Kelahiran Kembali Sang Miliarder

Kelahiran Kembali Sang Miliarder
Bab 41


__ADS_3

Pasir seharga 20 ribu per kubik, sekalipun dijual seharga 60 ribu, tetap akan untung tiga kali lipat!


Jason bisa menghasilkan uang sejumlah 5,4 miliar.


Cara cepat dalam menghasilkan uang yang menakutkan semacam ini tidak pernah Jason temui. Bahkan, dia tidak berani memikirkannya!


Seandainya bukan Andre, bagaimana mungkin Jason bisa memikirkan tentang membeli pasir ke lokasi instruksi di Grup Internasional Jundra, lalu tinggal menjualnya lagi hingga menghasilkan uang sebanyak ini, 'kan?


Jason menahan rasa antusias dalam hatinya, lalu segera menghubungi orang untuk datang mengambil pasir. Bersamaan dengan itu, Jason meminta bantuan temannya untuk menghubungi lokasi konstruksi yang lainnya, bahwa ada pasir yang dijual seharga 60 ribu per kubik.


Rata-rata harga pasir 70 ribu atau lebih per kubik di seluruh Kota Surawa.


Seperti Grup Internasional Jundra yang merupakan perusahaan properti besar, baru bisa membeli bahan seharga 70 ribu. Beberapa proyek kecil biasanya hanya dapat membeli pasir senilai 80 ribu per kubik.


Membeli pasir sangat jarang bisa mendapatkan harga 60 ribu per kubik. Jadi, ada banyak lokasi konstruksi beramai-ramai menaikkan harga pembelian pasir hingga 70 ribu per kubik, sekalipun mereka bisa membeli pasir seharga 60 ribu per kubik. Dengan cara itu, mereka bisa menghasilkan uang dan juga bisa menghemat modal perusahaan. Kedua pihak sama-sama untung.


Pasir di lokasi konstruksi belum selesai diangkut, sementara pasirnya sudah laku terjual.


Sama sekali tidak butuh tempat untuk menyimpan pasir.


Sore harinya, matahari belum terbenam. Mobil pengangkut pasir yang terakhir meninggalkan lokasi konstruksi. Andre sudah menandatangani kontrak. Jason meletakkan satu koper penuh dengan uang sejumlah 3 miliar rupiah di atas meja ruang kerja Rudi.


Kini, transaksi uang dan barang sudah selesai. Mengenai uang Andre sejumlah 300 juta, Jason hanya mengambil 240 juta saja. Jason memutuskan membayar uang 60 juta untuk Rudi.


Bagaimanapun juga, kalau bukan Andre, bagaimana mungkin Jason dapat menghasilkan uang 5,4 miliar!


Perusahaan Antar Cepat milik Jason, satu bulan belum tentu menghasilkan uang sebanyak ini!


Jason menyerahkan 60 juta kepada Andre setelah mereka masuk ke dalam mobil. Bahkan, Jason juga menolak modal Andre yang senilai 240 juta. Anggap saja Jason yang menanggungnya.


"Andre, metodemu ini benar-benar luar biasa!"


"Aku kagum berat sama kamu!"


Jason tidak bercanda saat bicara. Dia benar-benar kagum pada Andre dengan tulus. Andre benar-benar orang yang menakjubkan. Dahulu saat berjualan air mineral, dia sudah meraup untuk empat kali lipat dalam semalam.

__ADS_1


Hari ini, cukup satu hari dan Andre lagi-lagi meraup untung tiga kali lipat!


Kemampuan Andre menghasilkan uang jauh lebih cepat daripada merampok!


Andre menerima 60 juta dengan santai. Dia memang tidak mengeluarkan uang sedikitpun, tetapi 60 juta adalah untung bersih yang pantas didapatkan Andre juga.


Jason menghasilkan uang lebih banyak. Jika memotong


Uang pengangkutan dan modal, Jason setidaknya telah untung 4 miliar rupiah!


Mana ada jual beli yang begitu mudah seperti ini di dunia


Seandainya Andre tidak kekurangan uang untuk membeli rumah, dia tidak akan menghubungi Jason untuk mengambil untung dari Grup Internasional Jundra.


"Baiklah, Pak Jason. Hari sudah malam, sudah waktunya saya pulang. Bagaimana kalau Anda mengantarku kembali ke kota?"


Andre melihat ke arah Jason.


Jason menepuk pundak Andre. "Kembali ke kota? Hari ini kamu telah mengajakku untung besar. Jadi, aku harus mentraktirmu makan malam!"


Jason hendak menyalakan mobilnya.


Kemudian, terdengar suara ponsel Andre yang berdering. Dering ponsel Nokia berbunyi, lalu Andre mengeluarkan ponselnya dan menyadari itu adalah nomor tidak dikenal.


"Halo, apa kabar Anda?"


Andre merasa bingung. Orang yang tahu nomornya tidak banyak. Biasanya juga tidak ada orang yang menelepon. Jika dilihat, sekarang sudah tengah malam. Mengapa masih ada orang yang menelepon?


"Apa ini adalah Pak Andre?"


"Saya adalah asisten Pak Irwan. Beberapa waktu yang lalu, Pak Irwan sedang memancing di luar. Dia tidak sengaja terjatuh ke dalam air, untung ada temannya, Pak Jemmi yang menyelamatkan Pak Irwan. Sekarang, Pak Irwan sedang menerima pertolongan pertama di Rumah Sakit Pertama Kota Surawa. Selama proses pertolongan pertama, Pak Irwan sempat menyadarkan diri. Dia ingin saya menghubungi Anda."


"Tolong, apa Anda punya waktu luang? Apa Anda bisa menjenguk Pak Irwan di rumah sakit? Kalau bisa, saya akan mengirim orang untuk menjemput Anda."


Asisten dari Irwan memang bicara dengan sungkan, tetapi terdengar nada panik dari suaranya.

__ADS_1


Andre tersenyum singkat dalam hati. Ternyata benar, Irwan pergi memancing dan kehilangan keseimbangan, lalu terjatuh ke air. Namun, peringatan Andre berguna juga. Apalagi Irwan senang pergi memancing seorang diri dan tidak akan mencari teman untuk memancing bersamanya.


Untung juga, kalau tidak manajer umum dari Hotel Riverside akan mati tenggelam.


"Nggak perlu repot-repot. Sekarang aku akan segera ke


sana."


Andre menutup telepon, lalu melihat ke arah Jason. "Pak Jason, makannya kita batalkan dulu. Ada temanku yang masuk UGD di rumah sakit, jadi tolong antarkan aku ke rumah sakit saja." Jason menganggukkan kepala.


"Andre, siapa temanmu yang masuk rumah sakit? Apa perlu bantuanku? Aku punya beberapa kenalan direktur rumah sakit. Aku bisa meminta bantuan mereka untuk memilih dokter yang terbaik dan kamar yang lebih bagus."


Jason sangat perhatian, dia mengemudi sambil bertanya pada Andre.


Andre mempertimbangkan sejenak, Irwan adalah manajer umum dari Hotel Riverside. Sementara di belakang Irwan adalah Martin yang berkuasa di Kota Surawa. Jadi Andre pikir, Irwan pasti tidak butuh bantuannya.


"Nggak perlu Pak Jason. Tolong antar aku sampai rumah sakit saja."


Andre selesai bicara, Jason juga tidak melanjutkan ucapannya lagi.


Tidak sampai 20 menit, mereka berdua tiba di depan gedung Rumah Sakit Pertama Kota Surawa.


Andre masuk ke rumah sakit dan Jason juga mengikutinya. Bagaimanapun juga, teman Andre sedang dirawat di rumah sakit. Jason ikut menjenguk juga tidak masalah, siapa tahu ada yang bisa dibantunya.


Jason menyadari cukup dengan mengikut Andre, maka akan mudah menemukan cara menjadi kaya raya.


Asalkan Andre berpesan beberapa kata pada Jason, pasti bisa menghasilkan untung lebih besar dari pekerjaannya selama berbulan-bulan. Dahulu, sebelum Andre pergi, bukankah dia pernah menyuruh Jason membeli rumah... di mana itu?


Sepertinya di Jalan Kumar?


Apa rumah di Jalan Kumar benar-benar bisa mengalami peningkatan?


Perumahan di sana sangat jelek hingga tidak ada orang yang mau. Nanti saat pulang, Jason akan lewat Jalan Kumar, lalu melihat-lihat berapa harga rumah di sana per meter perseginya.


Jangan lupa untuk di like and gift ya guys

__ADS_1


vote juga serta 🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2