
Seperti biasa hari ini dimulai dengan angin segar dan kehangatan mentari yang selalu datang dari timur dan berakhir di barat,selalu berputar pada porosnya.
Itulah hidup kita pasti akan merasakan yang namanya kesakitan dan kesenangan,kedua hal itu tidak akan pernah terpisah.
kehangatan mentari menyapu lembut wajah Asa saat ia keluar dari mobilnya menghadirkan rasa damai dikala hatinya penuh kebimbangan.
sebuah hembusan nafas panjang terdengar dari Asa, kehidupan yang berlika liku membuat ia ingin berhenti mencari tau.tapi jika tidak ,maka ia akan selalu dalam kebencian yang tak berujung.
dengan langkah tegap ia berjalan menuju mobil berwarna kuning yang berhenti di depan gerbang sekolah.
warna kuning cerah yang tambah berkilau karena diterpa cahaya matahari ,membuat mobil itu menjadi sorotan.
langkah kakinya berhenti tepat di depan mobil itu.
pintu mobil itu terbuka menampilkan seorang gadis yang memakai seragam SMA yang nampak masih baru dengan rambut digerai dan sebuah bandana biru menambah kesan manis diwajahnya.
ia tersenyum menatap Asa hingga memperlihatkan kedua lesung pipinya yang sama dengan Asa,sama persis.
"pagi kak."sapanya dengan nada ceria sambil mendekati Asa.
Asa tidak menjawab ia terlalu kaku menjawab salam itu.
karna tak mendapat jawaban dari Asa membuat senyuman ceria itu mulai turun ,wajah itu meredup.
"pa…pagi."jawab Asa dengan kaku dan juga gagap.
hatinya tidak mengizinkan gadis manis itu cemberut, ia tidak rela.
__ADS_1
"Ada apa?"sebuah pertanyaan langsung terlempar dari mulut Amara saat ia keluar dari mobil.
Asa berpaling menatap Amara yang sudah berada di samping kirinya.
"aku ingin menanyakan suatu hal."jawab Asa menatap wanita didepannya yang tampil begitu manis, mungkin jika mereka berjalan berdua pasti dikira adik kakak.
"nanti ya, saat pulang kita bicara.saat ini lebih baik kalian ke kelas nanti terlambat."kata Amara lembut mengelus kepala Asa.
Mata Asa terpejam merasakan usapan itu,meresapi rasa yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya, dan itu sungguh menyenangkan.
Tanpa sadar ia tersenyum dan mengangguk.
setelah kesadarannya kembali ia pun meninggalkan Amara yang juga tersenyum melihat tingkah imut putranya itu.
"Ara pergi dulu ma."kata Ara dan Langsung memasuki gerbang sekolah.
.
.
.
"kamu tau kenapa orang lebih banyak menyukai mawar dari pada putri malu?"tanya Amara pada Aram yang duduk di hadapannya.
Asa yang tadi menatap Amara pun memalingkan wajahnya menatap tanaman yang ada diluar, keningnya berkerut mendengar pertanyaan Amara.
__ADS_1
tentu saja semua orang tau jawabannya, karna mawar lebih cantik.
"jika kamu berpikir mawar itu cantik maka kamu lupa kalau putri malu juga memiliki bunga yang tak kalah indah."kata Amara yang tau isi hati Asa.
"hati, semua disebabkan oleh hati.jika hati kamu mengatakan suka maka bagaimanapun keindahan yang ada di sampingnya kamu tidak akan melihat nya,karna hati kamu sudah memilih dia."kata Amara menatap Asa.
keduanya saling bertatapan menyelami rasa yang ada dihati masing masing.
"lihatlah putri malu itu, batang nya juga berduri seperti mawar dan ia memiliki bunga yang tak kalah cantiknya dari mawar dan ia juga memiliki akar yang kuat."
Asa kembali menatap kedua bunga itu, ia pun sedikit terkejut karena baru menyadari kalau bunga putri malu begitu cantik.
"dan sekarang otak kamu akan mengatakan kalau putri malu juga sama cantik dengan mawar."tebak Amara.
"Ada kala hatimu dan pikiran mu tidak berkerja sama,maka disitulah keraguan memenuhi diri ,ragu akan pilihan yang harus kita pilih antara keduanya."kata Amara.
"itu yang Mama rasakan Asa."kata Amara lembut menatap kedalam mata Asa.
"memilih antara pergi dengan penyesalan atau menetap dengan kesakitan."
.
.
.
bersambung
__ADS_1
salam hangat dari author 😘😘😘
Miss you ❤️