Kelahiran Kembali Sang Miliarder

Kelahiran Kembali Sang Miliarder
Bab 77


__ADS_3

Di kawasan barat Kota Surawa.


Di Restoran Hadora.


Andre duduk di dalam restoran sambil membaca koran. Andre telah memesan seteko teh.


Andre mengajak beberapa spekulan properti dari kawasan pesisir bertemu di restoran ini hari ini. Irwan pergi menjemput orang-orang itu. Tempat ini tidak jauh dari tempat tinggal para spekulan properti. Mereka seharusnya akan tiba dalam waktu setengah jam.


Andre sengaja tidak berjualan sate taichan hari ini. Andre tidak memedulikan larangan para pembeli di sekitar, lalu mengumumkan bahwa dirinya tidak berjualan lagi hari ini.


Bagaimanapun, gerobak sate taichan milik Andre diletakkan di depan Desain Selaras. Ada Hendi di sana, jadi tidak akan ada orang yang berani membawa gerobak Andre pergi.


"Pak Andre, kita akhirnya bertemu...."


Di luar restoran, dua pria kurus yang tidak terlalu tinggi sedang berjalan masuk.


Irwan berjalan di belakang dua orang ini.


Andre memandang dua orang ini, lalu beranjak berdiri


sambil tersenyum.


"Pak Reza, Pak Kenny, maaf karena aku nggak pergi menjemput kalian sendiri."


Andre bersalaman dengan dua orang ini.


Dua orang ini adalah spekulan properti yang datang dari Provinsi Heratu. Mereka bernama Reza Antono dan Kenny Sirahi.


Spekulan properti Provinsi Heratu terlihat seperti bertindak sendiri, tapi sebenarnya ada banyak orang di balik mereka. Mereka memiliki banyak uang. Setiap tahun, mereka membeli banyak properti di berbagai tempat di Intrana dengan tujuan untuk investasi.


Mereka tidak hanya membeli rumah bekas, juga membeli rumah yang masih sedang dibangun.


Andre pernah mendengar tentang suatu hal yang terjadi di daerah selatan. Rumah di sana telah dibeli sebelum selesai dibangun. Spekulan properti hanya butuh membayar uang muka yang murah. Kemudian, mereka akan menjual rumah pada orang lain. Mereka meminta orang lain membayar uang muka yang lebih tinggi.


Alhasil, orang yang benar-benar ingin membeli rumah hanya bisa membeli rumah dari spekulan properti.


Di mana ada rumah yang belum selesai dibangun, di sana pasti akan ada para spekulan properti. Mereka ibarat calo dalam industri properti.

__ADS_1


Mereka menggunakan teknik seperti ini untuk mendapatkan keuntungan dengan cara menjual properti.


Akhirnya, pemerintah negara melarang orang-orang bertindak seperti ini. Pihak pemerintah membuat ketentuan bahwa hanya rumah yang sudah selesai dibangun yang boleh dijual. Setelah ketentuan ini beredar, barulah orang yang mencari keuntungan dengan cara seperti ini berkurang.


Namun, tetap ada banyak orang yang diam-diam ingin mendapatkan keuntungan dengan cara seperti ini. Mereka ingin mempertaruhkan nasib dan menjadi kaya dalam waktu singkat.


Tiga orang ini bersalaman.


Andre duduk di tengah, lalu menuangkan teh untuk Reza dan Kenny. Irwan duduk di samping Andre.


Empat orang ini minum teh.


Reza tersenyum dan berkata, "Pak Irwan sudah menjelaskan rencana Pak Andre pada kami. Anda menginginkan rumah yang kami miliki di Jalan Kumar, 'kan?"


Andre mengangguk, lalu tersenyum dengan polos.


"Benar, harga rumah di Jalan Kumar ada di bawah empat ratus juta akhir-akhir ini. Menurutku, ini adalah kesempatan yang baik. Aku ingin membeli beberapa rumah. Kalian nggak tahu, 'kan? Di Kota Surawa, orang kaya seperti kami bahkan nggak tahu apa yang bisa dibeli."


"Coba kalian lihat, nggak ada barang yang berharga di sekujur tubuhku. Itu karena saya sudah nggak mementingkan hal seperti ini. Saya hanya ingin berinvestasi agar bisa mendapatkan uang...."


"Saya dengar rumah di Jalan Kumar akan dibongkar. Jumlah rumah yang kalian berdua miliki paling banyak. Saya ingin mendapatkan banyak keuntungan saat rumah di Jalan Kumar dibongkar!"


Ini adalah pertama kalinya mereka bertemu dengan Andre. Mereka baru mengobrol sebentar. Namun, Reza dan Kenny sama-sama menganggap Andre sebagai orang kaya yang santai dan bodoh. Mereka mengira Andre bersikeras mau berinvestasi.


Andre menuangkan teh untuk dua orang ini dan bersandar di kursi. Andre terlihat dewasa dan berwibawa sebelum dua orang ini datang. Akan tetapi, Andre menjadi terkesan tolol sekarang.


"Kak Reza, Kak Kenny, menurut kalian, apa rumah di Jalan Kumar bisa dibongkar?"


Andre mengetuk meja.


Reza dan Kenny berusaha untuk menahan tawa.


"Pak Andre, rumah di Jalan Kumar pasti akan dibongkar!"


"Menurutku, kali ini pemerintah menghentikan proyek pembongkaran karena iri. Rumah yang kita miliki terlalu banyak, harga rumah juga menjadi terlalu mahal. Jadi, mereka nggak sanggup melakukan pembongkaran!"


"Menurutku, beli saja rumah di sini. Harganya pasti akan naik."

__ADS_1


Reza minum seteguk teh, lalu meletakkan cangkir.


Kenny ikut mengangguk. "Benar, ini adalah hal yang pasti akan terjadi. Jalan Kumar ada di kawasan bandar lama. Rumah di sana cepat atau lambat akan dibongkar. Kalaupun rumah di sana nggak dibongkar tahun ini, tahun depan pasti akan dibongkar. Sekarang, harga setiap rumah di sana 300 juta. Ini benar-benar sangat murah!"


"Andre, kalau kamu benar-benar ingin membeli rumah, begini saja, kami berdua punya 150 rumah!"


"Kami akan menjual seluruh rumah yang kami miliki padamu! Harganya 400 juta per rumah!"


"Kami mengikhlaskan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan dari pembongkaran."


Kenny menepuk tangan dan memasang ekspresi tulus.


Andre agak ragu. "Ini sepertinya kurang pantas. Kalian akan mendapatkan tiga rumah untuk setiap rumah yang dibongkar. Selain itu, kalian akan mendapatkan uang juga. Kalau aku membeli 150 rumah milik kalian dengan harga semurah ini, bukankah kalian berdua akan rugi!"


"Nggak boleh begini. Bagaimana kalau kalian menyisakan beberapa rumah untuk kalian sendiri? Tunggu proyek pembongkaran dimulai, kalian pasti akan mendapatkan banyak keuntungan!"


Andre memukul meja.


"Menurutku apa yang kalian berdua katakan memang benar! Bisnis properti punya prospek bagus kelak!"


"Tunggu aku pulang, aku akan membujuk ayahku. Aku akan menyuruhnya menjual perusahaan, lalu gunakan seluruh uang untuk membeli rumah di Jalan Kumar!"


"Aku percaya pada kalian berdua. Kalian sudah bekerja di bidang ini selama bertahun-tahun. Kalau kalian bilang rumah di sana akan dibongkar, rumah di sana pasti akan dibongkar!"


Andre terlihat sangat bersemangat.


Reza dan Kenny tidak bisa menahan senyum.


Orang ini benar-benar bodoh!


Saat Reza dan Kenny membeli 150 rumah itu, harga setiap rumah 800 juta. Namun, pemerintah Kota Surawa mendadak mengumumkan bahwa rencana pembongkaran Jalan Kumar adalah berita palsu. Pihak pemerintah membantah rumor ini.


Harga rumah langsung merosot drastis. Kini, harga setiap rumah hanya 300 juta. Selain itu, tidak ada orang yang mau membeli rumah-rumah ini....


Reza dan Kenny sangat putus asa. Mereka sudah mempersiapkan diri untuk menerima kerugian. Mereka berencana untuk menjual setiap rumah dengan harga 300 juta dan memberi diskon. Namun, mereka tidak menyangka mereka akan bertemu dengan orang sebodoh Andre.


Orang yang bodoh ini didampingi oleh pria bernama Irwan. Irwan tampak lumayan pintar.

__ADS_1


Kenapa Irwan tidak mencegah Andre membuat keputusan seperti ini?


__ADS_2