan terhadap Andre.


Jason merasa Andre tahu bahwa air mineral dapat terjual hingga empat kali lipat saja....


Benar-benar ajaib!


Andre juga tidak tergesa-gesa dan hanya tersenyum.


"Pak Jason, apa kamu tahu, sekarang berapa harga pasir per kubiknya di Kota Surawa?" Jason berpikir singkat.


"Kira-kira 80 ribu rupiah per kubik. Satu mobil kalau tidak kelebihan berat, sekitar 17 kubik, mungkin 1,2 sampai 1,4 juta rupiah." Andre tersenyum.


"Aku bisa membeli 20 ribu per kubik. Satu mobil sekitar 340 ribu rupiah." Jason tertegun untuk sejenak, lalu tertawa pahit.


"Andre, apa kamu bercanda? Sekalipun kamu pergi beli ke pabrik pasirnya sendiri, kalau dihitung uang pengantaran, satu mobil juga tetap seperti harga yang aku bilang. Kamu bilang bisa mendapatkan 340 ribu per satu mobil angkut. Andre, apa kamu sedang bercanda denganku?"


Jason tampak sangat kesal. Dia sedang makan bakwan sambil berpikir perjalanan kemari benar-benar sia-sia. Andre hanyna membual, ucapannya palsu semua.

__ADS_1


Andre hanya tersenyum. "Bagaimana kalau kita bertaruh, aku masih punya sisa uang 300 juta. Kalau aku bisa membeli pasir seharga 20 ribu per kubik, kamu harus membantuku mengangkut pasir secara gratis. Bagaimana?"


Jason kehabisan kata-kata.


"Andre, sekarang kamu sedikit tidak masuk akal...."


"Kamu membeli pasir seharga 20 ribu, apa hubungannya denganku? Atas dasar apa aku membantumu mengantar pasir ke lokasi proyek dengan gratis?"


Andre meletakkan sendok dan garpu, lalu melipat korannya.


"Aku masih punya 300 juta di sakuku, kalau digunakan sampai habis, bisa untuk membeli 15 ribu kubik pasir. Sisanya, bukankah milik Pak Jason semua?"


"Pasir seharga 20 ribu saja sudah ada. Apa Pak Jason masih bingung akan sulit menjualnya?"


Jason sedikit bimbang, di satu sisi dia merasa ucapan Andre terlalu tidak masuk akal. Harga pasir di seluruh Kota Surawa adalah 80 ribu per kubik. Harganya naik turun juga tidak mungkin berbeda jauh. Jadi, dari mana dia mendapatkan 20 ribu per kubik?


Namun, seandainya ucapan Andre benar, jika dia menjual pasir ini. Sekalipun tidak dijual seharga 80 ribu per kubik dan menjualnya seharga 60 ribu per kubik, tetap akan meraup untung hingga tiga kali lipat!


Menginvestasikan modal sejumlah 20 juta rupiah, tetapi bisa untung hingga 60 juta rupiah. Jika mengurangi biaya pengangkutan, setidaknya masih bisa untung dua kali lipat.


Harga jual beli ini, bagaimanapun cara menghitungnya pasti akan untung. Mengapa hal sebaik ini tidak bisa ditemukan oleh Jason sendiri? Salah, Jason masih belum tahu hal ini benar atau tidak.


"Baik, Andre, di mana pasir itu? Bawa aku untuk melihatnya. Kalau benar harganya 20 ribu per kubik, kamu beli 300 juta. Sisanya milikku dan aku akan membayarkan uang pengangkutannya." Ujar Jason.


Andre hanya tersenyum. "Baiklah! Menyenangkan sekali! Pak Jason, ayo naik. Sekarang aku akan mengajakmu ke sana. Kita harus datang duluan dan membeli semuanya. Jadi, nggak perlu takut akan direbut orang lain."


Jason memasukkan bakwan ke mulutnya, lalu mengunyahnya sebentar dan mengisyaratkan agar Andre berjalan ke depan.


Hari ini Jason mau lihat, apa Andre mempermainkannya seperti orang bodoh atau benar-benar ada pasir seharga 20 puluh ribu per kubik!


Lagi pula, hari ini Jason juga tidak terlalu sibuk....


Setelah naik ke mobil, Jason mengemudikan mobil sesuai dengan petunjuk Andre.


Saat di tengah jalan, Jason baru bereaksi.


"Andre, apa arahnya menuju ke gedung Grup Internasional Jundra dengan nilai investasi 200 miliar?"

__ADS_1


Jangan lupa untuk di like and gift ya guys


vote juga serta 🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2