
"Kamu seharusnya menyelidiki seluruh rekening yang berada di bawah perusahaan GW. Termasuk rekening perusahaan, rekening petinggi perusahaan, termasuk rekening keluarga, dan teman mereka. Selidiki seluruh transfer dana dan penarikan dana tunai."
"Semua uang itu, setiap dananya pasti di transfer ke negara perbatasan ...."
"Instrumen investasi yang mereka jual, termasuk Wenbrokes 1 dan Wenbrokes 2 telah berlangsung selama 1 tahun!"
"Setiap bulan 40 miliar, cukup dari jalur ini saja, minimal mereka telah mencuci uang sebanyak 400 miliar!"
"Tapi, kasus penipuan ini seharusnya bukan bagian dari Satreskrim...."
Andre meminum segelas air.
Tatapan Bastian agak kecewa. "Jujur saja, kasus Grup Wenbrokes memang bukan bagian kami, tapi setengah bulan yang lalu telah terjadi kasus pembunuhan di Grup Wenbrokes...."
"Kami menemukan orang yang menerima transfer sejumlah 40 miliar dari Dimas mati di rumahnya!"
"Kami juga menemukan uang sejumlah 6 miliar rupiah di rumahnya."
"Orang ini salah satu Wakil Presdir Grup Wenbrokes, namanya Sariel Yulianto!"
Andre meletakkan gelasnya sambil tertawa kecil.
"Kambing hitam saja ...."
Mana mungkin ada kejadian yang begitu kebetulan. Dana transfer Grup Wenbrokes baru diselidiki, lalu pihak Grup Wenbrokes langsung menyerahkan seorang kambing hitam.
"Tapi, nggak ada bukti...."
Bastian menghela napas panjang. Sekarang hal yang paling sulit dari kasus ini terhalang karena kurangnya barang bukti.
Memang GW mengarah kepada Grup Wenbrokes dan mereka juga tahu Grup Wenbrokes terlibat dalam kasus penipuan. Namun, pihak kepolisian tidak dapat menetapkan kesalahan Grup Wenbrokes karena kurangnya barang bukti yang mereka miliki.
Andre bersandar di kursi. Pada kehidupan yang lampau, Andre sendiri tidak ikut campur dalam kasus Grup Wenbrokes. Andre hanya tahu kasus ini berskala besar dan banyak orang yang menjadi korbannya.
"Sebelumnya kamu suruh aku tunggu 2 hari dan bilang kalau kamu akan memberikan solusi yang terbaik. Sekarang sudah 2 hari, Kak Andre, apa solusinya sudah ada? Cepat beri tahu aku."
Bastian tampak sangat tidak berdaya.
Seandainya tidak kehabisan akal, dia juga tidak mungkin mencari Andre.
Andre hanya tersenyum. "Solusiku hanya satu, membalas mereka dengan cara yang sama ketika mereka menipu uang orang lain!"
__ADS_1
"Bagaimana cara mereka menipu uang orang lain maka kita buat mereka mengeluarkan semua uang itu dengan cara yang sama!"
"Hari ini setelah pulang, kamu periksa lembaga keuangan ilegal di Kota Surawa dan seluruh area Provinsi Damur. Buat mereka merasa kesulitan mentransfer uang tersebut. Jauh lebih baik lagi kalau kalian bisa membekukan beberapa rekening mereka. Lalu, kalian dapat bekerja sama dengan polisi kejahatan siber untuk menyelidiki mereka hingga terjadi kekacauan dalam internal pihak mereka."
"Mereka pengecut dan tidak berani melawan secara terang-terangan. Risikonya terlalu besar bagi mereka. Jadi, mereka akan menghentikan segala transaksi hingga semua masalah berlalu, mereka baru akan melakukan transaksi lagi."
"Beberapa saat ini, dana milik Grup Wenbrokes yang akan ditransfer ke daerah perbatasan pasti akan tersimpan di dalam rekening mereka sendiri."
"Selama uang itu berada di dalam negeri pasti akan menemukan cara untuk membuat mereka mengeluarkannya ...."
"Kalian dapat menyiapkan sebuah jebakan, lalu mempermainkan mereka dengan cara yang sama. Kumpulkan beberapa perusahaan bisnis dengan pengaruh besar di sekitar Provinsi Damur, lalu minta orang membantu untuk investasi dengan keuntungan jauh lebih tinggi 20% dari Grup Wenbrokes. Sesudah penyitaan, kalian tinggal mengembalikan seluruh uang milik beberapa perusahaan itu."
"Sisanya, seluruh dana milik Grup Wenbrokes tinggal dibekukan."
Andre menyarankan cara kasarnya, tetapi akan ada banyak kesulitan dalam pelaksanaannya.
Namun, setidaknya cara itu adalah cara yang baik untuk membuat mereka mengeluarkan uangnya. Grup Wenbrokes menggunakan skema Ponzi maka mereka juga dapat menggunakan skema Ponzi dengan skala yang lebih besar untuk menangkap Grup Wenbrokes.
Akan tetapi, cara ini tetap memiliki risiko yang besar. Seandainya Grup Wenbrokes tidak teperdaya, takutnya
bukan hanya Grup Wenbrokes saja, tetapi dana yang dilepaskan oleh perusahaan lainnya untuk menipu Grup Wenbrokes bisa menghilang dengan mudah juga.
Semua harus melihat keputusan Bastian tentang bagaimana cara mengoperasikannya.
Bastian menganggukkan kepala.
"Kak Andre, beberapa waktu yang lalu katanya properti di Jalan Kumar akan segera direlokasi. Aku sudah menyuruh ayahku untuk membeli dua unit rumah di sana."
"Tapi, beberapa hari yang lalu, katanya pihak pemerintah daerah sudah membantah. Mereka bilang, soal relokasi hanya berita palsu, 'kan?"
"Terus diikuti dengan harga properti yang jatuh, malah lebih rendah dari harga sebelumnya."
Andre hanya tersenyum. "Tunggu sajalah."
"Jalan Kumar pasti akan direlokasi...."
Bastian menganggukkan kepala. Dia memang telah melakukan penyelidikan tertutup selama beberapa waktu ini, tetapi Bastian tetap mengetahui kabar tentang Jalan Kumar.
Namun, hal yang terpenting adalah kepercayaannya kepada Andre!
Andre berkata akan direlokasi, artinya pasti akan direlokasi. Seandainya bukan Andre, siapa yang akan memperhatikan posisi di Jalan Kumar.
__ADS_1
Sama seperti pertaruhan antara Andre dan Martin.
Semua orang meremehkan Andre, tetapi akhirnya kabar relokasi di Jalan Kumar mulai tersebar.
Harga properti dalam satu hari meningkat tiga kali lipat!
Andre menghasilkan uang sebesar 110 miliar. Banyak perusahaan di Kota Surawa belum tentu dapat menghasilkan uang sebanyak itu dalam 10 tahun.
Akhirnya mereka telah selesai makan.
Bastian telah kekenyangan, lalu Andre mengantarnya hingga naik ke mobil. Setelah itu, Andre menyalakan rokok dan melihat hari sudah larut. Dia pun segera pulang dan tidur.
Andre hanya berharap setelah kejahatan Grup Wenbrokes terbongkar, jangan sampai menyulitkan dirinya.
Jika tidak, hal itu akan sangat merepotkan ....
Sementara itu....
Cuaca sangat panas di bulan Juli.
Mentari cerah di pagi hari dan angin yang bertiup kecil.
Gedung Kembar Surawa.
Kantor pusat Grup Suhandi.
Martin mengambil koran yang pagi ini di beli oleh asistennya. Dia hendak membalik halaman dalam koran, tetapi berita utama di halaman depan langsung membuat tubuh Martin bergetar.
Dia langsung duduk dan membalik halaman koran.
Setelah melihat bolak-balik sebanyak 3 kali, Martin baru
yakin akan berita utama hari ini ....
Jalan Kumar, Jalan Armin, dan Jalan Weru, ketiga jalan di Kota Surawa, beserta 17 kompleks termasuk dalam rencana relokasi.
Sementara itu, kecuali 9 kompleks di sekitar Jalan Kumar, sisanya seperti Jalan Armin, Jalan Weru, Perumahan Larumnas, dan Perumahan Kiwona, semuanya termasuk dalam rencana relokasi.
Martin terkulai lemah di kursinya.
Matanya menerawang, lalu teringat pembicaraannya dengan Irwan di telepon kemarin. Rasanya seperti tamparan kuat yang memukul wajah Martin!
__ADS_1
Seseorang dalam seumur hidup dapat memenangkan satu pertaruhan adalah sebuah keberuntungan. Bagaimana jika orang itu telah memenangkan tiga pertaruhan?
Itu artinya bukan keberuntungan, melainkan kemampuan...