Kelahiran Kembali Sang Miliarder

Kelahiran Kembali Sang Miliarder
Bab 95


__ADS_3

Di luar pintu ruang rapat.


Bagaimanapun, Ricky tidak pernah menghadapi masalah besar dalam hidupnya, juga tidak pernah melewati tantangan besar.


"Ricky, kenapa kamu berdiri di sini?"


Ricky berjalan mondar-mandir cukup lama. Meskipun Ricky mengatakan bahwa dia akan menerima konsekuensi apa pun, Ricky menjadi sangat takut setelah sampai di sini.....


Petugas kebersihan yang kebetulan lewat melirik Ricky sekilas. Ricky tertegun.


Suasana di dalam ruang rapat menjadi hening.


Amir beranjak dari tempatnya dan membuka pintu. Setelah dia melihat Ricky sedang berdiri di luar pintu, dia tersenyum dan menepuk bahu Ricky.


"Kak Ricky, kenapa kamu hanya berdiri di luar setelah sampai?"


"Cepat masuk. Ayo masuk dan duduk. Aku baru saja bercerita tentang kamu pada para anggota dewan direksi."


"Kamu sudah bekerja selama 40 tahun di Perusahaan Listrik Provinsi Damur. Kamu orang yang berjasa bagi Perusahaan Listrik Provinsi Damur."


"Tahun ini, pihak pemerintah Provinsi Damur akan memilih pegawai teladan. Kami memutuskan untuk mendaftarkan kamu. Bagaimana menurutmu?"


Amir membawa Ricky berjalan memasuki kantor.


Jantung Ricky berdebar kencang saat dia melihat orang-orang yang ada di dalam kantor. Semua orang yang sedang duduk di sini adalah atasan. Biasanya, Ricky hanya bisa bertemu dengan orang-orang ini saat rapat.


Ada atasan yang bertanggung jawab atas urusan keuangan, urusan personalia, urusan administrasi, urusan perubahan jabatan dan urusan pengawasan ....


Pada saat ini, mereka semua sedang duduk di sini dan menatap Ricky.


Tanpa Ricky sadari, dia menegakkan posturnya.


"Pak Amir, Anda terlalu memuji saya. Saya hanya melaksanakan kewajiban sebagai seorang pegawai."


Ricky berkata demikian.


Amir mengangguk. Selain itu, Amir adalah orang pertama yang bertepuk tangan.


"Semuanya, dengarkan apa yang Kak Ricky sampaikan. Dia katakan bahwa dia hanya melaksanakan kewajiban sebagai seorang pegawai. Bertindak seperti ini untuk satu hari adalah hal yang mudah, tapi bertindak seperti ini selama 40 tahun sangat sulit."


"Kak Ricky, aku dengar kamu sampai sekarang masih bekerja di lapangan sebagai petugas pemeliharaan?"


Amir memandang Ricky.


Ricky mengangguk, tetapi dia masih kurang paham apa maksud Amir.

__ADS_1


Ricky awalnya mengira Amir tersinggung gara-gara Andre, jadi dirinya ikut terlibat dalam masalah. Namun, Ricky tidak menyangka bahwa dia akan diperlakukan dengan begitu sopan setelah datang ke kantor ini. Perlakuan yang baik ini membuat Ricky merasa agak kaget.


"Pak Amir, saya memimpin satu tim sekarang. Saya enggak terlalu sibuk setiap hari."


Ricky berkata demikian.


Amir mengangguk dan berkata, "Heri dari departemen logistik baru pensiun akhir-akhir ini. Masih enggak ada orang yang menduduki jabatan manajer departemen logistik ...."


"Semuanya, aku rasa kita juga tidak perlu menunggu lagi, Kak Ricky adalah seorang kandidat yang baik."


"Dia adalah pegawai lama Perusahaan Listrik Provinsi Damur. Dia memenuhi seluruh syarat dan cukup berpengalaman. Selain itu, dia punya seorang menantu yang baik!"


Amir tersenyum setelah berkata demikian.


Para atasan yang merupakan anggota dewan direksi juga ikut tersenyum semua.


Memang tidak mudah untuk menemukan orang sehebat Andre. Mereka akan memisahkan Elektronik Damur dari perusahaan induk. Lalu, Elektronik Damur akan dijadikan sebagai perusahaan terdaftar!


Setelah itu, mereka akan mengikuti saran Andre dan memanfaatkan skandal untuk mempromosikan Elektronik Damur. Kemudian, jangankan menyelesaikan krisis, Perusahaan Listrik Provinsi Damur kemungkinan bisa menjadi makin sukses.


Orang yang paling berjasa adalah Amir. Namun, mereka adalah sebuah tim. Siapa yang tidak berjasa?


Perusahaan Listrik Provinsi Damur ibarat sebuah kapal, sementara mereka adalah penumpang kapal. Jika kapal ini tenggelam, mereka semua akan celaka. Namun, jika kapal ini masih bisa berlayar, mereka semua akan punya masa depan yang cemerlang!


Ricky tertegun.


Menantu yang Amir maksud pasti bukan Steven yang Ricky sukai.


Kalau begitu, berarti orang yang Amir maksud adalah Andre yang hanya bisa bermabuk-mabukan, main kartu, melakukan hal jahat, dan tidak berguna sama sekali?


"Pak Amir, kamu mungkin salah paham...."


"Menantuku...."


Sebelum Ricky bisa menyelesaikan apa yang ingin dia katakan, Amir memotong ucapan Ricky.


"Ricky, suruh menantumu sering datang ke Perusahaan Listrik Provinsi Damur kalau ada waktu. Terutama kamu sudah diangkat menjadi manajer departemen logistik sekarang, jangan menyembunyikan menantumu yang hebat itu."


"Perusahaan Listrik Provinsi Damur bisa terus berkembang berkat menantumu yang hebat!"


"Padahal dulu kamu sering bercerita di perusahaan bahwa suami putrimu nggak berguna. Kamu bilang menantumu hanya bisa bermabuk-mabukan dan main kartu."


"Rupanya kamu membohongi kami!"


"Tenang saja, kami nggak punya anak nggak akan merebut menantumu." perempuan, kami

__ADS_1


Setelah Amir bercanda, para atasan yang ada di dalam ruang rapat ikut tertawa.


Ricky masih sangat bingung sampai sekarang....


Ricky tidak tahu dirinya adalah siapa, ada di mana, dan sedang melakukan apa.


Ricky curiga dirinya mengidap penyakit Parkinson atau Alzheimer.


Apakah dirinya lupa ingatan?


Apakah Andre yang dibahas oleh orang-orang ini sama dengan Andre yang dia kenal?


Menantu pecundangnya sehebat ini?


"Sudah, Kak Ricky, kamu sudah boleh pergi. Kami masih mau rapat. Nggak lama kemudian, pengumuman kenaikan jabatan bahwa kamu diangkat menjadi manajer departemen logistik akan diedarkan. Setelah masa publisitas berlalu, kamu akan menjadi manajer departemen logistik Perusahaan Listrik Provinsi Damur."


"Setelah kamu menduduki jabatan yang baru, aku harap kamu tetap akan bekerja keras seperti sekarang. Selain itu, kamu harus terus berpegang pada prinsip Perusahaan Listrik Provinsi Damur."


"Kamu pasti akan menjadi salah satu pegawai teladan Provinsi Damur tahun ini!"


Ricky ternganga setelah mendengar ucapan Amir. Setelah cukup lama, Ricky tetap tidak bisa berkata-kata. Dia membelalakkan mata. Muncul kerutan di wajahnya. Ricky tetap tidak paham mengapa bisa terjadi hal yang begitu aneh.


Apakah dirinya benar-benar sehebat ini?


Ada lumayan banyak pegawai lama Perusahaan Listrik Provinsi Damur yang sama dengan Ricky. Mereka telah bekerja selama 40 tahun dan belum pensiun sekarang.


Jika Ricky bisa naik pangkat, dia seharusnya sudah naik pangkat sejak dulu.


Tidak butuh menunggu sampai sekarang....


Amir terus mengatakan bahwa Ricky memiliki seorang menantu yang baik!


Jangan-jangan, ini benar-benar berkat Andre?


Jangan-jangan dirinya salah paham pada Andre selama ini?


Apakah Andre benar-benar sehebat yang dikatakan oleh para atasan?


Ricky keluar dari ruang rapat dengan bingung. Amir tetap tersenyum. Hari ini, Andre dimarahi oleh Timmy di kantor.


Amir takut Andre akan tersinggung. Bagaimanapun, Andre datang untuk mengingatkannya dan menyuruhnya waspada akan risiko.


Berhubung ayah mertua Andre bekerja di Perusahaan Listrik Provinsi Damur, Amir memutuskan untuk berbaik hati dan menaikkan jabatan Ricky.


Bagaimanapun, Ricky sudah mau pensiun. Kalaupun Ricky diangkat menjadi manajer, Ricky hanya bisa bekerja selama beberapa tahun lagi.

__ADS_1


__ADS_2