
Andre menyalakan sebatang rokok, lalu berjalan ke arah rumahnya. Tidak heran bila Jessy menolak bertemu dengan Andre lagi.
Ternyata pertemuan pribadi mereka telah ketahuan oleh Linda dan Ricky.
Namun, mau bagaimana lagi....
Kedua mertuanya seolah ingin melihat Andre mati di tempat saking bencinya.
Seandainya Andre bersedia untuk menceraikan Jessy, takutnya kedua mertuanya akan langsung menyalakan kembang api untuk merayakan hal itu.
Andre sekali lagi menghela napas panjang, lalu dia mendongak dan berpikir, hidup sampai titik terendah seperti ini termasuk karma yang ditanamkan dari kehidupannya yang lampau.
Bagaimanapun juga, hal paling membahagiakan bagi Andre adalah dapat melihat istri dan putrinya tetap hidup dengan baik.
Selama dua hari berturut-turut, Andre bangun pada siang hari, lalu pergi menjual sate taichan di luar Desain Selaras.
Namun, Andre tidak bisa bertemu dengan Jessy, juga tidak bisa menjemput Feli di sekolah. Hal ini membuat Andre merasa berjualan sate taichan agak membosankan. Selain itu, seiring dengan berlalunya waktu, orang-orang sudah mulai bosan. Jumlah orang yang membeli sate taichan menjadi makin sedikit.
Meskipun lima ratus tusuk sate taichan tetap bisa habis dalam waktu tiga hingga empat jam, jumlah orang yang antre memang tidak sebanyak dulu lagi.
Tampaknya menjual sate taichan bukan solusi jangka panjang. Andre harus mencari orang untuk menggantikannya secepat mungkin.
Andre tidak mungkin menjual sate taichan selamanya....
Jadi, Andre mengambil pena untuk menulis sesuatu, lalu menggantung pengumuman perekrutan di depan gerobak sate taichan.
Andre ingin merekrut seseorang yang mau belajar cara membuat sate taichan. Andre akan memberi orang ini gaji sepuluh juta setiap bulan!
"Pak, gajinya benar-benar sepuluh juta?"
Beberapa pembeli yang sedang antre menelan ludah.
Andre mengoleskan saus di atas sate taichan sambil menjawab, "Iya, saya nggak akan berbohong, gajinya sepuluh juta!"
"Kalau kalian nggak percaya, bagaimana kalau kalian mencoba bekerja di sini beberapa hari?"
Banyak pembeli yang sedang antre merasa tertarik. Mereka adalah pegawai perusahaan yang ada di sekitar. Akan tetapi, kebanyakan dari mereka hanya mendapatkan gaji empat juta setiap bulan. Orang yang gajinya lebih tinggi juga hanya mendapatkan enam juta.
Sebelumnya, Jessy bisa mendapatkan pekerjaan dengan gaji delapan juta berkat bantuan Andre. Sesudah itu, gaji Jessy naik dua kali lipat karena Andre juga.
Meskipun biaya sewa rumah sekarang berkisar dari enam hingga delapan juta, gaji rata-rata hanya sekitar dua juta.
Gaji orang yang bekerja di perusahaan besar pun hanya empat hingga enam juta, sedangkan Andre membuka gaji sepuluh juta untuk orang yang mau belajar membuat sate
__ADS_1
taichan.
Orang yang mengelilingi gerobak sate taichan menjadi makin banyak. Mereka baru tahu bahwa penghasilan penjual sate taichan sebanyak ini.
"Sudah, jangan lihat lagi, ada nomor telepon saya di bagian bawah...."
"Orang yang ingin belajar membuat sate taichan boleh menelepon saya."
Saat Andre baru selesai berbicara, ponsel di dalam saku Andre tiba-tiba berdering.
Andre tertegun. Dirinya baru saja menyuruh orang-orang meneleponnya. Langsung ada orang yang meneleponnya secepat ini?
Jarak antara dirinya dan orang-orang ini hanya beberapa meter. Orang yang tertarik hanya butuh berteriak, untuk apa menelepon dirinya?
Andre mengangkat telepon.
"Kak Andre, ini Evan!"
Suara Evan terdengar dari telepon.
"Aku sudah menyuruh seseorang mengurus pinjaman. Aku
nggak bisa mendapatkan pinjaman sebesar empat ratus miliar, tapi aku bisa mendapatkan dua ratus delapan puluh miliar sebelum malam ini."
Evan berkata demikian.
Ditambah dengan dua puluh miliar yang Andre miliki, totalnya ada tiga ratus miliar. Uang ini sudah cukup untuk membeli seluruh rumah milik spekulan properti dari kawasan pesisir.
Andre tertawa dan berkata, "Terima kasih. Aku akan membuat sebuah dokumen untuk menjelaskan solusi masalah Perusahaan Listrik Provinsi Damur. Lalu, aku akan mengirimkan dokumen itu pada Pak Amir secepat mungkin."
Evan menggelengkan kepala.
"Nggak usah, Kak Andre. Urusan ini harus dirahasiakan sebisa mungkin. Ayahku ingin bertemu denganmu. Apa kamu punya waktu luang?"
"Kalau masalah ini bisa diselesaikan, kamu adalah orang yang paling berjasa bagi keluarga kami."
Evan berbicara dengan nada berterima kasih. Evan percaya bahwa Andre bisa membantu menyelesaikan masalah yang sedang Perusahaan Listrik Provinsi Damur hadapi.
Alasannya adalah Andre pernah melakukan banyak hal yang terkesan mustahil. Demi membuktikan kehebatan Andre, Evan rela melepaskan harga diri dan mengajak Bastian makan bersama.
Ketika Evan tahu Andre mendapatkan mesin litografi EUV dari pabrik terbengkalai dengan harga barang bekas, Evan ternganga.
Setelah Evan pulang, Evan menceritakan segala hal yang telah terjadi pada ayahnya, Amir.
__ADS_1
Amir sedang sangat cemas karena tidak bisa menemukan solusi masalah. Amir bersedia mencoba cara apa pun untuk menyelesaikan masalah ini. Setelah Amir mendengar apa yang Evan katakan, Amir memutuskan untuk menemui Andre.
Andre mengangguk setelah berpikir sejenak.
"Aku sedang berada di persimpangan Jalan Dorha sekarang. Kalau Pak Amir tertarik, boleh mengemudi ke sini. Kita akan mencari tempat yang lebih tenang dan mengobrol di sana."
Andre berkata demikian sambil membakar sate taichan.
Evan mengangguk dan berkata bahwa dia akan tiba dua puluh menit kemudian. Lalu, Evan mengakhiri panggilan.
Tidak sampai lima belas menit kemudian.
Di persimpangan Jalan Dorha, sebuah mobil Audi A8 dengan nomor pelat BD68888 diparkir di pinggir jalan.
Evan keluar dari mobil dan melihat ke sekeliling. Setelah Evan mengamati sekitar cukup lama, Evan hanya menemukan beberapa gerobak makanan. Salah satu gerobak makanan dikerumuni banyak orang, jadi Evan tidak bisa melihat orang di balik gerobak dengan jelas.
Evan mengeluarkan ponsel untuk menelepon Andre.
"Kak Andre, aku sudah sampai, kamu ada di mana?"
"Ada beberapa gerobak makanan di dekatku. Ada banyak orang yang mengelilingi gerobak Sate Taichan Andre ...."
Andre meletakkan sate taichan yang sedang dia panggang.
"Hari ini saya nggak akan berjualan lagi, saya mau keluar sebentar karena ada urusan."
"Pak Doni, tolong bantu jaga gerobakku, dibiarkan di sini saja...."
"Bagi yang ingin makan sate taichan, tolong datang lebih awal besok. Mohon maaf, semuanya."
Andre tidak sempat ganti baju. Jadi, Andre berjalan mendekati Evan sambil mengenakan baju yang penuh dengan noda minyak.
Evan sedang memegang ponsel. Dia melihat seorang pria berjalan mendekatinya dari gerobak Sate Taichan Andre.
Evan memperhatikan orang ini, lalu tertegun.
Pria yang bajunya penuh dengan noda minyak, berkeringat, kotor dan rambutnya acak-acakan ini adalah Andre?
"Pak Evan, maaf, aku sedang berjualan tadi. Aku nggak punya waktu untuk pulang ganti baju."
"Ayo cari suatu tempat, kita akan mengobrol sambil makan."
Andre berkata demikian. Evan tersentak, lalu mengangguk dengan kaku.
__ADS_1
"Ba... baik...."
"Ayahku sudah memesan tempat di Hotel Riverside, kita akan pergi ke sana sekarang....''