
Sinar matahari pagi menyinari Perumahan Larumnas.
Linda sangat gembira, karena hari ini adalah hari dia mendapatkan bunga instrumen investasi Grup Wenbrokes yang dia beli, yaitu Wenbrokes 1.
Linda mulai tahu tentang instrumen investasi ini sejak bulan Maret tahun ini. Dia mendapatkan bunga sebesar 10 persen setiap bulan.
Linda awalnya tidak percaya. Namun, sejak bulan Agustus tahun lalu, beberapa wanita lanjut usia lain yang tinggal di Perumahan Larumnas telah membeli Wenbrokes 1.
Sampai sekarang, mereka telah menginvestasikan 200 juta. Mereka sudah mendapatkan keuntungan sebanyak dua kali lipat!
Linda awalnya hanya berani menginvestasikan beberapa juta. Namun, setelah mendapatkan bunga untuk pertama kalinya, Linda langsung menginvestasikan 40 juta lagi.
Pada bulan ketiga, Linda bahkan menginvestasikan gaji pensiunnya, gaji Ricky, serta 100 juta yang dia pinjam dari kakak laki-laki kandungnya. Jumlah uang yang Linda investasi 400 juta!
Linda menghitung bunga. Dirinya bisa mendapatkan 40 juta bulan ini!
Uang 40 juta setara dengan gaji Linda selama setengah tahun saat Linda masih bekerja dulu!
Kini, Linda bisa mendapatkan uang sebanyak ini dalam waktu satu bulan. Lihatlah suaminya yang tidak berguna itu. Dia bekerja di Perusahaan Listrik Provinsi Damur, tetapi gajinya hanya sekitar 8 juta setiap bulan.
Hal yang lebih penting lagi adalah Linda mendengar suatu kabar sebelumnya. Katanya Perusahaan Listrik Provinsi Damur menghabiskan 40 miliar untuk membeli Wenbrokes 1.
Menurut Linda, suaminya membantu Perusahaan Listrik Provinsi Damur menghasilkan uang. Lalu, Perusahaan Listrik Provinsi Damur menggunakan uang itu untuk membeli Wenbrokes 1.
Kalau begitu, lebih baik menggunakan seluruh uang untuk membeli Wenbrokes 1!
Linda berpikir dalam hati, 'Orang-orang ini tidak memahami apa-apa. Kalau bukan karena ada aku, memangnya keluarga ini bisa hidup senyaman ini sekarang?'
Linda ganti baju, mengambil buku tabungan, lalu keluar dan pergi ke bank. Saat dia melihat ada tambahan 40 juta di buku tabungannya, dia tersenyum hingga matanya terlihat sipit.
Saat Linda baru saja keluar dari bank, temannya meneleponnya.
"Halo, Erni, aku kasih tahu kamu, aku dapat 40 juta bulan ini!"
"Aku kira-kira sudah bisa balik modal pada akhir tahun ini"
"Aku berencana untuk menginvestasikan 40 juta ini. Jadi,
penghasilan setiap bulan bisa tambah 4 juta!"
"Iya, benar, dulu aku langsung menarik uang begitu ada bunga. Aku benar-benar bodoh. Untung kamu kasih tahu aku cara untuk mendapatkan banyak uang!"
__ADS_1
"Setiap kali aku mendapatkan bunga, aku selalu membeli satu kilogram daging iga pulang!"
"Sudah dulu, lain kali baru lanjut mengobrol. Aku mau pulang main kartu. Aku baru mendapatkan uang sebanyak ini, aku mau main kartu dan mendapatkan lebih banyak uang dengan cara mengalahkan teman-temanku!"
Linda keluar sambil tersenyum ceria. Namun, dia sedang memikirkan sesuatu dalam hati. Dia berencana untuk mengumpulkan uang dan membeli Wenbrokes 1 lagi.
Bagaimana kalau dia menggadaikan rumah setelah pulang nanti?
Di dalam rumah susun.
Andre beranjak bangun dari ranjang, cuci muka, mengeluarkan ponsel, lalu segera menelepon Evan.
Kontrak serah terima Perumahan Larumnas, Perumahan Kiwona, serta rumah-rumah di sekitar Jalan Kumar harus segera dijalankan!
Selain itu, Perusahaan Listrik Provinsi Damur menghabiskan 40 miliar untuk berinvestasi!
Uang itu harus ditarik kembali!
Andre harus menemui Amir dan membahas hal ini secara
langsung!
Andre menelepon Evan sebanyak dua kali. Namun, Evan tidak mengangkat telepon. Andre menjadi cemas setelah mendengar nada sambung telepon.
Sekarang, Grup Wenbrokes ibarat sebuah bom. Begitu bom ini meledak, investasi Perusahaan Listrik Provinsi Damur pasti gagal. Selain itu, skandal memalsukan laporan keuangan juga akan terekspos!
Kemudian, Amir akan kehilangan jabatannya. Bank Damur bersedia meminjamkan uang pada Andre karena segan pada Amir dan percaya pada Perusahaan Listrik Provinsi Damur.
Begitu Amir lengser, kontrak gadai Andre pasti akan bermasalah!
Pada saat itu, Andre harus bersaing dengan pihak yang mengakuisisi Perusahaan Listrik Provinsi Damur. Mereka akan memperebutkan Perumahan Larumnas, Perumahan Kiwona, serta 50 rumah di sekitar Jalan Kumar yang dibeli dengan harga rendah.
Masalah ini harus diselesaikan di pengadilan. Lalu, properti-properti ini akan diblokir dan tidak bisa dibongkar. Jangan-jangan pemerintah kota akan langsung mengubah rencana!
Pihak bank akan mendesak Andre untuk membayar utang. Kemudian, Andre akan masuk penjara!
Grup Wenbrokes sialan ini benar-benar membawakan banyak masalah!
Dahi Andre dibasahi oleh keringat.
Ini adalah bahaya terbesar yang dia hadapi setelah hidup kembali. Dia salah. Dia seharusnya tidak boleh ikut campur dalam masalah Perusahaan Listrik Provinsi Damur!
__ADS_1
Kalaupun Andre terus bertentangan dengan Martin, ini tetap lebih baik daripada meminta Perusahaan Listrik Provinsi Damur membantunya meminjam uang dari bank!
Kalau masalah ini tidak bisa diselesaikan, akan ada konsekuensi yang parah!
Andre tidak boleh membiarkan hal ini terjadi. Dia harus segera pergi mencari Amir!
Di luar area bisnis Perusahaan Listrik Provinsi Damur.
Setelah Andre keluar dari taksi, dia langsung mau masuk ke dalam perusahaan.
Namun, setelah Andre berjalan beberapa langkah, Andre ditahan.
Ketika Andre datang sebelumnya, Andre disambut oleh Evan. Saat itu, Evan sudah berpesan pada pegawai, jadi Andre bisa langsung masuk. Kali ini, jangankan membuat janji terlebih dahulu, Andre bahkan tidak bisa menghubungi Evan.
"Tunggu sebentar, siapa yang memperbolehkan kamu masuk?"
"Mana kartu pegawaimu? Kamu bekerja di departemen apa?"
Pria tua yang ada di dalam ruang satpam memandang Andre. Pria tua ini meletakkan kedua tangannya di belakang punggung.
Andre mengerutkan kening. "Aku datang untuk mencari Amir. Aku sudah membuat janji. Biarkan aku masuk. Aku punya urusan penting!"
Satpam tua ini tertawa dingin.
"Amir?"
"Kamu benar-benar lancang. Berani-beraninya kamu langsung menyebut nama direktur kami!"
"Kamu sebaiknya becermin dulu. Kamu memang nggak jelek, sayangnya pakaianmu lebih buruk daripada pakaian pegawai area bisnis ini. Harga pakaianmu nggak sampai 400 ribu, 'kan? Orang sepertimu mau menemui Pak Amir?"
"Minggir sana, pergi jauh-jauh!"
Satpam tua ini melambaikan tangan sambil memasang ekspresi meremehkan.
Andre berencana untuk masuk secara paksa. Namun, setelah melihat tongkat listrik yang dipegang oleh pria tua di hadapannya, Andre membatalkan niat.
Andre memang jago berkelahi, tetapi Andre tidak mungkin menyakiti seorang satpam tua!
Lagi pula, jika satpam tua ini menyetrum Andre dengan tongkat listrik, takutnya Andre akan sekarat!
Andre mengerutkan kening. Saat Andre berencana untuk berlari masuk, seorang pria tua yang ada di belakangnya berjalan menghampirinya. Pria ini membawa sebuah kotak makanan.
__ADS_1
Andre menoleh dan kebetulan saling bertatapan dengan pria tua ini ....
"Ayah...."