Kelahiran Kembali Sang Miliarder

Kelahiran Kembali Sang Miliarder
Bab 51


__ADS_3

Tampaknya Pak Martin pasti akan menang...."


Manajer departemen keuangan Grup Suhandi tersenyum. Dia merasa bingung saat disuruh menyetujui alokasi dana ini. Namun, dia sudah bekerja bertahun-tahun di Grup Suhandi. Martin kadang-kadang memang akan melakukan hal yang aneh.


Kebetulan, hal-hal aneh yang Martin lakukan selalu terdengar meragukan.


Namun, hasilnya selalu menguntungkan. Martin belum pernah membuat keputusan yang salah selama ini.


"Benar, benar. Pak Martin harus mentraktir kami. Pak Martin bisa mendapatkan dua ratus miliar dengan santai. Beban keuangan perusahaan kita bisa menjadi jauh lebih ringan."


Para pejabat eksekutif yang ada di samping ikut tersenyum. Aura tertekan di dalam ruang rapat langsung menghilang dalam sekejap.


Mereka juga bingung kenapa bisa ada orang sebodoh ini. Orang itu seakan-akan mau menghadiahkan uang pada Martin. Selain itu, jumlah uang yang dihadiahkan sangat banyak! Dua ratus miliar!


Martin disebut sebagai orang terkaya di Kota Surawa, tapi sebenarnya aset Martin hanya sekitar dua triliun.


Aset Martin lebih sedikit dari Perusahaan Listrik Provinsi Damur, tapi kebanyakan dari dua triliun milik Grup Suhandi adalah aset milik Martin. Ini berbeda dengan situasi Perusahaan Listrik Provinsi Damur.


Grup Suhandi cukup sukses dalam beberapa tahun terakhir. Laba bersih yang didapatkan perusahaan setiap tahun selalu meningkat. Namun, Grup Suhandi selalu gagal membuka pasar di Provinsi Damur. Hal ini membuat mereka kehilangan cukup banyak uang.


Kini, Grup Suhandi ibarat sedang berjalan di seutas tali di tempat tinggi. Jika Grup Suhandi salah langkah, konsekuensinya sangat fatal.


Bagi Grup Suhandi, ada dua kemungkinan yang akan terjadi, yaitu berhasil mengembangkan usaha atau bangkrut dalam proses mengembangkan usaha! Mereka tidak punya jalan keluar lain!


Pangsa pasar Kota Surawa terbatas dan tidak bisa mengakomodasi perusahaan sebesar Grup Suhandi..


Jika Grup Suhandi tidak bisa membuka pasar di kota-kota lain yang ada di Provinsi Damur, maka Grup Suhandi hanya bisa menunggu bangkrut. Pada saat itu, sudah terlambat, walaupun Grup Suhandi bersedia mengeluarkan banyak uang untuk mempertahankan perusahaan!


Ini adalah sebuah pertaruhan besar!


Martin mengatakan bahwa Andre adalah petaruh. Akan tetapi, sebenarnya, dibandingkan dengan Andre, Martin lebih pantas disebut sebagai petaruh.


Martin tersenyum.


"Terima kasih atas dukungan kalian. Kalau aku benar-benar mendapatkan dua ratus miliar, aku akan mentraktir kalian semua."


Martin bersandar pada kursi. Kilatan gembira melintas melalui matanya. Rumah di tempat seperti Jalan Kumar tidak mungkin dibongkar. Para pejabat eksekutif Grup Suhandi sependapat dengan Martin. Mereka juga merasa hal ini tidak mungkin terjadi.


Kecuali matahari terbit dari barat.

__ADS_1


Kalau tidak, hal yang mustahil ini pasti tidak akan terjadi!


"Pak Martin...."


Tiba-tiba ada orang yang membuka pintu kantor.


Sekretaris Martin masuk dari luar. Dia melirik para pejabat eksekutif yang ada di dalam kantor, lalu berjalan menghampiri Martin dan membungkukkan badan.


Sekretaris Martin mengatakan sesuatu. Wajah Martin menjadi pucat sebelum sekretarisnya selesai berbicara!


Rumah di Jalan Kumar akan dibongkar!


"Kamu yakin akan kebenaran kabar ini?"


"Kapan kabar ini muncul?"


Martin mengepalkan tangan dengan kuat.


Sekretaris yang sedang berdiri di samping Martin mengerutkan kening. "Pak Martin, saya yakin. Pemerintah kota sudah mengedarkan pengumuman. Takutnya seisi Kota Surawa akan mengetahui hal ini beberapa jam kemudian...."


"Kabar ini muncul pada lima menit yang lalu. Saya ingat Anda menyuruh saya memperhatikan berita tentang Jalan Kumar, jadi...."


Mengapa rumah di Jalan Kumar benar-benar dibongkar setelah Andre berkata demikian?


Jangan-jangan benar-benar ada orang yang bisa meramal masa depan?


"Pak Martin, ada apa?"


Para pejabat eksekutif yang duduk di seberang Martin agak bingung. Ekspresi Martin sangat suram. Martin memukul meja!


Martin kehilangan Hotel Riverside!


"Rumah di Jalan Kumar akan dibongkar...."


Martin hanya mengucapkan satu kalimat. Para pejabat eksekutif Grup Suhandi saling menatap satu sama lain. Mereka membuka mulut, tapi tidak sanggup mengatakan apa pun.


A... apa-apaan ini?


Mereka baru saja menyelamati Martin. Mereka mengira Martin akan mendapatkan dua ratus miliar. Namun, Martin kalah dalam pertaruhan ini?

__ADS_1


Grup Suhandi tidak sanggup mengeluarkan dua ratus miliar sekarang!


Selain itu, Hotel Riverside juga sangat penting. Hotel Riverside adalah salah satu hotel terbaik di Kota Surawa. Hotel ini melambangkan kejayaan Grup Suhandi!


Kini, hotel ini menjadi milik orang lain. Hal ini agak memalukan....


"Dari mana Andre Winato ini muncul!"


Martin beranjak berdiri dengan marah, lalu menarik dasi yang sedang dia kenakan. Andre bisa tahu kapan rumah di Jalan Kumar akan dibongkar sebelum hal ini diumumkan. Andre sudah membeli seratus lima puluh rumah terlebih dahulu. Selain itu, Andre membuat Martin kehilangan Hotel Riverside!


Menurut Martin, Andre pasti adalah orang jahat!


Martin berpikir, 'Jangan-jangan ada orang yang mau mencelakaiku?'


Martin menarik napas dalam-dalam, lalu menatap orang yang ada di sampingnya. "Selidiki hal ini baik-baik, sebenarnya siapa itu Andre Winato? Buang seluruh data yang kalian dapatkan saat menyelidiki Andre Winato sebelumnya. Ulangi penyelidikan dari awal!"


Andre bisa memprediksi waktu rumah di Jalan Kumar dibongkar dengan tepat. Orang seperti ini mana mungkin adalah pria gagal yang suka bermabuk-mabukan, gagal investasi, serta ditinggal oleh istri dan anak?


Martin berpikir, 'Bisa-bisanya aku percaya pada data yang jelas tidak benar ini!"


Meskipun sudah ada pengumuman mengenai pembongkaran, masih ada waktu lama sebelum pembongkaran benar-benar dilaksanakan. Sebelum pemerintah belum memulai pembongkaran secara resmi, Martin tidak perlu menyerahkan Hotel Riverside pada Andre.


Hanya saja, Martin tidak pernah menduga dirinya akan kalah sebelumnya!


Namun, Andre sepertinya menang kali ini.....


Semua orang di dalam kantor terdiam. Saking heningnya, suasana di dalam kantor terkesan aneh. Tidak ada yang berani berbicara saat Martin sedang marah.


Martin punya kesempatan untuk mendapatkan uang tanpa butuh melakukan apa pun sebelumnya. Namun, Martin tidak menggunakan kesempatan ini. Sebaliknya, Martin malah bertaruh dengan Andre. Kini, rumah di Jalan Kumar benar-benar akan dibongkar....


Martin tidak hanya tidak mendapatkan uang, bahkan akan kehilangan sebuah hotel!


Ini benar-benar memalukan!


Martin mengepalkan tangan dengan erat. Namun, Martin tidak melampiaskan amarahnya. Martin hanya berbalik dan keluar dari ruang rapat.


Suasana di dalam ruang rapat sunyi senyap. Para pejabat eksekutif Grup Suhandi saling menatap satu sama lain. Mereka tetap tidak bisa berkata-kata setelah cukup lama.


Semua orang Kota Surawa tahu bahwa Martin sangat hebat. Martin bahkan mendapatkan gelar orang terkaya di Kota Surawa. Kini, Martin dikalahkan oleh seorang bocah yang tidak terkenal sama sekali?

__ADS_1


Hal ini benar-benar mengejutkan....


__ADS_2