Kelahiran Kembali Sang Miliarder

Kelahiran Kembali Sang Miliarder
Bab 91


__ADS_3

Andre merasa agak tidak berdaya.


Ricky memelototi Andre. "Andre, kenapa kamu ada di sini?"


"Aku sudah kasih tahu kamu kemarin, jangan sok misterius dan selalu diam-diam melakukan hal yang nggak benar!"


"Kenapa kamu datang ke Perusahaan Listrik Provinsi Damur lagi?"


"Kamu datang satu kali, aku bisa menganggap hal ini sebagai kebetulan. Kalau kamu datang dua kali, ini nggak mungkin nggak sengaja, 'kan?"


"Andre, kamu benar-benar menjadi makin nggak tahu malu!"


"Yono, awasi dia baik-baik. Dia orang jahat, jangan biarkan dia masuk. Kalau sampai ada barang yang hilang nanti, malah kamu yang harus bertanggung jawab!"


Ricky memelototi Andre, lalu berbalik dan berjalan memasuki area bisnis dengan santai.


Andre melirik satpam tua yang ada di sampingnya sekilas. Orang ini memegang tongkat satpam di tangan kiri dan tongkat listrik di tangan kanan. Begitu Andre sembarangan bergerak, dia akan langsung menyetrum Andre dengan tongkat listrik. Kemudian, dia akan memukul kepala Andre dengan tongkat satpam!


Setelah diserang dengan dua tongkat ini, kalaupun Andre masih hidup, Andre kemungkinan akan gegar otak!


"Pak, aku benar-benar bukan orang jahat, jangan dengarkan ucapan ayahku, dia sembarangan bicara...."


"Aku benar-benar datang mencari Pak Amir karena ada urusan penting!"


Andre ingin menjelaskan, tetapi satpam bernama Yono ini malah tertawa dingin.


"Kamu nggak usah berbicara lagi. Aku kenal dengan


kamu!"


"Kamu adalah menantu Ricky yang hanya bisa menghamburkan uang, suka merokok, suka minum minuman keras, sering nggak pulang semalaman dan nggak berguna sama sekali, 'kan?"


"Kamu tampak licik. Dilihat dari wajahmu, aku sudah tahu kamu pasti bukan orang baik!"


"Aku kasih tahu kamu, kecuali aku mati di sini hari ini, kalau nggak kamu nggak akan bisa memasuki area bisnis!"


Yono terus menatap Andre tanpa menoleh. Yono sepertinya tidak akan bergerak sebelum Andre pergi. Menurut Yono, jika dia membiarkan pembuat onar seperti Andre masuk ke dalam area bisnis, dirinya harus bertanggung jawab kalau sampai ada barang yang hilang!


Selain itu, ucapan orang bernama Andre ini sama sekali tidak bisa dipercaya!


Andre bahkan mengatakan bahwa dia mau menemui Amir dan sudah membuat janji. Namun, Yono tahu siapa itu Andre. Pecundang ini adalah menantu Ricky. Dia mana mungkin kenal dengan Pak Amir?

__ADS_1


Andre mengumpat di dalam hati. Orang yang mau dia cari tidak muncul pada saat dia ingin menemui mereka!


Evan tidak mengangkat telepon. Selain itu, Andre juga tidak bisa menghubungi Amir.


Saat Andre sedang berdiri di luar pintu perusahaan, sebuah mobil Audi A8 perlahan mendekat. Andre melirik pelat mobil sekilas. BX 6888 AJ. Andre langsung merasa lega.


Untunglah masih ada harapan. Amir baru tiba di perusahaan. Andre kebetulan bisa bertemu dengan Amir.


Saat Andre hendak melambaikan tangan ke arah Amir, Yono yang berada di belakang Andre langsung menahan Andre.


"Pak Amir sudah datang, aku nggak akan membiarkanmu berdiri di depan pintu."


"Orang luar nggak boleh berada di dekat area bisnis. Aku kasih tahu kamu, aku sudah bekerja sebagai satpam Perusahaan Listrik Provinsi Damur selama 10 tahun!"


"Aku sudah mau pensiun. Aku nggak akan membiarkan bocah sepertimu membuatku terlibat dalam masalah!"


Yono mengerahkan seluruh tenaga untuk menahan Andre.


Andre melambaikan tangan ke arah mobil. "Pak Amir, Pak Amir!"


Akhirnya, mobil itu berhenti di depan Andre.


Amir menurunkan jendela mobil dan melihat ke arah luar. Setelah dia menyadari bahwa orang yang ada di luar adalah Andre, dia segera keluar dari mobil.


Amir mengerutkan kening.


Sebelum Andre berbicara, Yono, si satpam, buru-buru membungkukkan badan untuk memberi salam.


"Pak Amir, orang ini adalah menantu Ricky. Dia datang mengacau di sini. Dia nggak punya kartu pegawai, tapi mau masuk. Menurut saya, dia datang untuk mencuri!"


"Maaf karena telah mengganggu Anda, Pak Amir. Saya akan membawanya pergi sekarang juga!"


Tepat ketika Yono hendak beraksi.


Amir buru-buru menarik Andre dan memelototi Yono.


"Orang ini adalah tamu agung Perusahaan Listrik Provinsi Damur. Kamu mana boleh menyebutnya sebagai menantu Ricky? Kembalilah ke ruang satpam."


"Ayo, Andre, kalau ada urusan, mari bahas di dalam mobil."


Amir tahu Andre pasti datang ke sini karena ada masalah.

__ADS_1


Andre mengangguk, lalu masuk ke dalam mobil.


Yono menyaksikan Andre masuk ke dalam mobil. Lalu, mobil itu melaju pergi. Yono menelan ludah.


Gawat, Andre kepergok oleh Amir. Selain itu, Amir sengaja membawa Andre ke dalam perusahaan. Ini pasti bukan hal yang bagus!


Jangan-jangan Ricky akan terlibat dalam masalah ini!


Ricky sudah mau pensiun, jangan sampai Ricky kehilangan pekerjaan karena hal ini!


Yono tidak sempat menyimpan tongkat listrik. Dia segera berlari ke arah area bisnis sambil memegang tongkat listrik dan tongkat satpam.


Dia harus menemukan Ricky terlebih dahulu. Dia akan memberi tahu hal ini pada Ricky, jadi Ricky bisa punya persiapan mental!


Kalau Andre hanya bersikeras mau masuk ke dalam area bisnis, Yono hanya butuh menghajar dan mengusir Andre!


Namun, bagaimana kalau Andre menipu direktur, bicara sembarangan, dan mencuri? Tidak masalah kalau pecundang seperti Andre masuk penjara beberapa tahun!


Akan tetapi, kalau sampai Ricky terlibat dalam masalah ini dan kehilangan pekerjaan, ini adalah masalah besar!


Andre duduk di sofa. Amir menyuruh sekretarisnya menyeduh segelas teh untuk Andre.


"Pak Andre, kenapa kamu punya waktu luang untuk datang mencariku hari ini?"


"Sebelumnya, anakku bilang Pak Andre sangat sibuk. Aku dengar kamu sedang sibuk menjual sate taichan akhir-akhir ini?"


"Barang yang dijual anak muda seperti kalian benar-benar inovatif. Aku bahkan nggak pernah mendengar nama makanan ini...."


Amir juga bukan orang bodoh. Dia tidak bisa muncul terang-terangan untuk menghasilkan uang, tetapi bukankah dia masih memiliki seorang putra?


Dia bisa menyuruh Evan yang maju jika ada bisnis yang menguntungkan.


Andre tertawa pahit, dia tidak punya waktu untuk menjelaskan tentang apa itu sate taichan kepada Amir.


"Pak Amir, kali ini saya datang karena ingin bertanya kepada Anda. Bagaimana persiapan kontraknya? Kalau tidak ada masalah Perumahan Larumnas dan Perumahan Kiwona sudah dapat diganti atas nama saya."


Andre melihat ke arah Amir.


Awalnya dia ingin menyuruh Irwan untuk bertanggung jawab tentang hal itu. Namun, beberapa saat ini, Irwan sedang sibuk membantu Andre mengumpulkan daftar properti di luar Jalan Kumar.


Sekarang properti yang terjual di luar Jalan Kumar jumlahnya berkurang banyak.

__ADS_1


Bahkan, harganya telah naik hingga di atas 400 juta rupiah.


Amir hanya tersenyum, "Pak Andre kenapa tiba-tiba begitu terburu-buru? Dewan direksi kami telah membuat keputusan tentang masalah tersebut ketika rapat. Kami bisa menjual dua kompleks perumahan dan perumahan di Jalan Kumar sesuai dengan harga yang Pak Andre tawarkan."


__ADS_2