Kelahiran Kembali Sang Miliarder

Kelahiran Kembali Sang Miliarder
Bab 61


__ADS_3

Sesudah itu, Andre akan punya uang dan dapat melakukan banyak hal.


Kelak apa Andre akan sekali lagi masuk ke dalam bisnis properti, atau menjalankan bisnis lain. Semuanya harus direncanakan lagi. Andre kini bagai kupu-kupu, takutnya akan menyebabkan angin perubahan yang berisiko.


Begitu efek kupu-kupu terjadi, akan ada banyak hal yang berubah. Kemungkinan besar, kejadian di kehidupan yang lampau juga akan ikut berubah.


Memang kecenderungannya tidak akan mengubah hal besar, tetapi yang benar-benar dapat meraup untung adalah jalur kecil dalam sebuah pergerakan. Andre tahu betul, kini dia sedang bergulir dalam perjalanan sejarah. Dunia modern terus bergerak tanpa henti, tempat Andre bisa mencari untung hanya berada di area kecil.


Namun, untung saja beberapa area kecil itu sudah cukup bagi Andre untung banyak.


Andre tidak banyak bicara saat berjalan masuk ke Hotel Riverside. Satpam yang berada di depan pintu segera membungkuk hormat kepada Andre.


"Pak Andre, apa kabar. Pak Irwan telah menunggu Anda. Mari, silakan ikuti saya."


Selama setengah bulan belakangan, Irwan elah mengirimkan foto Andre kepada seluruh karyawan, pelayan, dan petinggi di Hotel Riverside.


Tujuannya sangat jelas, Irwan ingin mereka mengingat Andre. Selama Andre datang ke Hotel Riverside dan punya permintaan atau kebutuhan apa pun, mereka harus berusaha memenuhinya.


Bukannya Irwan ingin menyenangkan Andre, tetapi Andre tahu Irwan sedang membuka jalan bagi dirinya.


Seandainya kelak Martin kalah, maka Hotel Riverside akan menjadi milik Andre. Jadi, kelak Irwan harus hidup di bawah perintah Andre.


Bahkan, Andre juga penyelamat nyawa Irwan.


Andre duduk di sofa saat masuk ke kantor, lalu melirik Irwan dengan singkat.


Irwan bernapas panjang, lalu meletakkan informasi tentang perantara yang sudah dibereskannya ke depan Andre.


"Pak Andre, ini adalah seluruh agen perantara di Kota Surawa yang sudah aku hubungi. Ini adalah harga yang mereka tawarkan. Anda mau menunggu sampai relokasi atau langsung menjual seluruh rumah yang Anda miliki?"


Irwan melihat ke arah Andre.

__ADS_1


Andre mengambil daftar nama agen perantara, lalu mengernyitkan alisnya.


"Aku nggak akan melihatnya dengan saksama lagi. Cari saja Properti Trust. Beri kabar, kalau mau Jenna yang mengerjakan proyek ini. Menjual 150 unit rumah dalam waktu seminggu. Kalau mereka tidak sanggup menjualnya, boleh bagi dengan perusahaan lain. Aku hanya punya satu permintaan, setiap rumah harganya tidak boleh di bawah 1,2 miliar."


Andre bersandar di sofa, lalu melihat ke arah Irwan.


Irwan tampak sedikit tertegun, dia memang membereskan daftar nama agen properti. Namun, bukan berarti mau menjual seluruh rumah itu.


Sekalipun relokasi masih butuh waktu, pembangunan gedung juga butuh waktu, tetapi asal mau menunggu setahun atau dua tahun, cukup dari harga rumah dan ganti rugi kemungkinan besar bisa naik sepuluh kali lipat.


Namun, Andre malah memberitahunya agar menjual seluruh rumah itu .....


"Pak Andre, perumahan di Jalan Kumar benar-benar akan direlokasi. Pemerintah akan segera menurunkan perintah relokasi. Bagaimana kalau jual 100 unit rumah, lalu tinggalkan 50 unit rumah. Begitu relokasi dimulai, rumah baru harganya akan naik. Kita pasti akan untung besar juga. Waktunya saja yang lebih lama."


Irwan bicara panjang lebar untuk membujuk Andre.


Namun, Andre hanya menggelengkan kepala dan berkata, "Pak Irwan, Pak Martin menyuruhmu datang bukan untuk memberi saran padaku. Tapi, untuk menjalankan perintahku."


"Harganya tidak di bawah 1,2 miliar. Termasuk menandatangani kontrak dengan agen properti, kalau ada kerugian dalam penjualan rumah akan ditanggung oleh mereka sendiri."


Andre meletakkan berkas, lalu melihat ke arah Irwan.


Irwan tertegun untuk beberapa saat ....


Sekarang kondisi properti di Jalan Kumar sedang laris manis, penghuni lama telah mendapat berita tentang relokasi. Mereka tidak menjual rumah lagi, tetapi berharap begitu relokasi dan dapat kaya raya dalam semalam.


Mengenai orang seperti Andre, seharusnya sejak awal sudah menimbun rumah. Akibat harga yang mahal, makin tidak bersedia menjual rumahnya.


Begitu rumah Andre sebanyak 150 unit dijual terbuka, pasti akan memicu turunnya harga rumah. Namun, pada akhirnya, informasi Jalan Kumar yang akan direlokasi, keuntungan yang begitu besar. Orang lain pasti tidak akan melepaskannya. Jadi, asal Andre mau menjualnya, pasti akan ada yang membeli.


Bagaimanapun juga, 1,2 miliar, bagi Jalan Kumar yang akan direlokasi, harganya juga tidak terlalu mahal.

__ADS_1


Alasannya karena 1,2 miliar sudah diinvetasikan dan waktu balik modal yang terlalu lama. Makin lama waktunya, makin tinggi risikonya.


"Pak Andre, aku sudah tahu Irwan menghirup napas panjang dan memutuskan untuk mendengarkan perintah Andre.


Selama ini, Andre masih belum pernah melakukan kesalahan.


Andre hanya menganggukkan kepala dan berkata, "Baiklah, cuma masalah ini saja. Oh ya, kamu punya relasi yang luas. Apa kamu bisa bantu aku mencari orang .... 11


Andre melihat waktu, tiba-tiba dia teringat akan sesuatu.


Irwan mengangguk pelan. "Anda katakan ada masalah apa. Silakan perintahkan saja."


Andre berpikir sejenak.


"Tepat di Kota Surawa, kawasan selatan. Perumahan Wanega, ada orang yang namanya Jordan Zena. Setelah lulus kuliah, dia selalu tinggal di rumah dan jarang keluar. Dia masih punya seorang ibu dan sejak kecil mereka hanya tinggal berdua saja."


"Coba tolong cari tahu, bagaimana caranya agar aku bisa menghubungi Jordan?"


Andre selesai bicara, lalu Irwan hanya mengangguk. Irwan memang kurang tahu mengenai Perumahan Wanega ada orang ini atau tidak. Namun, bukan masalah jika menyuruh orang untuk mencari tahu.


Setelah melihat Irwan setuju, Andre berbalik dan keluar dari ruang kantor Irwan.


Dia memang tidak terbiasa tinggal di tempat formal semacam ini. Andre tiba-tiba teringat akan Jordan karena setelah relokasi Jalan Kumar terjadi hal besar di seluruh Provinsi Damur. Bahkan, bisa dikatakan hal yang memengaruhi seluruh Provinsi Damur!


Masalah ini bagi orang lain mungkin adalah hal yang buruk, tetapi hal ini menguntungkan bagi Andre!


Saat kehidupan yang lampau, Andre punya banyak bawahan ketika mulai berbisnis. Jordan adalah salah satunya. Semenjak lulus dari Universitas Maranata, Jordan terus tinggal di rumah.


Hal itu terus berlangsung hingga ibunya memaksa Jordan untuk bekerja. Setelah itu dia baru mencari lowongan kerja di bursa pekerja, lalu mencari sembarang perusahaan. Semenjak saat itu, Jorda ikut bekerja dengan Andre.


Jordan yang merupakan lulusan Universitas Maranata jurusan Ekonomi, dia bisa dianggap sebagai orang berbakat yang langka.

__ADS_1


Ada beberapa hal yang Andre kurang jelas. Namun, cukup dengan adanya Jordan si manajer investasi maka masalah besar dan kecil di perusahaan, entah itu mengenai akuisisi, pembelian, ataupun promosi sensasional, Jordan yang paling andal.


__ADS_2