Kelahiran Kembali Sang Miliarder

Kelahiran Kembali Sang Miliarder
Bab 53


__ADS_3

Setelah Andre selesai mengumpulkan aset, jumlah uang yang bisa Andre dapatkan setiap hari akan meroket.


Andre terus merokok. Lalu, Andre mendengar suara langkah kaki dari sekitar. Feli berjalan dengan riang sambil makan lollipop. Feli terlihat gembira.


"Ibu, kita sudah mau sampai rumah. Feli tahu rumah kita ada di blok C, lantai delapan belas."


Andre dapat mendengar suara Feli.


Andre menarik napas dalam-dalam. Dia tidak berani menoleh.


Sebelum Jessy memaafkan Andre, Andre berusaha untuk tidak muncul di hadapan Jessy.


Menurut Andre, jika dirinya muncul di hadapan Jessy,


Jessy hanya akan makin tidak menyukai dirinya.


Andre hanya ingin melihat istri dan anaknya dari jauh. Andre ingin tahu apakah mereka baik-baik saja.


"Eh, Ibu, orang itu sangat mirip dengan Ayah...."


"Feli sepertinya pernah melihat baju yang dia pakai. Apa Ayah sudah pulang?"


Feli sangat bersemangat. Andre duduk di tempat yang sangat jauh dari Jessy dan Feli. Andre merokok di bawah. lampu jalan dan tidak berani menoleh.


Jessy menggunakan salah satu tangannya untuk memegang sayur, sementara tangannya yang satu lagi digunakan untuk menggandeng Feli.


Jessy memandang pria yang ada di bawah lampu jalan. Sosok punggung pria itu terasa sangat akrab. Jessy tidur seranjang dengan pria ini selama enam tahun. Jessy mana mungkin tidak mengenali pria itu?


"Feli salah lihat, ayahmu nggak ada di sini. Ayo naik bersama Ibu. Ibu akan membuatkan daging asam manis untukmu hari ini....'


Jessy mengajak Feli naik ke lantai atas.


Mata Andre memerah saat suara langkah kaki dari belakangnya terdengar makin jauh. Rokok Andre masih sisa setengah. Setelah rokok yang sedang Andre isap terbakar sampai habis, barulah Andre beranjak berdiri.


Andre hendak pergi. Namun, Jessy berdiri di belakang Andre entah sejak kapan.


Andre menyeka air mata.


"Maaf, Jessy, aku hanya terlalu rindu pada Feli...."


"A... aku hanya ingin datang melihatnya."

__ADS_1


Jessy memandang Andre tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


Andre menyeka tangan dan berkata, "Nggak ada urusan apa-apa, aku hanya mendengar bahwa kamu kembali tinggal di sini. Aku hanya duduk di bawah sebentar, aku akan pergi sekarang juga...."


Andre benar-benar tidak ingin memusnahkan rasa kasih sayang Jessy terhadap dirinya. Bagaimanapun, rasa kasih sayang itu pada dasarnya sudah hampir sirna.


Andre berbicara sambil berbalik. Andre mau pergi.


Jessy menghentikan Andre. "Andre...."


"Aku sibuk bekerja akhir-akhir ini. Kalau kamu punya waktu luang, tolong bantu aku jemput Feli pada hari Senin sampai Jumat, tapi kamu nggak boleh masuk ke dalam rumah...."


Andre menarik napas dalam-dalam dan memaksakan diri untuk menahan rasa semangat. Usahanya tidak sia-sia!


Asalkan sikap Jessy terhadap Andre menjadi sedikit lebih baik, Andre sudah merasa sangat gembira.


"Baik, aku akan menjemput Feli dari sekolah, kamu dapat bekerja dengan tenang."


Jessy mengerutkan kening. "Jangan langsung setuju dulu, aku masih punya permintaan lain."


Andre menatap Jessy. Tak peduli apa pun permintaan Jessy, bahkan jika Andre disuruh mendaki gunung es, mengarungi lautan api, atau mengambilkan bulan, Andre tetap akan setuju!


"Kamu jangan hanya berkeliaran setiap hari...."


"Kalaupun kamu nggak mau bekerja, kamu boleh berjualan kecil-kecilan. Itu tetap lebih baik daripada apa yang kamu lakukan sekarang...."


Jessy menarik napas dalam-dalam. Meskipun Jessy tidak tahu mengapa Hendi begitu menghormati Andre, Jessy tahu bahwa pengusaha seperti Hendi sangat egois. Mereka hanya menyanjung orang yang bisa membantu mereka. Namun, di saat orang itu mengalami kesulitan, tidak akan ada yang mau memedulikan orang itu.


Pengusaha seperti Hendi akan menganggap orang yang tidak bisa membantunya sebagai orang asing.


Hendi tidak bisa diandalkan....


Andre mengangguk dan berpikir, 'Aku hanya butuh mencari pekerjaan tetap atau berjualan kecil-kecilan. Jessy benar-benar baik padaku. Dia masih memedulikanku!'


"Baik, aku akan bekerja mulai besok. Aku akan berjualan. Aku pergi siap-siap dulu....


Andre berbicara sambil keluar dari Apartemen Citranur.


Saat Andre membeli rumah di Jalan Kumar, harga setiap rumah adalah empat ratus juta. Setelah satu hari berlalu, harga setiap rumah menjadi satu miliar dua ratus juta sekarang. Harga rumah naik tiga kali lipat!


Andre menginvestasikan enam puluh miliar. Sekarang, Andre punya seratus delapan puluh miliar!

__ADS_1


Namun, dibandingkan dengan kegembiraan yang dibawakan oleh seratus delapan puluh miliar ini, Andre merasa dirinya lebih gembira saat Jessy memperbolehkannya untuk menjemput Feli dari sekolah setiap hari!


Selain itu, yang lebih penting lagi adalah Jessy menyuruh dirinya mencari pekerjaan atau berjualan.


Bukankah ini menunjukkan bahwa Jessy masih peduli pada dirinya?


Menurut Andre, istrinya masih mencintainya!


Di luar Desain Selaras.


Andre tidak tidur semalaman. Andre mendorong gerobak kecil yang dia sewa pagi ini ke sini. Andre tiba pada jam istirahat makan siang perusahaan-perusahaan di sekitar. Lalu, Andre menggantung sebuah spanduk di depan gerobak makanannya.


Andre meminta seseorang mendesain spanduk ini semalam!


Sate Taichan Andre!


Sejak Jessy menyuruh Andre mencari pekerjaan tetap kemarin, Andre terus memikirkan hal ini. Menurut Andre, kondisi dirinya membuatnya tidak cocok bekerja di perusahaan.


Namun, Andre bisa berjualan kecil-kecilan.


Beberapa tahun kemudian, sate taichan akan menjadi sangat terkenal di Intrana. Sate yang dibakar tanpa bumbu kacang atau kecap ini akan dijual di mana-mana.


Akan tetapi, belum ada orang yang menjual sate taichan di Kota Surawa sekarang!


Modal untuk membuat satu tusuk sate taichan hanya empat ratus, tapi bisa dijual dengan harga empat ribu.


Inilah keuntungan memonopoli pasar. Orang yang merasa harga barang terlalu mahal boleh memilih untuk tidak membeli. Namun, orang itu tidak bisa mendapatkan barang ini dari tempat lain.


Andre bisa mendapatkan laba sejumlah tiga ribu enam ratus setiap menjual satu tusuk sate.


Andre menyiapkan dua ratus tusuk sate taichan sebelum mulai berjualan hari ini.


Andre tidak tahu apakah ada yang mau membeli makanan ini pada beberapa tahun lebih awal.


Cara membuat sate taichan sangat mudah. Pertama-tama, Andre butuh memotong daging ayam menjadi bentuk dadu.


Kemudian, rendam potongan daging ayam dalam bumbu seperti bawang putih, bawang merah, jeruk nipis, ketumbar, dan lain-lain.


Setelah itu, tusukkan potongan daging ayam ke tusuk sate. Lalu, oleskan saus dan bakar sate hingga matang. Sate taichan biasanya disajikan bersama sambal.


Sate taichan adalah salah satu makanan yang sederhana nan menggiurkan.

__ADS_1


Begitu pukul dua belas tiba, para pegawai Desain Selaras keluar dari perusahaan. Selain itu, ada banyak perusahaan lain di sekitar. Pegawai perusahaan-perusahaan ini juga keluar untuk makan.


__ADS_2