
Jessy memang tidak membicarakan semua masalah itu, tetapi dia tahu semuanya.
"Baiklah, masih ada waktu lima menit sampai jam makan siang. Nanti kamu tunggu aku di pintu depan kantor. Aku bereskan beberapa berkas dulu." Ujar Jessy.
Ani agak kesal. "Bu Jessy, tinggal lima menit saja. Kita bisa diam-diam keluar. Apalagi hubunganmu dan Pak Hendi sangat baik. Dia nggak akan menyalahkanmu."
Jessy tidak menggubris Ani dan melanjutkan kesibukannya.
Hingga jam makan siang, Jessy baru mengeluarkan ponsel dan menelepon.
Ini pertama kalinya bagi Jessy untuk menelepon Andre selama beberapa bulan ini.
"Halo, Jessy. Kenapa kamu sempat meneleponku?"
Andre yang sedang berada di kios Sate Taichan Andre, lalu dia segera melempar sate ke atas pembakaran untuk mengangkat telepon.
"Hei Bos, sate taichanmu ini atasnya gosong....'
Tamu di sekitar sudah mulai ribut.
Andre segera menutupi ponsel dengan tangannya. "Baik, aku tahu. Jangan ribut dulu. Istriku telepon. Nanti aku kasi bonus dua tusuk sate lagi."
Andre sekali lagi meletakkan ponsel di telinganya.
Jessy agak tertegun. "Apa kamu sedang di luar? Kenapa berisik sekali?"
Andre hanya tersenyum.
"Beberapa waktu ini aku mulai kerja, buka kios kecil-kecilan."
"Kenapa? Apa aku sekarang harus menjemput Feli?"
Jessy mendengar dengan saksama, keributan di sekitarnya seperti bukan tempat judi. Setelah itu, Jessy baru bernapas lega.
"Kebetulan sekali, sekarang kamu datang ke depan pintu kantorku. Aku dengar ada kios kaki lima yang terkenal belakangan ini. Kamu datang dulu untuk belajar sebentar. Nanti saat pulang kamu bisa buka sendiri. Satu bulan lumayan bisa untung 6 sampai 8 juta. Jauh lebih baik daripada berkeliaran tanpa tujuan dan mencari masalah."
Andre tertegun untuk beberapa saat.
Apa tadi Jessy bilang, kios kaki lima di depan kantornya yang cukup ramai?
Andre melihat berkeliling, kios kaki lima paling ramai di depan pintu perusahaan Desain Selaras adalah kios sate taichannya. Apalagi karena kios sate taichan Andre yang ramai telah menyebabkan kios pancake, mi goreng, takoyaki, juga ikut berjualan di sekitarnya.
Beberapa kios berkumpul hingga tampak terlihat jalanan kuliner.
Ada beberapa pelanggan yang tidak sabar mengantre sate taichan, lalu akan membeli makanan lain. Jadi, para bos kios yang lainnya sangat sopan kepada Andre.
__ADS_1
"Jessy, kios yang kamu bilang sangat ramai itu, apa namanya Sate Taichan Andre?"
Andre memegang ponsel, dia membuka kios di depan pintu Desain Selaras selama beberapa waktu ini, awalnya untuk memberi tahu Jessy bahwa dia telah membuka kios dan punya pekerjaan tetap.
Tujuan Andre agar Jessy bisa bersikap lebih baik kepadanya.
Namun, siapa sangka kalau istrinya begitu hemat karena setiap hari bawa bekal sendiri!
Andre buka kios di depan pintu gerbang perusahaan sudah hampir satu minggu. Bahkan, Andre tidak pernah bertemu dengan Jessy.
Setiap kali Jessy mau membeli beberapa tusuk sate taichan, Andre pasti sudah tutup kios untuk menjemput Feli pulang sekolah.
Jadi, mereka selalu berselisih waktu dan hingga sekarang sampai Jessy menelepon Andre, dia baru ingat tujuannya membuka kios sate taichan yang sebenarnya!
Semua demi menyenangkan hati Jessy!
Jessy menganggukkan kepala, tidak disangka Andre ternyata tahu mengenai Sate Taichan Andre. Kelihatannya Jessy selama beberapa waktu ini telah salah paham karena berpikir Andre tidak melakukan pekerjaan yang benar.
"Iya, Sate Taichan Andre. Kata mereka sangat enak. Bosnya sebulan bisa dapat untung sampai 40 juta. Kamu harus datang untuk belajar...."
Andre langsung tertawa kencang.
"Jessy, aku berada di bawah gedung kantor kalian. Kamu akan langsung bertemu denganku setelah turun.?
Jessy mendengar telepon mengeluarkan suara sibuk dan merasa agak aneh.
Ani memanggilnya dari depan pintu, Jessy membereskan barangnya, lalu segera turun.
Oleh karena membawa bekal sendiri, jadi sebelumnya Jessy tidak pernah makan di lantai bawah. Jessy lebih senang memanfaatkan waktunya untuk belajar dan fokus dalam pekerjaan.
Setelah belajar hampir selama satu bulan, kemampuan kerja Jessy telah meningkat pesat. Samar-samar, mulai ada beberapa orang yang bersikap baik padanya. Mereka dibuat kagum oleh kemampuan belajar Jessy.
Sementara itu, di lantai bawah depan pintu gerbang Desain Selaras penuh dengan lautan manusia yang berlalu-lalang. Kejadian ini benar-benar mengejutkan Jessy.
"Ini di depan pintu gerbang kantor kita. Apa Pak Hendi tidak mengurus mereka?"
Jessy melihat ke arah Ani.
Ani bicara dengan suara rendah, "Uruslah. Bagaimana mungkin Pak Hendi nggak mengurus ini semua? Tapi, hanya mengurus satu hari dan Pak Hendi langsung dikalahkan oleh penjual sate taichan itu. Dia malah memaksa Pak Hendi mentraktir semua pembeli sate taichan sepanjang sore."
"Pak Hendi sendiri kalah dengan orang itu, siapa lagi yang bisa mengurusnya?"
Jessy melirik singkat ke arah Ani, dia merasa ucapan Ani makin lama makin tidak masuk akal.
Perusahaan Desain Selaras yang begitu besar, Pak Hendi sendiri seorang miliader. Akan tetapi, malah tunduk kepada seorang penjual sate taichan?
__ADS_1
Bukankah ini ngawur sekali?
"Ayo jalan, kita masuk dulu ...."
Jessy melihat berkeliling, tetapi dia tidak melihat Andre berada di mana.
Andre suka membual, entah sudah kabur main ke mana lagi.
Menelepon Andre, benar-benar tidak ada kata jujur dari mulutnya.
Jessy menghela napas panjang, selama di rumah, kedua orang tuanya, Ricky dan Linda terus menerus menyuruh Jessy bercerai dengan Andre. Awalnya saat mengajak Feli keluar dari rumah Andre, Jessy juga yakin akan bercerai dari Andre ....
Namun, Jessy sekarang bekerja karena bantuan Andre. Gaji naik juga karena Pak Hendi yang menghormati Andre.
Bahkan, adiknya, Jenna dapat naik pangkat dan naik gaji, sampai mengambil bonus jutaan juga karena bantuan Andre.
Hal yang terpenting, Jessy menyadari bahwa Andre benar-benar sudah berubah....
Jadi, selama beberapa waktu ini, Jessy pindah dari rumah orang tuanya. Dia juga merasa agak ragu ketika Ricky dan Linda menyuruhnya untuk bercerai lagi.
Jessy menggelengkan kepala, lalu menghela napas panjang.
Seperti sekarang juga tidak buruk. Setidaknya, Jessy tidak perlu melihat si bajingan Andre. Bahkan, tidak masalah bagi Jessy jika harus membesarkan Feli seorang diri.
"Bos, Bos, dua tusuk sate taichan!"
Ani berdesakan hingga bisa maju dan menyerahkan uang kepada Andre.
Untuk membakar sate taichan, sudut matanya melihat Jessy di tengah keramaian pengunjung.
"Jessy, Jessy!"
Andre melambaikan tangan kepada Jessy, sementara Jessy berdesakan di antara keramaian untuk sampai ke depan.
"Jangan menyerobot antrean!"
"Jangan menyerobot antrean!"
Para pelanggan yang sedang mengantre tampak agak marah.
Sementara Andre memelototi mereka.
"Itu adalah istriku!"
"Dasar, nggak bisa melihat situasi dan kondisi. Percaya atau nggak, aku langsung tutup toko sekarang juga!"
__ADS_1