Kelahiran Kembali Sang Miliarder

Kelahiran Kembali Sang Miliarder
Bab 64


__ADS_3

Tentang menyinggung Andre, mereka lebih takut lagi....


Beberapa pelanggan yang berteriak langsung ditarik oleh para pelanggan di belakang. Mereka sudah antre sepanjang siang. Seandainya mereka tidak dapat makan sate taichan, mereka pasti akan menghabisi para pembuat onar itu.


Seseorang yang berani menyuruh manajer umum dari Hotel Riverside untuk memberikan sate taichan kepada pelanggan, lalu menyuruh Presdir dari Desain Selaras untuk membungkus sate. Tentu saja mereka tidak berani menyinggungnya.


Siapa tahu kalau bos ini mengenal atasan mereka atau tidak? Jangan sampai mereka tidak dapat makan sate taichan, lalu hanya karena satu kata emosi dan dipecat. Rugi sekali.


"Bu Jessy, apa ini adalah suamimu?"


Mulut Ani terbuka lebar, rasa bersalah yang baru muncul karena dia menyerobot antrean tiba-tiba hilang tanpa bekas.


Kalau ini adalah suami dari Bu Jessy, bukankah itu artinya pria ini adalah kakak ipar Ani. Menyerobot antrean di jualan kakak ipar sendiri, tentu tidak masalah, 'kan?


Jessy tercengang untuk beberapa saat, lalu melihat Andre dalam diam.


"Kamu, apa kamu datang ke sini untuk belajar membuat sate taichan?"


Andre membakar sate taichan sambil mengoleskan bumbu dengan mahir. "Bukan. Bukankah sebelumnya kamu pernah menyuruhku untuk mencari pekerjaan yang baik?"


"Aku merenung untuk beberapa saat, aku tidak mungkin bekerja pada orang lain. Seumur hidup ini juga tidak akan bekerja untuk orang lain ...."


"Jadi, aku hanya bisa membuka kios dan menjual makanan. Nggak disangka, banyak yang suka dan bisnis ini menjadi makin baik."


Hati Jessy rasanya tidak terima. Dia setiap hari bekerja dengan keras dan belajar mati-matian, awalnya Jessy pikir, akhirnya bisa membanggakan diri di depan Andre. Kemudian, menyuruh Andre juga belajar dengan penjual sate taichan di depan kantor yang menghasilkan uang 4 juta per bulan.


Namun, siapa tahu ternyata kios sate taichan yang menghasilkan 40 juta per bulannya, ternyata dibuka oleh Andre....


Sementara itu, alasan Andre membuka kios dengan penghasilan 40 juta per bulan karena Jessy menyuruh Andre mencari pekerjaan yang baik.


"Apa kios ini benar-benar milikmu?"


Jessy masih sulit percaya dengan semua ini. Memang cara Andre membakar sate taichan terlihat mahir dan cara menerima uang juga sangat lancar.


Namun, memikirkan pendapatan Andre 4 juta rupiah. Mengapa Jessy susah membandingkannya dengan Andre yang dulu suka bermain saham dan setiap hari mabuk-mabukan, serta bermalas-malasan?


Andre menyiramkan bumbu barbeque, lalu menyerahkan sate taichan kepada pelanggan.


"Kalau kamu nggak percaya, kamu boleh tanya sama mereka. Aku sudah buka kios hampir satu minggu di sini. Aku datang setiap hari ...."


Andre belum selesai bicara, lalu sudah ada orang yang menyahut.

__ADS_1


"Iya benar. Kakak Ipar, Bos setiap hari datang berjualan. Sate taichannya sangat enak. Tapi, dia setiap hari cuma jual 500 tusuk saja. Dari siang sampai sore jam tiga sudah habis semua. Apa kamu bisa minta Bos jual lebih banyak sate?"


Jessy sekali lagi tertegun setelah mendengar ucapan itu.


Setiap hari hanya bekerja selama beberapa jam, tetapi sudah bisa menjual 500 tusuk sate. Seandainya Andre lebih rajin, bukankah sebulannya bisa menghasilkan uang hingga 80 juta rupiah?


"Kenapa kamu setiap hari cuma jual 500 tusuk sate dan jam tiga sore sudah tutup?" Jessy merasa bingung.


Logikanya, sekitar jam 5 sore adalah jam pulang kerja. Pelanggan yang datang pasti jauh lebih ramai dan dapat menjual lebih banyak sate taichan.


Mengapa Andre tidak menutup kios jam tujuh atau delapan?


Andre hanya melambaikan tangan. "Tidak sempat, aku harus jemput Feli pulang sekolah. Setiap hari menjual 500 tusuk sudah cukup. Kamu sibuk kerja, aku jual 500 tusuk, kebetulan masih sempat menjemput Feli."


Jessy menggigit bibirnya sendiri.


Demi menjemput Feli pulang sekolah, Andre menolak keuntungan sampai 40 juta rupiah setiap bulannya....


Apa orang ini masih Andre yang Jessy kenal?


Apa dia adalah Andre yang demi bermain saham sampai menelantarkan anak dan istri, lalu setiap hari bermalas-malasan?


"Kelak aku yang akan menjemput Feli, kamu fokus jualan sate taichan saja. Jualan sampai jam 8 malam!" Ujar Jessy sambil menatap Andre.


Andre menyeka keringat di wajahnya.


Pada kehidupan yang lampau, anak dan istrinya meninggal. Ada beberapa waktu ketika Andre seperti orang gila bekerja di lokasi konstruksi, mulai dari membongkar pasir sampai mengangkat semen.


Kerja otot dengan bayaran 200 ribu per hari, bahkan mandor pun merasa tidak enak hati dan membayarnya 300 ribu.


Dia setiap hari seorang diri akan mengerjakan pekerjaan untuk tiga orang.


Memang kelak Andre akan hidup berkecukupan, tetapi bagi Andre, pekerjaan menjual sate taichan kecil-kecilan seperti ini, tidak terlalu melelahkan.


"Jangan Bos, jangan sampai tutup kios!"


"Aku setiap hari bekerja karena memikirkan sate taichanmu, pikiranku cuma siang hari bisa makan sate!"


"Kalau kamu benar-benar tutup, bagaimana dengan kami?"


"Iya benar, 500 tusuk kami juga bisa terima. Kamu harus

__ADS_1


tetap buka kios di sini!"


Pelanggan yang berada di sekitar langsung emosi begitu mendengar Andre berkata akan tutup toko.


Jessy menghela napas panjang, padahal bisa menghasilkan uang 80 juta, tetapi memilih untuk menghasilkan 40 juta. Baiklah, dengan cara itu Andre juga bisa lebih santai.


Apalagi 40 juta juga sudah cukup banyak.....


Andre membakar sate taichan, sementara Jessy melihatnya di samping. Ani hanya membuka mulut dan


langsung melahap sate taichan. Sekali makan, Ani langsung menghabiskan tiga tusuk hingga bersendawa kekenyangan.


Benar-benar enak sekali.


Sate taichan kelihatannya akan segera habis, lalu ponsel Andre tiba-tiba berdering.


Andre melirik singkat, lalu menerima telepon. Dia meletakkan ponsel di telinganya sambil membakar sate taichan.


"Halo, Pak Irwan, ada apa sampai sempat meneleponku hari ini?"


"Apa kamu mau datang ke kios sate taichan? Kebetulan


aku sedang kekurangan orang...."


Ujar Andre sambil bercanda.


Ekspresi Irwan tampak serius. "Pak Andre...."


"Barusan pihak pemerintah mengeluarkan pernyataan, lalu membantah rumor tentang relokasi di Jalan Kumar. Katanya itu semua hanya kabar burung. Pihak pemerintah tidak punya rencana tentang proyek relokasi di Jalan Kumar."


"Harga properti di Jalan Kumar telah turun 50 persen dan masih tetap turun sampai sekarang. Ada banyak orang


yang terburu-buru menjual properti mereka dan banyak


orang yang membeli rumah, sekarang merasa terjebak ...."


"Terutama para spekulan di kawasan pesisir, takutnya sudah rugi 200 miliar...."


Andre menganggukkan kepala. Semua itu sudah berada dalam prediksi Andre.


"Bagaimana dengan rumah kita?"

__ADS_1


Irwan bicara sampai sini, baru nadanya terdengar membaik, "Lumayan, kemarin sudah beres semua. Setelah dipotong dengan balik nama dan komisi, untung bersihnya sekitar 110 miliar."


"Pak Andre, bagaimana Anda bisa tahu kalau relokasi di Jalan Kumar hanya rumor?"


__ADS_2