KELAM

KELAM
episode 36


__ADS_3

Tak ada cahaya matahari pagi ini, sang Surya benar benar bersembunyi dibalik awan hitam yang bergumpal siap melepaskan isinya.


pagi ini beda dengan pagi sebelumnya, hari ini Aram lah yang bangun lebih dulu.


Aram mengerjapkan matanya menyesuaikan dengan cahaya terang dari lampu kamar, Aram memang tidur dengan lampu hidup.


kening Aram berkerut ketika melihat wajah Amara yang pucat, ia langsung meletakkan tangan nya di kening Amara memeriksa suhu tubuh sang istri, dan benar saja suhu tubuh Amara begitu tinggi.


Aram langsung mengambil Handphone nya dan langsung menelpon dokter pribadinya untuk datang ke rumah.


Aram tidak akan membawa Amara ke rumah sakit, karena mulai hari ini ia akan melarang Amara untuk keluar dari rumah meski selangkah pun.



tangan Aram bergerak mengelus kepala Amara saat melihat Amara gelisah dalam tidurnya dan tangan nya yang satu lagi mengelus lembut perut buncit Amara, tempat sang buah hati berkembang.



sekitar lima belas menit kemudian barulah seorang wanita berjas putih datang dengan membawa sebuah tas hitam.



"tolong periksa dia."kata Aram menunjuk Amara. baik pakaian Aram maupun Amara tak ada yang berubah mereka masih memakai piyama semalam begitu pun dengan kasur yang masih acak acakan.


Dokter itu mengangguk dan mulai memeriksa Amara.


dokter itu sempat terdiam melihat kedua pipi Amara yang memerah dan ada yang sedikit kebiruan, tanpa memeriksa lagi dokter itu tau apa penyebab demam pasien nya ini.



tapi meskipun begitu dokter itu tetap melakukan hal biasa yang ia lakukan saat pemeriksaan.


__ADS_1


"emm…"dokter wanita itu agak ragu dalam berkata.



"katakan apa yang perlu dikatakan!!"kata Aram saat melihat itu.



"pasien demam tinggi dan janinnya sedikit terguncang tapi itu tidak apa apa setelah pasien meminum obat dan juga menjaga makan dan waktu istirahat nya."kata dokter itu.



"menurut analisa saya pasien mengalami stres dan juga depresi."dokter itu mengatakan dengan hati hati.



" dan itu benar benar memengaruhi tumbuh kembang janin yang ada dalam perutnya."sebenarnya dokter wanita ingin mengatakan agar tidak melakukan kekerasan pada pasien tapi ia tidak memiliki kata kata yang tepat dalam mengungkapkan nya.


"jaga kesehatan mentalnya."lanjut dokter tersebut.


Aram terdiam sebentar setelah beberapa saat ia pun mengangguk.


"ini resep obatnya dan saya sarankan agar pasien lebih banyak mengonsumsi buah buahan dan juga sayuran."kata dokter itu berdiri dan menyerahkan selembar kertas pada Aram.


"terimakasih saya akan mentransfer uang pada rekening anda."kata Aram.


dokter itu mengangguk dan sedikit menunduk kan kepalanya setelah itu barulah ia pergi dari hadapan Aram.


.


.


"Amara …Ara…bangun."Aram mengelus lembut rambut Amara membangunkan Amara dari tidurnya.

__ADS_1


tak berselang lama kelopak mata yang begitu indah itu pun terbuka dan hal yang pertama ia lihat adalah Aram yang memakai pakaian santai dan rambut yang sedikit basah.


"ayo bangun, kamu harus sarapan dulu."kata Aram lembut, suaranya benar benar berbeda dari semalam.



Amara tertegun sejenak sebelum akhirnya bangun dan berjalan menuju kamar mandi.



Setelah beberapa saat Amara pun kembali dengan wajah yang lebih segar, ia pun duduk di samping Aram yang masih duduk diatas kasur dengan nampan makanan di pangkuannya.


"ayo makan dulu."kata Aram mengambil sendok bubur dan berniat menyuapi Amara tapi terhenti ketika mendengar ucapan Amara.


"aku bisa sendiri."kata Amara tenang seperti biasanya, tak ada perbedaan dari raut wajahnya meskipun semalam mengalami hal yang begitu buruk.


dalam sekejap mata Aram berubah menjadi tajam, senyumannya tadi pun langsung hilang.


melihat hal itu Amara pun tak berkata lagi, ia hanya diam.


"setelah makan kamu harus minum obat agar cepat sembuh, aaaa…"Aram kembali tersenyum ia pun menyuapi Amara yang kembali patuh.


.


.


.


bersambung


jangan lupa like and vote ya 😉😉


salam hangat dari author 😘😘

__ADS_1


__ADS_2