Kelahiran Kembali Sang Miliarder

Kelahiran Kembali Sang Miliarder
Bab 62


__ADS_3

Namun, orang yang Andre kenal adalah Jordan dua tahun yang lalu. Jordan yang saat ini baru lulus dari Universitas Maranata, seharusnya sekarang masih numpang hidup dengan ibunya.


Namun, Hotel Riverside akan segera menjadi milik Andre. Belum lagi ditambah dengan 120 miliar yang dihasilkan dari rumah di Jalan Kumar. Termasuk rencana investasi selanjutnya. Andre sangat membutuhkan bantuan Jordan.


Dahulu saat Andre memiliki harta hingga triliunan rupiah, dia bawahan berbakat yang tidak terhitung banyaknya.


Setiap tahun di bursa kerja, pasti ada posisi untuk perusahaan milik Andre. Bahkan, perusahaannya pasti berada di posisi terdepan.


Selama beberapa tahun, entah sudah berapa banyak orang genius berkemampuan teknologi tinggi dari berbagai universitas telah bergabung dengan perusahaan Andre.


Bahkan, demi menarik orang masuk ke perusahaannya, Andre tidak melepaskan profesor dari universitas mereka. Menawarkan pekerjaan dengan gaji tinggi. Ada banyak profesor berhenti mengajar, lalu berubah menjadi petinggi di perusahaannya atau menjadi direktur teknis.


Jadi, bisa mencari Jordan atau tidak adalah kunci terpenting Andre bisa menghasilkan uang atau tidak.


120 miliar memang terdengar banyak, tetapi uang itu termasuk sedikit untuk Andre dan membuatnya sulit mengerjakan hal-hal yang butuh modal besar.


Namun, uang 120 miliar terlalu banyak untuk bisnis bermodal kecil.


Cukup menggunakan 200 juta sangat mudah untuk mengambil untung besar dari bisnis kecil.


Namun, saat ini, hal yang Andre ketahui juga sudah tidak terlalu banyak....


Pada akhirnya, operasional bisnis, cara menghasilkan uang harus tetap kembali ke cara normal.


Jika tidak melakukan bisnis industri, tetapi hanya bergerak dalam bidang investasi. Tetap membutuhkan uang yang lebih banyak.


Terutama 120 miliar belum tentu akan masuk ke kantong Andre semua.


Modal 60 miliar berasal dari Martin, kemungkinan besar Hotel Riverside akan diberikan kepada Andre.


Namun, bagaimanapun juga, keuntungan 120 miliar belum tentu akan menjadi milik Andre juga.


Kalau begini, Martin dapat dianggap menjual Hotel Riverside kepada Andre dengan sedikit merugi.


Andre berjalan keluar dari Hotel Riverside sambil menyalakan sebatang rokok. Dia terlalu memahami Martin. Orang seperti Martin selalu menepati setiap ucapannya.


Namun, Grup Suhandi bukan hanya milik Martin seorang.

__ADS_1


Martin memang adalah pemilik saham terbesar, tetapi Hotel Riverside adalah aset unggulan milik Grup Suhandi dan kalah secara terang-terangan kepada Andre.


Takutnya para pemegang saham dan komisaris perusahaan akan menolak hal ini ketika rapat pemegang saham dan komisaris perusahaan.


Jadi, selama Martin cukup tidak tahu malu dan bersedia membawa masalah ini ke ranah hukum. Andre bukan hanya akan kehilangan 120 miliar, tetapi dia juga tidak akan mendapatkan Hotel Riverside.


Namun, dalam hati Andre masih percaya kepada Martin.


Mereka berdua telah menjadi saingan selama bertahun-tahun. Andre dapat memahami Martin, sama seperti Martin memahaminya di kala itu.


Akan tetapi, Andre hidup lebih lama 15 tahun, lalu berjalan ke tempat yang lebih tinggi dan jauh. Entah itu Kota Surawa ataupun Provinsi Damur. Entah itu kawasan selatan ataupun utara. Entah itu Negara Intrana ataupun


luar negeri....


Pada akhirnya, Andre telah berjalan keluar. Level mereka juga sudah berbeda. Andre di saat ini dapat menebak isi


pikiran Martin. Namun, Martin pasti tidak dapat menebak isi pikiran Andre.


Andre juga sama sedang bertaruh. Sebuah pertaruhan yang besar. Jika Andre menang dalam pertaruhan ini, dia tidak hanya akan menghasilkan uang 120 miliar!


Sementara itu....


Hari ini, Andre lanjut membuka kios di depan Desain Selaras. Para karyawan yang bekerja di perusahaan sekitar sana rata-rata sudah pernah memakan sate taichan buatan Andre.


Semenjak Andre saat itu datang mencarinya kemari, lalu menyodorkan sate taichan sepanjang malam sudah tidak pernah datang lagi.


Hendi juga, dia memang ingin makan. Namun, setiap kali melihat kios milik Andre, Hendi pasti akan menghindar karena takut disadari oleh Andre.


Sekalipun Hendi ingin makan sate taichan, dia hanya akan menyuruh bawahannya untuk membeli, lalu diantarkan ke kantor Hendi untuk mengobati rasa inginnya.


Sebelumnya, Hendi sudah memesan sate taichan sepanjang sore. Hendi sudah merasa sangat malu sebagai Presdir berpengalaman dari Desain Selaras. Namun, harga diri tidak ada artinya jika dibandingkan dengan keinginan menghasilkan uang.


Asalkan berhubungan baik dengan Andre, entah cara apa yang Andre miliki untuk menghasilkan uang lagi.


Perusahaan Desain Selaras.


Jessy merenggangkan punggung ketika mendekati jam makan siang di siang hari.

__ADS_1


Seorang pegawai magang dari tim mereka segera menghampiri Jessy.


"Bu Jessy, ada kios baru buka belakangan ini di depan perusahaan kita. Katanya, sate taichan. Setiap hari ada banyak orang yang mengantre."


"Sebelumnya sudah mengajakmu beberapa kali, tetapi setiap siang kamu pasti bawa makanan. Hari ini selagi masih pagi, bagaimana kalau kita turun untuk beli sate taichan?"


Jessy meletakkan berkas di tangannya, lalu melirik pegawai magang yang bernama Ani dengan galak.


Ani adalah lulusan universitas yang baru diterima bekerja setelah perusahaan melakukan pengembangan usaha.


Oleh karena dia adalah pekerja baru, jadi beberapa anggota tim kurang suka kepadanya. Itu juga alasannya,


Jessy yang merupakan ketua tim belum berpengalaman ini bersedia berteman dengan Ani dan mereka pun menjadi berteman dekat....


Status Jessy memang ketua tim, tetapi faktanya, kemampuan kerja Jessy di Desain Selaras tidak lebih hebat dari seorang pegawai magang.


Namun, untungnya Jessy juga seorang lulusan universitas. Jadi, dia masih punya dasar yang kuat. Cukup berlatih dengan tenang, maka tidak akan ada masalah besar.


"Setiap hari makan makanan pinggir jalan, semua itu makanan nggak bergizi. Apa enaknya ...."


Jessy tidak tertarik, masih ada bayak restoran di sekitar perusahaan. Gaji Jessy per bulannya mencapai 16 juta rupiah. Cukup untuk Jessy setiap hari makan di luar, tetapi demi penghematan maka Jessy tetap membawa makan dari rumah setiap harinya. Lagi pula, ada pemanas makanan di perusahaan, jadi dia bisa memanaskan makanannya.


Ani menghela napas panjang. "Bu Jessy, ayo kita coba makanannya. Sate taichan itu enak sekali. Kamu nggak pernah makan, bagaimana bisa tahu nggak enak?"


"Aku beri tahu ya, setiap hari orang yang mengantre panjangnya mulai dari depan gerbang perusahaan kita sampai perlimaan."


"Beberapa hari ini orangnya sudah lebih sedikit. Tapi, tetap harus antre. Bosnya setiap hari bisa menjual 500 tusuk sate taichan...."


Ani bicara dengan bersemangat dan sangat heboh. Hal ini memang cukup membuat Jessy tertarik dan penasaran.


"Satu hari jualannya sampai 500 tusuk sate, kalau begitu, sebulannya dia bisa dapat berapa?"


Ani berpikir sebentar, lalu berkata, "Mungkin sekitar 40 juta."


Jessy mengernyitkan alis, ini adalah bisnis yang cukup bagus juga. Bagaimana kalau nanti Jessy cerita pada Andre, agar dia membayar biaya untuk belajar cara membuat sate taichan dengan orang di kios bawah?


Tidak perlu menjual sampai 500 tusuk per hari, sekalipun satu bulan hanya mendapatkan 6 sampai 8 juta saja sudah syukur. Lebih baik daripada hanya menganggur sepanjang hari.

__ADS_1


Bahkan, Andre mulai membual pada Feli dan berkata dirinya punya 150 unit rumah.


Rumah itu juga bukan milik Andre, tetapi milik Pak Martin. Malah Andre jadikan cara untuk pamer. Bahkan, Andre Masih bertengkar dengan orang tua lain di TK.


__ADS_2