KELAM

KELAM
episode 10


__ADS_3

Hari ini buk Ani mengambil cuti karena ingin berkumpul bersama sang anak.melihat Amara yang menangis kemarin membuat buk Ani juga merasakan sakit,walau tidak tau apa yang terjadi pada sang anak.


sekarang buk Ani sedang dalam perjalanan pulang setelah dari pasar untuk membeli beberapa kebutuhan dapur dan juga beberapa bahan untuk membuat kue.


buk Ani tersenyum senang memikirkan raut wajah bahagia sang anak saat membuat kue,Amara sangat suka memasak kue tapi karena tidak memiliki bahan bahan membuatnya Amara hanya dapat memendam bakatnya itu.


drettt


tiba tiba handphone yang berada dalam tas bergetar dan langsung saja buk Ani mengambilnya.


"halo?"


ibu Ani melihat ke kiri dan ke kanan ingin melihat ada mobil atau motor karena ia ingin menyeberang jalan melihat tidak ada mobil buk Ani pun mulai berjalan.


"ib…ibu…hikss hikss ak…aku hamil."terdengar suara yang sangat ia kenal sedang menangis di sebrang sana.


ibu Ani terdiam.


hamil?? sungguh ia merasa tidak tuli atau memiliki masalah pendengaran tapi apa maksud semua ini.


tiba tiba tanpa buk Ani sadari sebuah mobil berwarna hitam melaju kencang dari arah kanannya.


dan ……


BRAKKK


tubuh buk Ani terpelanting setelah mendapat benturan dari mobil itu,buk Ani terpelanting sejauh 10 meter…


brakk


dan buk Ani kembali mendapat benturan dari tepi trotoar.

__ADS_1


belanjaan buk Ani berserakan di jalan dan handphone ibu Ani pun entah jatuh kemana membuat telepon pun terputus.


darah berceceran di sekitar tubuh buk Ani yang tergeletak tak berdaya.


sedangkan orang yang menabrak tadi langsung menghentikan mobilnya ,ia turun dan langsung berlari ke arah buk Ani.


"tolong saya membawa nya."kata laki laki itu dengan nafas yang memburu.


tak di pungkiri kalau mukanya sudah pucat ,ia telah melakukan kesalahan besar.


orang orang yang melihat kejadian itu pun langsung berbondong-bondong menolong pemuda itu membawa buk Ani ke dalam mobil.


setelah masuk pemuda itu pun melakukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat.


.


.


.


takut,cemas dan marah ia rasakan saat ini, sungguh ia benar benar merasa bersalah.


dia hampir membunuh seorang wanita paruh baya.


wajah pucat dan baju putihnya yang memiliki banyak bercak darah tak ia hiraukan lagi ,ia benar benar takut saat ini.


"please bertahanlah."kata pemuda itu.


.


.

__ADS_1


Amara berlari menyusuri lorong lorong rumah sakit bersama dengan putri.air matanya tak pernah henti untuk mengalir sedari tadi apalagi ketika mendapat telepon dari handphone sang ibu tapi orang lain yang berbicara.


sebuah kabar yang mengejutkan,menyakitkan dan membuat sepucuk harapan langsung hilang dari dalam diri Amara.


sesakit ini kah takdirnya.


"tolong bertahanlah ibu."itulah gumaman gumaman yang Amara ucapkan sambil terus berlari menuju UGD rumah sakit itu.


Amara tak mempedulikan rasa pusing di kepalanya yang ia pikirkan hanya sang ibu saat ini.


langkah kaki Amara terhenti tepat di depan ruang UGD,nafasnya naik turun karena sesak setelah berlari dan juga sesak karena melihat orang yang sudah menghancurkan hidupnya duduk di depan UGD sang ibu.


Amara berjalan dengan wajah merah pada mendekati pemuda itu.


srakk


Amara menarik kerah baju pemuda itu sehingga pemuda itu langsung berdiri.


Brukkkk


bukan tamparan tapi sebuah tinjuan mengenai wajah tampan pemuda tersebut.


.


.


.


bersambung


jangan lupa like and vote ya 😉😉

__ADS_1


salam hangat dari author 😘😘


__ADS_2