
Ricky kembali ke kantor.
Pak Lorey yang kebetulan lewat berjalan masuk. Setelah dia melihat Ricky, dia langsung tertawa.
"Ricky, aku benar-benar nggak menyangka kamu menyembunyikan rahasia sebesar ini!"
"Kenapa nggak bilang dari awal kalau kamu kenal dengan direktur kita? Kamu bisa naik pangkat sejak dulu!"
"Aku kasih tahu kamu ya, setelah kamu naik pangkat dan menjadi manajer departemen logistik, jangan melupakan kita. Kamu harus mentraktir sahabat-sahabatmu!"
Pak Lorey berkata demikian. Nada bicaranya tidak terdengar angkuh seperti tadi lagi. Pak Lorey tersenyum dan terkesan akrab dengan Ricky.
Namun, dalam 10 tahun terakhir, Pak Lorey dan Ricky awalnya sama-sama adalah ketua tim. Kemudian, Pak Lorey perlahan naik pangkat dan menjadi manajer. Sejak Pak Lorey menjadi manajer, Ricky tahu betul bahwa Pak Lorey sering diam-diam mencelakainya!
Pak Lorey selalu mengaku bahwa dirinya berjasa. Selain itu, dia sering menjadikan bawahannya sebagai kambing hitam!
Setelah Ricky diangkat menjadi manajer departemen logistik sekarang, Pak Lorey langsung datang menjilat Ricky.
Ricky tersenyum. "Jangan bilang begitu. Pak Lorey, aku harus berterima kasih padamu karena kamu baik padaku selama ini. Setelah masa publisitas berlalu, aku pasti akan mentraktir kalian semua."
Ricky berbasa-basi sambil tersenyum dengan tidak tulus.
Ricky akan menjadi manajer departemen logistik. Pak Lorey juga adalah manajer.
Namun, semua orang tahu bahwa bekerja di departemen logistik bisa membawakan banyak keuntungan. Anggota departemen ini dapat memutuskan jumlah anggaran setiap bulan, apa saja barang yang dibeli, membeli barang semahal apa, serta tempat membeli barang.
Manajer departemen logistik adalah pemimpin departemen logistik!
Ketika perusahaan membeli meja baru, siapa yang tidak ingin ganti meja? Ketika perusahaan membeli komputer dan pendingin ruangan baru secara grosir, manajer departemen logistik boleh memutuskan kantor mana yang ganti komputer dan pendingin ruangan terlebih dahulu.
Tadi, Ricky masih sedang memikirkan apakah menantu yang Amir maksud adalah Andre.
Kini, Ricky tidak memikirkan hal ini lagi. Ricky berjalan dengan makin bersemangat. Dia tidak terlihat seperti orang yang berumur lima puluhan tahun. Pada sore hari, kabar bahwa Ricky naik pangkat telah tersebar di Perusahaan Listrik Provinsi Damur.
Dalam perjalanan pulang kerja, begitu Ricky keluar, entah ada berapa orang yang datang menghampiri Ricky dan menyapanya.
"Ricky, kamu sudah naik pangkat, kamu harus banyak membantu kami kelak!"
"Manajer Ricky, aku sudah bilang kamu pasti bisa naik pangkat. Lihatlah, apa yang aku katakan memang benar, 'kan?"
"Ricky, setelah kamu bekerja di departemen logistik, tolong bantu ganti meja kantor kami dulu!"
Biasanya Ricky memperlakukan rekan-rekan kerja di perusahaan dengan baik. Saat Ricky melihat orang-orang di sekelilingnya menyanjungnya, Ricky melambaikan tangan dan tersenyum pada semua orang.
"Sudah, sudah. Aku sudah berumur, tapi direktur masih percaya dengan kemampuanku. Aku pasti nggak akan membuat atasan kecewa."
"Kalian semua tenang saja. Aku akan bekerja di departemen logistik kelak. Kalau ada masalah apa pun, kalian boleh datang mencariku."
Ricky berkata demikian, lalu keluar dari area bisnis dan masuk ke dalam bus. Ricky tampak gembira dan bersemangat.
Setelah turun dari bus, Ricky kembali ke gerbang perumahan.
__ADS_1
Saat Ricky melihat beberapa pria tua yang sudah pensiun sedang main catur, Ricky berinisiatif untuk menyapa mereka.
"Johan, Donny, kalian sedang sibuk?"
Ricky berdiri dengan tegap.
Johan dan Donny melirik Ricky sekilas. Dua orang yang sedang memegang bidak catur ini terlihat agak kaget.
Biasanya Ricky tidak pernah berbicara dengan mereka.
Kenapa Ricky berubah sikap hari ini?
"Kami sedang main catur. Ada apa denganmu? Kamu terlihat sangat bersemangat."
Johan tersenyum.
Ricky berhenti berjalan dan meletakkan kedua tangannya di belakang punggung, lalu tersenyum.
"Nggak apa, aku mendapatkan pemberitahuan hari ini. Atasanku percaya dengan kemampuanku, jadi aku naik pangkat. Kira-kira bulan depan aku akan pergi bekerja di departemen logistik. Lihatlah, aku sudah berumur, tapi berhasil menjadi manajer departemen logistik!"
Saat Ricky berbicara, dia terdengar merendah. Namun, tingkah lakunya menunjukkan bahwa dia ingin pamer.
Johan dan Donny saling menatap satu sama lain. Mereka nyaris memutar bola mata.
"Kalau begitu, kamu harus bekerja keras. Kamu harus bekerja di Perusahaan Listrik Provinsi Damur sampai kamu berumur 80 tahun!"
"Aku rasa jangan-jangan mereka akan menyuruh kamu kerja lagi setelah kamu pensiun. Kamu harus menjaga kesehatan, jangan sampai mati muda!"
Mereka merasa kesal karena Ricky yang sudah tua bisa naik pangkat tiga tingkat. Ricky bahkan menjadi manajer departemen logistik sekarang.
Ini benar-benar tidak adil....
Saking jengkelnya, dua orang ini tidak mau main catur lagi. Mereka mengangkat kursi dan berjalan pulang.
Ricky terus berjalan ke arah rumah. Saat Ricky pulang, Linda yang pergi membeli sayur baru kembali.
Linda rugi 200 ribu karena kalah main kartu hari ini. Hal ini membuatnya sangat jengkel. Namun, Linda tidak merasa keberatan karena dia memiliki bunga Wenbrokes 1.
Saat Linda mau pulang, dia membeli satu kilogram daging iga.
Linda merasa dirinya pandai menikmati hidup dan mencari uang, tidak seperti Ricky yang tidak bisa apa-apa. Ricky sudah berumur, tetapi hanya bekerja sebagai ketua tim sampai sekarang.
Sepertinya Ricky tidak akan naik pangkat lagi sampai pensiun.
Menurut Linda, apa yang dikatakan oleh putri keduanya, Jenna, memang benar. Orang seperti Ricky tidak akan bisa sukses selamanya.
"Linda, aku mau kasih tahu kamu sebuah kabar baik."
Ricky duduk di sofa dan menyalakan televisi LCD.
Linda meletakkan sepiring apel di atas meja dan memutar bola mata.
__ADS_1
"Memangnya orang seperti kamu bisa punya kabar baik?"
"Apa musuhmu tiba-tiba mengalami pendarahan otak dan masuk ke rumah sakit?"
Ricky tertawa dan menyilangkan kakinya, lalu berkata, "Linda, pemikiranmu terlalu sederhana!"
"Keluarga kita akan menjadi orang kelas atas kelak. Kamu nggak boleh berbicara seperti ini lagi. Hal ini akan memengaruhi kekompakan antara para pegawai perusahaan."
"Jangan sampai kita terlihat seperti sedang memojokkan orang lain."
Ricky bersandar di sofa dan tampak sangat santai. Setelah Linda melihat tingkah laku Ricky, Linda benar-benar ingin melemparkan apel ke wajah Ricky.
"Ricky, kalau ada yang mau kamu katakan, cepat katakan. Kalau nggak ada, diamlah!"
Linda memelototi Ricky.
Ricky duduk tegak. "Hari ini, aku mendapatkan pemberitahuan dari atasan. Dia bilang aku sudah mau pensiun, sudah saatnya aku naik pangkat. Aku diangkat menjadi manajer departemen logistik Perusahaan Listrik Provinsi Damur."
Linda tertawa dingin setelah Ricky selesai berbicara.
"Ricky, apa kamu tertular oleh Andre sialan itu akhir-akhir ini?"
"Kamu? Kenapa kamu nggak becermin dulu?"
"Jadi manajer departemen logistik...."
"Aku rasa kamu lebih cocok bekerja menjadi satpam seperti Yono. Jangan datang menggangguku, aku harus pergi masak."
Linda berbalik dan pergi. Dia tidak ingin mendengar Ricky
omong kosong.
"Linda, apa kamu merasa aku sedang bercanda
denganmu?"
Ricky buru-buru beranjak berdiri dari sofa.
Linda merasa agak heran. Benar juga, Ricky tidak pernah bercanda tentang hal seperti ini. Mereka sudah menikah bertahun-tahun. Ricky jarang bercanda dengannya.
"Kamu nggak naik pangkat selama puluhan tahun, kenapa kamu tiba-tiba naik pangkat sekarang?"
"Kamu mendadak menceritakan hal seperti ini, aku bagaimana bisa percaya padamu?"
Linda mengerutkan kening.
Ricky menepuk paha. "Aku juga merasa heran karena hal ini. Kenapa aku mendadak punya seorang menantu yang muda dan berprestasi?"
"Direktur sengaja menyuruhku pergi menghadiri rapat dewan direksi hari ini. Dia memperkenalkanku pada para atasan...."
"Dia bilang aku punya menantu yang baik....'
__ADS_1
Ricky merasa sangat bingung. Setelah Ricky terus berpikir, Ricky tetap merasa menantu yang dimaksud seharusnya bukan Andre....