Kelahiran Kembali Sang Miliarder

Kelahiran Kembali Sang Miliarder
Bab 47


__ADS_3

Andre mengangguk. Andre tidak mengetahui detail tentang mengapa rumah di Jalan Kumar dibongkar dulu.. Saat proses pembongkaran sudah dimulai dan para penghuni mendapatkan kompensasi, Andre baru menyadari hal ini.


Andre tidak tahu apa rencana pemerintah kota dan pemerintah provinsi....


Andre hanya tahu bahwa rumah di Jalan Kumar pasti akan dibongkar. Selain itu, prosesnya sangat menghebohkan!


Rumah yang dibeli dengan harga enam puluh miliar pasti akan menghasilkan keuntungan berlipat ganda!


Jika Andre menggunakan kesempatan ini dengan baik, enam puluh miliar ini adalah langkah pertama Andre menuju kekayaan!


Andre mengaku bahwa dirinya adalah orang yang tidak berguna pada kehidupan yang lalu! Dirinya suka bertaruh dan selalu kalah!


Pada kehidupan kali ini, Andre tetap suka bertaruh. Namun, Andre sudah tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Jadi, Andre tidak akan kalah lagi!


"Dua bulan. Rumah di Jalan Kumar pasti akan dibongkar dalam waktu dua bulan!"


Andre sangat yakin.


Meskipun Bastian tidak tahu mengapa Andre begitu percaya diri, keputusan Andre selalu benar selama ini. Bastian sudah sangat memercayai Andre saat ini. Bastian bahkan tidak bertanya mengapa Andre begitu yakin.


Bastian begitu percaya pada Andre karena Andre selalu. berhasil.


"Ada suatu perjamuan malam ini. Kak Andre, ayahku menyuruhku mengajakmu pergi mengikuti perjamuan itu bersamaku...."


"Dia bilang orang-orang yang menghadiri perjamuan ini sangat licik. Dia akan lebih tenang kalau kamu pergi bersamaku."


Bastian menatap Andre sambil tersenyum.


Andre tertegun. Akan tetapi, berhubung ini adalah permintaan Tuan William, Andre bersedia pergi bersama Bastian.


"Kapan?"


Bastian mengangkat tangan untuk melihat jam tangan.


"Setengah jam kemudian...."


Andre merasa tidak berdaya. Perjamuan akan diadakan pada setengah jam kemudian, sementara bocah ini baru datang menjemputnya sekarang. Bastian jelas mau memaksa Andre pergi ke perjamuan itu. Andre sama sekali tidak punya kesempatan untuk menolak.


Bastian berbisik, "Ada orang yang tahu apa rumah di Jalan Kumar akan dibongkar di perjamuan ini...."


"Itulah alasan mengapa ayahku menyuruhku mengajakmu. Bagaimana? Apa kamu tertarik?"


Andre tersenyum pahit. Andre sebenarnya kurang tertarik.

__ADS_1


Rumah di Jalan Kumar pasti akan dibongkar. Hal ini tidak akan berubah. Andre mana perlu mendengar orang lain


mengonfirmasikan hal ini?


Kalau Andre butuh mendengar kabar dari orang lain, berarti Andre tidak berguna....


"Baiklah, berhubung Tuan William menyuruhku pergi, aku akan pergi bersamamu."


Bastian mengangguk.


"Kak Andre, sering mengikuti perjamuan seperti ini akan menguntungkanmu...."


"Tenang saja, ini nggak akan sia-sia...."


"Ada seseorang yang pasti ingin kamu temui."


Andre tertegun setelah mendengar ucapan Bastian. 'Orang yang ingin aku temui? Siapa?' pikir Andre.


"Putra sulung direktur Perusahaan Listrik Provinsi Damur, Evan Nirota."


Andre tersenyum pahit setelah melihat Bastian bertingkah berlebihan. Andre berpikir, 'Apa hubungan antara aku dan putra sulung direktur Perusahaan Listrik Provinsi Damur? Memangnya aku perlu menghubungi Evan?"


Bastian menghela napas, lalu berujar, "Kamu punya mesin litografi EU... EU apa? Kalau kamu mau menjual mesin itu pada Elektronik Damur, kamu harus mendapat persetujuan dari Perusahaan Listrik Provinsi Damur dulu!"


Menurut Bastian, dalam proses jual beli, pembeli adalah raja.


Barang sebagus apa pun hanya bisa terjual jika pembeli bersedia mengeluarkan uang untuk membeli. Kalau apa yang Andre katakan benar dan mesin litografi itu berharga senilai ratusan miliar, Elektronik Damur pasti tidak sanggup membeli mesin itu.


Elektronik Damur harus meminta dana dari pemegang saham terbesar mereka, yaitu Perusahaan Listrik Provinsi Damur.


Pada saat seperti ini, sangat penting untuk menjilat putra sulung direktur Perusahaan Listrik Provinsi Damur.


Perusahaan Listrik Provinsi Damur punya aset senilai enam triliun. Dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan besar lain di Provinsi Damur, perusahaan ini tetap adalah salah satu perusahaan terhebat.


Perusahaan ini telah memonopoli pasar dan tidak punya saingan. Mereka dapat menentukan harga sesuka hati tanpa perlu mengkhawatirkan apa-apa.


Asalkan direktur perusahaan ini bersedia, perusahaan ini bisa mengeluarkan uang sebanyak apa pun....


Bastian tidak paham betapa pentingnya mesin litografi EUV 32 nm ASML bagi Elektronik Damur. Mesin ini sangat penting bagi industri semikonduktor di Intrana.


Andre merasa tidak berdaya setelah mendengar ucapan Bastian. Andre tersenyum pahit.


Andre tidak tahu bagaimana cara menjelaskan hal ini pada Bastian. Berdasarkan logika biasa, apa yang Bastian pikirkan memang benar.

__ADS_1


Sangat penting untuk menjalin hubungan baik dengan Perusahaan Listrik Provinsi Damur.


Namun, barang yang Andre miliki adalah mesin litografi!


Bahkan pada sepuluh tahun kemudian, orang Intrana tetap tidak bisa memproduksi mesin litografi EUV 32 nm!


Penjual boleh bertindak sesuka hati. Terserah Andre mau menjual mesin ini atau tidak. Andre juga boleh menentukan cara menjual mesin ini, siapa pembeli mesin ini, serta harga jual.


Setidaknya, dalam lima hingga sepuluh tahun yang akan datang, mesin litografi Andre akan memiliki peran penting dalam penelitian semikonduktor bagi seluruh perusahaan yang bersangkutan.


Kalau tidak, wakil direktur Elektronik Damur, Omar, tidak akan menghabiskan satu miliar untuk membeli manual dan instruksi penggunaan mesin litografi.


Jika Elektronik Damur tidak menginginkan mesin litografi ini, Andre hanya butuh mengabari orang-orang bahwa dia memiliki mesin ini. Perusahaan di Intrana yang menginginkan mesin litografi EUV ini bisa antre dari Kota Surawa ke Kota Cikaru.


"Baiklah, Bastian, terima kasih karena kamu masih ingat tentang mesin litografi, tapi aku nggak punya rencana untuk menjual mesin litografi itu dalam waktu dekat."


Sangat sulit untuk bergabung dan berkarya dalam industri semikonduktor. Jika suatu perusahaan bisa mendapatkan mesin litografi 32 nm ASML buatan luar negeri terlebih dahulu, asalkan perusahaan tersebut melakukan penelitian dengan cermat dan punya banyak dana, perusahaan ini kemungkinan bisa menghancurkan monopoli!


Bagi Andre, mendapatkan dua ratus miliar hanya masalah waktu.


Namun, takutnya hanya ada satu mesin litografi EUV yang telantar di Intrana. Ini bukan perdagangan yang simpel, melainkan adalah semacam investasi. Selama Andre memiliki mesin litografi ini, Andre berhak memutuskan banyak hal. Andre bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk menjadi pemegang saham perusahaan besar, atau mendirikan sebuah perusahaan baru yang bergerak di bidang ini.


Mesin litografi selamanya adalah sebuah mesin, tapi sebuah perusahaan yang bisa memproduksi mesin litografi sendiri punya prospek yang tidak terbatas.


Menurut Andre, menjual mesin litografi pada Elektronik Damur tidak akan membawakan efek apa-apa.


Ada beberapa hal yang harus dilakukan sendiri....


Bastian mengemudi dari luar bangunan Properti Trust ke Hotel Riverside.


Andre mendongakkan kepala. Tidak ada hotel yang desain interiornya lebih mewah dari Hotel Riverside di Kota Surawa. Hotel Riverside adalah tempat yang paling cocok untuk menjamu tamu.


Setelah mereka masuk ke dalam hotel, Bastian langsung membawa Andre naik ke lantai atas.


Di Ruang Peoni yang terletak di lantai teratas Hotel Riverside.


Ada sekitar tujuh hingga delapan orang di dalam ruangan.


Mereka saling bersulang dan minum dengan gembira. Dilihat dari wajah mereka, semua orang masih muda. Orang yang duduk di bangku utama adalah seorang pria yang kurus dan tinggi.


Pria ini berusia sebaya dengan Bastian. Dia minum cukup banyak minuman keras, jadi wajahnya menjadi merah. Saat dia melihat Bastian membuka pintu dan masuk, dia langsung beranjak berdiri dan pergi merangkul Bastian.


"Bastian, kamu nggak sopan...."

__ADS_1


__ADS_2