KELAM

KELAM
episode 46


__ADS_3

"Kamu dimana mas Asa sakit aku nggak tau harus apa." kata Amara pada Aram lewat telepon.


"kenapa bisa sakit? ya udah aku pulang dulu, jangan cemas nanti kita bawa ke dokter." kata Aram menenangkan Amara.


"iya, cepat ya mas assalamualaikum."


"waalaikumussalam."jawab Aram dan setelah itu sambungan telepon itu pun terputus.


Amara menghela nafas panjang mencoba menenangkan dirinya, setelah itu ia pun menuju ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya agar lebih segar.


setelah itu ia kembali mendekati Asa yang sedang tidur, Amara mengecek suhu badan sang anak dan ternyata suhu badannya tak kunjung turun.


"Kita ke dokter ya sayang sama papa, Asa harus cepat sembuh karena Asa kan superhiro mama."setelah mengatakan itu Amara mencium ke dua pipi Asa.


.


.


"Ibu tenang saja demam pada bayi umur segini biasa terjadi dan ini sering disebabkan oleh bakteri dan kuman, oleh karena itu saya sarankan agar ibu dan bapak lebih menjaga kebersihan si kecil apalagi pada mainannya karena anak biasanya sering memasukkan mainan ke dalam mulutnya." ucap dokter dengan ramah.


"dan ini obatnya semoga adeknya cepat sembuh ya."lanjut dokter perempuan tersebut.


"Aminn, terima kasih dokter kalau begitu kami permisi dulu."kata Aram sambil bangkit diikuti Amara yang menggendong Asa.

__ADS_1


Kini bayi kecil itu tampak enteng walaupun wajahnya yang masih sayu tapi Amara cukup lega karena sang anak tidak menangis lagi.


"Kamu ingat kata dokter tadi kan, besok besok lebih perhatikan lagi kebersihan mainan Asa dan juga semua yang berkaitan dengan Asa."kata Aram lembut sambil mengelus kepala Amara.


Amara mendongak menatap Aram, ia tersenyum dan mengangguk.


"Maaf ya, tadi aku ada meeting jadi hp aku silent agar tidak menggangu."kata Aram lembut.


"iya, tadi aku cemas banget Asa nggak mau berhenti nangis dia terus manggil manggil kamu sedangkan kamu nggak jawab telepon aku, belum lagi badan Asa yang panas dan aku nggak bisa keluar." Amara mengeluarkan unek unek yang ada di hatinya.


"maafkan aku, mungkin Asa rindu sama aku karna biasanya aku selalu tidur sama dia kalau malam sedangkan malam kemarin aku nggak ada." Aram mengelus kepala Asa setelah itu ia menggendong Asa.


"Asa rindu sama papa ya? "kata Aram sambil mencium semua wajah anaknya terasa jelas di kulit Aram panas tubuh Asa.


Amara pun ikut tersenyum melihat pemandangan didepannya ini, ada perasaan lega dihatinya.



"cepat sembuh ya sayang." Aram mencium kening Asa setelah itu ia memberikan Asa kepada Amara lagi karena mereka sudah berada di parkiran.


.


.

__ADS_1


"udah tidur?" tanya Aram pada Amara, Aram menanyakan Asa yang sedang menyusu pada Amara.


Amara mengangguk.


Dengan perlahan Aram naik ke tempat tidur ia tidur menghadap ke Amara dan Ada berada di tengah tengah mereka.


"Besok besok kalau ada sesuatu yang terjadi kalau aku nggak bisa di telepon kamu telepon aja Sam aku pasti ada didekat dia dan nomor teleponnya udah aku simpan di hp kamu."kata Aram dengan suara yang kecil.


"Iya."


"Tapi untuk biarin kamu keluar dari rumah sendiri aku masih belum bisa, maaf ya."lanjut Aram.


.


.


.


bersambung


jangan lupa like dan vote ya


salam hangat dari author 😘 dan

__ADS_1


__ADS_2