Kelahiran Kembali Sang Miliarder

Kelahiran Kembali Sang Miliarder
Bab 39


__ADS_3

Andre menganggukkan kepala, lalu mengeluarkan koran


dan meletakkannya di depan Jason.


Jason menghirup napas panjang.


Dia sangat mengerti soal Grup Internasional Jundra, menginvestasi gedung senilai 200 miliar. Saat itu sempat menyebabkan keributan, bahkan Jason sempat berniat membeli satu unit rumah di sana.


Tidak disangka, konstruksi berjalan tidak sampai setengah tahun dan baru dibangun beberapa tingkat. Ternyata mangkrak!


"Ini... apa benar gedungnya mangkrak?" Tanya Jason sambil mengernyitkan alis.


Andre menggelengkan kepala. "Rumor mangkrak itu palsu. Faktanya, telah terjadi masalah internal di Grup Internasional Jundra. Sekitar satu bulan, setelah Grup Internasional Jundra membaik, mereka akan mengirim orang untuk serah terima masalah pembangunan gedung ini. Tapi, tetap saja proyek yang buruk."


"Pak Jason kalau tertarik, boleh membeli satu unit rumah di sana. Kini rumor mangkrak telah tersebar luar. Para pelanggan yang sudah membeli rumah, takutnya akan menjual rumah mereka dengan harga murah. Sekarang bisa saja harganya 20 juta per unit. Tunggu sampai Grup Internasional Jundra mengirim orang baru, rumor akan reda dengan sendirinya dan harga rumah akan kembali normal."


Jelas Andre. Jason menganggukkan kepala, tetapi dia masih curiga akan informasi yang Andre katakan.


Jason sebagai manajer Antar Cepat malah tidak pernah mendengar tentang masalah ini. Bagaimana caranya Andre bisa tahu?


Namun, kalau memang benar, transaksi jual beli ini juga sangat menguntungkan....


Grup Internasional Jundra sebagai perusahaan properti terbesar di Kota Surawa, harga jual pembukaan propertinya bisa mencapai 8,6 juta rupiah per meter persegi. Setelah beberapa waktu promosi, harganya bisa mencapai 9 juta sampai 9,4 juta rupiah.


Seandainya membeli satu unit rumah seharga 20 juta, harga rata-ratanya sekitar 2 juta rupiah per meter persegi. Jadi, dalam sekejap mata bisa mendapat untung empat kali lipat!


Jason memang sedikit tergoda.....


Namun, detik berikutnya Jason baru menyadari, tujuannya dan Andre kemari bukan untuk membeli rumah!


Mereka datang untuk membeli pasir.


Mana ada pasir di lokasi konstruksi ini?


Apa jangan-jangan...

__ADS_1


pasir di lokasi konstruksi gedung Grup Internasional Jundra?


ini.....


Jason dalam seketika merasa sedikit sesak napas!


"Andre, apa benar-benar ada orang yang menjual bahan bangunan di Grup Internasional Jundra?"


Gigi Jason terasa ngilu, dia tidak menyangka bahwa harga pasir 20 ribu per kubik yang Andre maksud ternyata karena Andre berniat mengambil keuntungan dari Grup Internasional Jundra.


Namun, asal ada orang yang berani mulai membeli, takutnya harga pasir 20 ribu per kubik mungkin masih bisa dibeli!


Andre hanya tersenyum. "Kamu sebagai penanggung jawab proyek, kepala mandor di proyek, begitu mendengar Grup Internasional Jundra mau melepaskan proyek gedung yang mereka buka di Kota Surawa. Lalu, menarik investasinya, apa kamu nggak merasa gelisah?"


"Tapi, ada begitu banyak bahan bangunan. Mereka juga nggak berani menjual bahan bangunan secara terang-terangan kepada proyek bangunan lainnya. Sementara, proyek pembangunan gedung yang lain juga tidak berani menerima bahan bangunan mereka. Takutnya kelak Grup Internasional Jundra akan menyelidiki hal itu dan menyebabkan masalah lainnya."


"Jadi, hal ini memberikan kesempatan kepada kita. Melalui kita sebagai perantara, sekalipun semua orang tahu bahan bangunan ini milik Grup Internasional Jundra, mereka bisa pura-pura nggak tahu. Sementara Grup Internasional Jundra hanya bisa menelan kerugian ini dalam diam."


"Mengenai mereka yang akan mengejar tanggung jawab, itu sudah nggak ada hubungannya dengan kita lagi!"


Andre menjelaskan seluruh hubungan untung dan ruginya kepada Jason, sementara Jason hanya bisa menghirup napas panjang.


Tidak heran orang seperti Andre bisa menghasilkan banyak uang....


Arti kebebasan adalah tanpa larangan hukum. Banyak orang yang bicara seperti ini, tetapi berapa banyak orang yang benar-benar dapat melakukannya?


"Baik, aku akan segera menghubungi mobil pengangkut pasir. Nggak peduli sebanyak apa pun pasir yang ada di Grup Internasional Jundra, hari ini akan kita beli semua!"


"Aku nggak percaya, pasir seharga 60 ribu per kubik, pasti akan laku kalau dibawa ke proyek pembangunan mana pun!"


Jason mengeluarkan ponselnya, lalu mulai menelepon.


15 menit kemudian, mereka berdua sudah tiba di depan proyek pembangunan gedung Grup Internasional Jundra.


Sementara itu, di lokasi konstruksi ada banyak pekerja yang sedang berjalan-jalan santai. Tiga orang atau dual orang berkumpul dan membentuk beberapa kelompok. Mereka sudah lama berhenti bekerja.

__ADS_1


Pintu besar terbuka lebar, Jason mengendarai mobilnya masuk ke dalam lokasi.


Kemudian, Jason memarkir mobilnya di samping ruangan manajer dekat dengan ruangan baja berwarna. Andre turun dari mobil, Jason juga ikut di belakangnya. Mereka memang sudah datang, tetapi bagaimana rencana pembeliannya masih harus mengikuti instruksi Andre.


Andre mengetuk pintu ruangan manajer.


Pintu terbuka, seorang pria berperut buncit berjalan keluar.


Pria itu tampak kelelahan, dia pikir ada pekerja yang sedang mencarinya. Akan tetapi, dia melihat Andre dan Jason dengan tatapan yang sedikit bingung.


"Siapa kalian?"


Andre mengulurkan tangan, lalu menyodorkan sebungkus rokok kepada si pria. Andre sendiri juga menyalakan sebatang rokok.


"Bung, apa kabar? Kami dari lokasi konstruksi di sebelah. Kami dengar terjadi sesuatu kepada kalian di sini. Jadi, datang untuk melihat-lihat."


Pria paruh baya menghela napas panjang. Dia juga tidak curiga akan ucapan Andre. Daerah ini adalah lokasi pembangunan yang baru dibuka di Kota Surawa. Area sekeliling penuh dengan pembangunan gedung. Siapa yang tahu mereka datang dari lokasi yang mana?


"Ayo masuk dulu kalau ada perlu."


Andre memberi isyarat mata kepada Jason, lalu mereka berdua berjalan masuk.


Ruang Manajer hanya terdiri dari satu meja kerja dan satu set komputer, lalu di sampingnya tergantung helm pengaman. Selain itu, masih ada ranjang kecil untuk beristirahat dan tidak ada barang lainnya lagi.


"Siapa nama kalian berdua?"


Si manajer meletakkan rokok di atas meja. Kemudian, mengeluarkan sekotak rokok lain dari dalam laci meja dan mulai mengisap rokoknya.


"Aku dari Pabrik Pasir Timur. Namaku Andre, dia adalah saudaraku yang juga bekerja dalam bidang konstruksi. Kami baru datang dari daerah sekitar sini. Katanya, telah terjadi masalah dengan Grup Internasional Jundra?"


Andre duduk sambil merokok.


Manajer menghela napas panjang, lalu menyodorkan sebuah kartu nama kepada Andre.


"Namaku adalah Rudi Ananta. Aku hanya seorang manajer biasa. Manajer umum sudah kabur sejak lama. Sekarang hanya aku yang berkuasa di seluruh lokasi konstruksi. Maul bagaimana lagi, aku tidak boleh pergi. Seandainya aku pergi, aku juga nggak bisa kabur. Ada ratusan pekerja di lokasi konstruksi ini,"

__ADS_1


Jangan lupa untuk di like and gift ya guys


vote juga serta 🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2