KELAM

KELAM
episode 11


__ADS_3

Setiap detik,menit pun terlewati tanpa tersadar sudah dua jam Amara duduk di depan ruangan yang bertulisan UGD yang sangat besar.


Amara duduk tak jauh dari Aram duduk.sebenarnya saat Amara ingin kembali meninju Aram lagi tangannya langsung di pegang oleh putri sehingga tidak jadi mengenai wajah tampan laki laki itu.


Amara hanya diam sambil menangkup wajahnya di kedua tangannya,ia sudah berhenti menangis sekitar tiga puluh menit yang lalu dan hanya sakit kepala yang ia rasakan.


sungguh ia tidak bisa mengontrol emosinya saat ini ,ia tidak dapat bertingkah tenang seperti biasanya.


lagi pun siapa yang akan tenang jika dalam kondisi seperti ini??


setelah lima jam menanti akhirnya dokter keluar dengan raut wajah tidak bisa dijelaskan.


dalam hati Amara terus merapalkan doa untuk kesehatan sang ibu.


"keluarga pasien?"tanya dokter itu.


"saya dokter."Amara langsung mendekati pemuda berjas putih itu .


"pasien sudah sadar tapi masih harus melakukan operasi di bagian kepalanya sebenarnya kami akan melakukan operasi tapi sebuah keajaiban datang sang pasien membuka matanya."kata dokter itu.


binar kebahagiaan terpancar di wajah Amara ,sepucuk harapan dapat Amara rasakan.


"jadi untuk itu kami menunda operasi sekitar lima belas menit karena pasien meminta untuk bicara pada kalian."kata dokter itu.

__ADS_1


sebenarnya ibu Ani mengatakan kalau ia ingin bertemu dengan keluarganya dan yang ibu Ani pikirkan hanya Amara keluarganya yang akan datang.


sedangkan pemikiran dokter kalau mereka yang ada di hadapannya ini adalah keluarga ibu Ani.


Tampa mempedulikan apapun Amara langsung masuk dalam ruangan itu,ia mencoba menghiraukan bau obat obatan yang membuatnya begitu mual.


air mata kembali mengalir dari mata Amara seolah ia memiliki mata air sendiri yang tak pernah habis.


di belakangnya tampak Aram yang juga masuk tapi tidak dengan putri karena putri pikir itu bukan urusannya ,itu merupakan privasi sahabatnya.


hancur sudah hati Amara melihat air mata yang jatuh dari pelupuk mata sang ibu dan juga melihat ekspresi kekecewaan yang tampak jelas di mata itu.


tak ada yang lebih menyakitkan dari ini.


"kenapa?"suara lirih sang ibu terdengar di telinga Amara.


Amara semakin menunduk ia tak mampu untuk menatap manik kekecewaan sang ibu,ibu yang selalu menatapnya dengan tatapan bangga kini menatapnya dengan tatapan penuh kekecewaan.


sedangkan Aram yang ada di belakang Amara pun merasa kasihan pada wanita itu, bagaimanapun ia lah yang salah disini dan ialah yang pantas di salahkan.


tatapan mata ibu Ani beralih kepada pemuda di belakang Amara.


Aram yang sadar akan tatapan itu pun mendekat .

__ADS_1


"saya yang menabrak ibu dan saya siap menanggung konsekuensinya."kata Aram dengan nada yang sungguh sungguh.


ibu Ani terdiam.


tak ada yang tau isi pikiran buk Ani sekarang apalagi ketika ia menatap Aram dalam.


"toโ€ฆtolong.โ€ฆ"ucapan buk Ani terputus karena sakit di kepalanya.


"tolong nikahi anak saya."kata buk Ani cepat dan ucapan itu dapat di dengar oleh dua orang yang ada di hadapannya.


"ibu ... Amara mohon jangan seperti ini."kata Amara pelan.


"**baiklah saya akan menikahi anak ibu."


.


.


.


bersambung


jangan lupa like and vote ya ๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰

__ADS_1


salam hangat dari author ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜**


__ADS_2