Kelahiran Kembali Sang Miliarder

Kelahiran Kembali Sang Miliarder
Bab 92


__ADS_3

Faktanya, beberapa ratus rumah di kompleks Perumahan Larumnas dan Perumahan Kiwona, semua itu adalah perumahan tua yang tidak berharga.


Perumahan berharga hanya 50 rumah yang akan direlokasi di Jalan Kumar.


Namun, semahal apa pun harga ke 50 rumah tersebut, bukankah tetap tidak dapat menolong Perusahaan Listrik Provinsi Damur? Jadi, hasil rapat memutuskan menarik dana tunai dari aset periferal. Solusi itu mendorong Perusahaan Listrik Provinsi Damur untuk masuk ke pasar saham.


"Kalau sudah disetujui dalam rapat, cepat selesaikan masalah penandatanganan kontrak. Selain itu, ada satu hal yang mau aku katakan pada Pak Amir."


Andre menatap Amir dengan serius tanpa ada maksud bercanda.


Amir juga ikut menanggapinya dengan serius.


"Silakan katakan, Pak Andre."


Andre mengernyitkan alis dan berkata, "Kepala departemen investasi di perusahaanmu, tahun lalu dia menggunakan dana perusahaan sejumlah 40 miliar untuk instrumen investasi di Grup Wenbrokes. Setiap bulannya mendapat untung 10%."


"Aku kurang mengerti tentang hal ini, entah Pak Amir mengerti atau tidak?"


"Tapi, aku ingin meminta Pak Amir untuk memberi tahu kepada kepala departemen investasi di perusahaanmu, ada masalah dalam instrumen investasi di Grup Wenbrokes. Dia lebih baik menarik investasi secepat mungkin. Kalau dia tidak percaya, hal ini mungkin akan menjadi alasan terakhir yang menghancurkan Perusahaan Listrik Provinsi Damur."


Andre selesai bicara, lalu Amir mengernyitkan alisnya.


Dia sama sekali tidak paham mengenai masalah departemen investasi di perusahaan.


Semenjak departemen investasi terbentuk, segala hal berada di bawah tanggung jawab kepala departemen investasi, Timmy Lukmanto. Dia hanya perlu melaporkan tentang keuntungan dari tiap proyek investasi. Sebagian besar dana yang digunakan tidak banyak, tetapi keuntungannya cukup besar.


Tahun lalu, total keuntungan yang didapatkan departemen investasi mendekati puluhan miliar. Jadi, Amir selalu percaya akan kemampuan kerja Timmy.


"Pak Timmy adalah profesor lulusan luar negeri di bidang ekonomi. Aku juga tidak paham tentang masalah investasi, tapi dia telah bekerja di perusahaan selama empat tahun dan keuntungannya selalu mencapai target."


"Aku tahu soal investasi di Grup Wenbrokes. Itu adalah investasi terbesarnya dan sudah dimulai sejak tahun lalu. Setiap bulan mendapat bonus sejumlah 4 miliar rupiah. Dua bulan lagi, keuntungannya akan berlipat ganda."


Amir mengernyitkan alisnya.


Dia sama sekali tidak paham mengenai masalah ekonomi, manajemen keuangan, investasi, dan keuangan karena itu bukan bidang yang ditekuninya.


Amir hanya tahu investasi itu menghasilkan uang dan sangat menguntungkan. Bahkan, lebih menguntungkan daripada berbisnis dan menghasilkan uang.


Andre hanya tersenyum, lalu berkata, "Yang penting aku sudah mengatakannya. Pak Amir boleh memilih untuk percaya atau tidak. Kalau Pak Amir tidak mau rugi total, lebih baik ikut campur dalam investasi tersebut."


Selesai Andre berbicara, Amir segera mengambil telepon untuk menghubungi Timmy, kepala departemen investasi.

__ADS_1


"Pak Timmy, tolong datang ke kantorku sebentar. Iya, aku berada di kantor."


Selesai Amir menelepon, tidak lama kemudian muncul seseorang dengan setelan jas rapi. Penampilan Timmy khas eksekutif muda profesional, lalu berjalan masuk ke dalam ruang kantor.


"Pak Amir."


Timmy menganggukkan kepalanya secara perlahan ke arah Amir.


Amir menunjuk Andre dan berkata, "Ini adalah Pak Andre.


Dia adalah tamu kehormatan bagi Perusahaan Listrik


Provinsi Damur. Dia juga investor terkenal di Kota


Surawa."


"Pak Andre berkata, mungkin akan terjadi masalah pada investasi di Grup Wenbrokes. Soal investasi, aku juga tidak paham. Jadi, aku panggil kamu kemari untuk langsung membicarakannya dengan Pak Andre."


Kemudian, Amir duduk di kursinya.


Timmy hanya tersenyum, lalu tersenyum sekilas kepada Amir.


Timmy tidak peduli akan kehormatan Amir.


"Semenjak departemen investasi berdiri, aku telah menghasilkan keuntungan sejumlah puluhan miliar untuk perusahaan. Bahkan, keuntungan dana investasi tiap tahunnya bertambah."


"Keuntungan dari investasi di Grup Wenbrokes berada di peringkat pertama dari semua daftar investasi. Proyek yang begitu menghasilkan uang, apa Anda rela menghentikannya cuma karena ucapan orang luar?"


"Kalau ini adalah perintah dari Pak Amir, aku akan memilih untuk menjalankannya."


Timmy mengangkat dagunya dengan angkuh. Semenjak kembali ke dalam negeri, dia langsung bekerja di Perusahaan Listrik Provinsi Damur dan menduduki posisi kepala departemen investasi tanpa ada gangguan.


Saat bekerja di sini, ada gaji, ada status PNS, ada bonus, bahkan masih ada asuransi.


Apalagi ditambah atasannya yang sudah tua semua.


Mereka semua hanya orang tua dari generasi lama dan tidak paham soal asuransi.


Timmy sengaja membual beberapa kata, tetapi uang ini bukan sembarang investasi!


Seperti investasi di Grup Wenbrokes, setiap bulan akan mendapatkan keuntungan 10%. Sebenarnya, Timmy mengambil 1% dari keuntungan tersebut untuk dirinya sendiri. Uang itu akan langsung ditransfer ke rekeningnya oleh pihak Grup Wenbrokes.

__ADS_1


Jangan lihat setiap bulannya hanya mendapatkan untung


1%!


Dana investasi senilai 40 miliar, setiap bulannya dia bisa mendapat bagian 400 juta!


Namun, uang itu tidak digunakan oleh Timmy. Dia kembali memutar dana tersebut untuk berinvestasi di Grup Wenbrokes dan membeli instrumen investasi Wenbrokes 1.


Setiap bulannya akan mendapatkan keuntungan 10%. Setelah bertahun-tahun, dia juga baru tahu ada investasi semacam ini.


Sebenarnya Timmy tahu jelas bahwa Grup Wenbrokes kemungkinan besar memiliki pendapatan ilegal.


Namun, Timmy memiliki dukungan dari Perusahaan Listrik Provinsi Damur. Tempat apa ini? Perusahaan milik negara!


Selama Grup Wenbrokes masih mau buka, uang 40 miliar yang dia investasikan setiap bulan pasti akan mendapat keuntungan 10%.


Uang ini bisa dianggap sebagai uang suap yang Grup Wenbrokes berikan kepada Perusahaan Listrik Provinsi


Damur!


Namun, tentu saja atas nama investasi.


Pada satu sisi dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan, sementara di sisi lain, ada keuntungan pribadi untuk Timmy. Seumur hidup, Timmy tidak pernah menemui bisnis semacam ini.


Sekarang entah bagaimana muncul seseorang bernama Andre yang ikut campur dalam bisnisnya.


Andre tersenyum dingin, lalu mendongak dan melihat ke arah Timmy.


"Pak Timmy, kamu begitu yakin kalau tidak ada masalah dengan investasi di Grup Wenbrokes. Apa karena ada teman sekolahmu yang menjadi penanggung jawab di Grup Wenbrokes?"


"Menggunakan dana 40 miliar milik Perusahaan Listrik Provinsi Damur untuk membeli instrumen investasi di Grup Wenbrokes. Berapa banyak komisi yang setiap bulannya diberikan oleh temanmu itu?"


Andre mengernyitkan alis. Oleh karena Timmy tidak ingin bicara baik-baik, jadi Andre tidak perlu menghormati orang rendahan seperti Timmy.


Apanya yang profesor dari luar negeri, apanya yang eksekutif muda terpandang. Padahal Grup Wenbrokes adalah jebakan besar, tetapi masih jatuh ke dalamnya. Orang semacam ini, sudah terbiasa melakukan tindakan berisiko tinggi. Sekarang malah mau mengajak Perusahaan Listrik Provinsi Damur hancur bersamanya!


Padahal sudah tahu ada jebakan, malah sengaja berjalan ke arah jebakan itu!


Wajah Timmy merah padam karena kesal, bahkan sepasang matanya juga tampak penuh emosi membara begitu mendengarkan ucapan Andre.


"Omong kosong!"

__ADS_1


__ADS_2