
Jason menunjuk Martin, lalu menunjuk Andre.
Andre tersenyum dan menjawab, "Kami kenal, tapi nggak terlalu akrab."
Jason sangat terkejut. Meskipun Andre mengatakan bahwa dia tidak akrab dengan Martin, Jason menyadari bahwa hubungan dua orang ini tidak sesimpel yang Andre katakan.
Selain itu, Jason mendengar dua orang ini membahas tentang Jalan Kumar!
Jason merasa dirinya tidak boleh menunggu lagi. Bahkan Martin, orang terkaya di Kota Surawa, pun tertarik dengan Jalan Kumar. Dirinya harus bertindak lebih cepat!
Jason memutuskan untuk pergi ke Jalan Kumar malam ini. Jason mendapatkan empat miliar hari ini. Uang ini seharusnya cukup untuk membeli sepuluh rumah di Jalan Kumar!
Kalau apa yang Andre katakan sebelumnya memang benar, dirinya bisa menjual sepuluh rumah ini dan mendapatkan kompensasi. Harga rumah-rumah ini setidaknya akan naik tiga hingga lima kali lipat!
"Andre, kenapa kamu nggak pernah kasih tahu aku kalau kamu adalah teman Pak Martin!"
"Kalau Pak Martin mau berinvestasi di Antar Cepat, aku pasti akan sukses. Kelak, orang-orang di Kota Surawa akan lebih menghormatiku!"
Jason menepuk paha dengan gembira.
Andre merasa tidak berdaya. Hendi, pemilik Desain Selaras, juga berpikir seperti itu sebelumnya. Lalu, perusahaan Hendi nyaris bangkrut.
Andre tidak paham mengapa orang-orang ini sangat ingin bergaul dengan Martin.
Pada kehidupan yang lalu, saat Andre bersaing dengan Martin, Martin sering menghadapi masalah di Provinsi Damur. Selain itu, perusahaan Martin juga sudah tidak sesukses dulu.
Namun, pada saat ini, Martin sepertinya masih berjaya di Kota Surawa.
Irwan sedang berbaring di ranjang yang ada di ruang rawat inap.
Irwan nyaris kehilangan nyawa, jadi Irwan sangat lemah sekarang.
Irwan teringat pada apa yang Andre katakan sebelumnya. Andre menyuruh Irwan jangan pergi memancing akhir-akhir ini. Akan tetapi, Irwan tidak mengacuhkan ucapan Andre. Alhasil, Irwan benar-benar celaka! Irwan merasa hal ini sangat ironis.
Untunglah dirinya tidak pergi memancing sendirian. Kalau
tidak, dirinya benar-benar akan mati! Martin dan Andre masuk ke ruang rawat inap dalam waktu yang hampir bersamaan.
Irwan menghela napas setelah melihat Martin. "Pak Martin, maaf karena telah membuat Anda khawatir."
__ADS_1
Martin menghela napas.
"Nggak apa-apa, Irwan, yang penting kamu baik-baik saja
"Lain kali kamu harus hati-hati saat keluar. Kalau bukan karena Pak Jemmi menyelamatkanmu kali ini, takutnya kamu sudah nggak di sini sekarang."
Irwan merasa tidak berdaya. Dia awalnya sedang memancing seperti biasa, tapi dia mendadak terpeleset dan jatuh ke sungai. Selain itu, entah kenapa kakinya mulai kram. Irwan tenggelam ke sungai dan nyaris tidak bisa bernapas.
Untunglah Tuhan memberkati, barulah Irwan bisa selamat dari musibah ini.
Andre muncul dari balik Martin.
Mata Irwan langsung berkaca-kaca. "Pak Andre, maaf, saya nggak percaya padamu kemarin. Orang yang menyelamatkan nyawa saya adalah Pak Jemmi dan kamu, Pak Andre. Terima kasih."
"Saya pasti akan membalas budi ini. Jika Pak Andre membutuhkan apa pun kelak, beri tahu saya saja."
Sikap Irwan terhadap Andre saat ini berubah seratus delapan puluh derajat.
Irwan awalnya sangat meremehkan Andre. Kini, Irwan
menjadi menghormati Andre.
"Hari penandatanganan kontrak sudah mau tiba. Kamu jangan banyak bergerak beberapa hari ini, istirahat baik-baik," Andre berkata demikian pada Irwan.
Irwan mengangguk. "Tenang saja, Pak Andre. Ini adalah perintah dari Pak Martin, saya pasti akan melakukan tugas ini dengan baik. Kita pasti bisa membeli seratus lima puluh rumah di sana."
Ekspresi Martin yang sedang berdiri di samping berubah.
Martin terus merisaukan masalah rumah di Jalan Kumar.
Martin berharap Andre bisa berhasil. Namun, pada saat yang sama, Martin menyayangkan Hotel Riverside milik dirinya. Jadi, Martin sedang berada dalam dilema.
Akan tetapi, Martin tetap tidak percaya rumah di Jalan Kumar akan dibongkar.
Jalan Kumar terletak di pusat Kota Surawa. Rumah-rumah di sana sudah ada sejak lama. Jika rumah di Jalan Kumar mau dibongkar, dana yang dibutuhkan sangat banyak. Selain itu, ada banyak orang yang tinggal di sana. Jika rumah-rumah itu akan dibongkar, sangat sulit untuk mencari tempat tinggal baru bagi orang-orang yang awalnya tinggal di sana.
Orang yang mengatakan rumah di Jalan Kumar bisa dibongkar kemungkinan besar sudah gila!
Namun, Martin tetap merasa tidak tenang....
__ADS_1
Martin tidak tahu mengapa dia tidak percaya pada dirinya. Martin malah percaya pada seseorang yang tidak meyakinkan. Martin berpikir, 'Ada-ada saja, ini pasti karena aku terlalu capek. Aku benar-benar harus istirahat akhir-akhir ini.'
Andre dan Martin tidak berlama-lama di ruang rawat inap. Irwan butuh istirahat.
Andre dan Jason keluar dari rumah sakit. Jason masih sangat bersemangat.
"Andre, kalau kamu bisa menjadi lebih akrab dengan Pak Martin, kamu pasti akan sangat sukses kelak!"
Andre tersenyum dan diam saja.
Jason membuka pintu mobil, kemudian masuk ke dalam mobil. Jason awalnya mengira Andre adalah orang biasa. Jason bahkan ingin membantu Andre, lalu menyuruh Andre bekerja padanya.
Akan tetapi, dilihat dari keadaan sekarang, Andre tidak membutuhkan bantuan Jason. Andre bahkan kenal dengan Martin, orang terkaya di Kota Surawa!
Martin jauh lebih kaya dan hebat dari Jason. Kini, Jason berharap Andre dapat membantu dirinya dan memperkenalkan dirinya pada Martin.
"Andre, kamu mau pergi ke mana? Aku akan mengantarmu."
Jason memandang Andre sambil tersenyum.
Andre berpikir sejenak.
"Aku mau pergi ke Apartemen Citranur."
Jason tertegun sejenak. "Apartemen Citranur? Andre, kamu tinggal di sana? Aku kebetulan searah."
Andre mengangguk. Andre tidak tinggal di Apartemen Citranur, tapi rumah Andre dan Jessy ada di Apartemen Citranur.
Andre membeli rumah itu saat menikah. Setelah itu, Andre mau tidak mau harus menjual rumah itu untuk membayar utang.
Hal ini ada di dalam benak Andre selama bertahun-tahun. Andre selalu merasa sakit hati saat mengingat hal ini.
Pada kehidupan yang lalu, setelah Andre menjadi kaya, Andre langsung membeli rumah yang pernah dia tinggali bersama istrinya kembali. Namun, pada saat itu, rumah itu sudah dipindahtangankan berkali-kali. Desain interior dan model rumah itu sudah berubah drastis. Rumah itu sudah bukan rumah yang Andre dan Jessy tinggali dulu.
Pada kehidupan kali ini, Andre baru menjual rumah beberapa saat yang lalu. Desain interior dan model rumah. seharusnya belum berubah. Jika Andre pergi ke sana sekarang, Andre seharusnya masih sempat membeli rumah ini kembali.
Meskipun Jessy masih belum mau memaafkan Andre, Andre tetap akan memastikan Jessy dan Feli punya tempat tinggal.
Jangan lupa untuk di like and gift ya guys
__ADS_1
vote juga serta 🌟🌟🌟🌟🌟