KELAM

KELAM
episode 29


__ADS_3

Amara menatap dalam ke manik hitam sang anak.



"tak ada luka yang tidak meninggalkan bekas Asa,meski tidak di tubuh tapi akan selalu tersimpan di pikiran."kata Amara, ia kembali menatap ke luar jendela.


Asa menundukkan kepalanya, pikiran nya melayang ke cerita sang ayah kemarin.


"Bagi mama, cinta itu Kepercayaan dan itulah yang telah di hancurkan oleh ayahmu."pandangan Amara mulai rabun, air mata mulai mengalir di kedua pipinya.


"hari itu…


18 tahun yang lalu


Aku terus mengelus perutku dengan lembut selagi terus berjalan menuju arah taman.hari ini seperti biasanya aku mengantarkan makan siang untuk mas Aram.



mungkin bagi sebagian orang itu tampak biasa tapi bagiku ini luar biasa, perhatian perhatian yang ia berikan padaku sejak seminggu yang lalu benar benar membuatku serasa hidup kembali.


walau wajahku tampak datar tapi jujur dalam hatiku ada kupu kupu terbang saat ia tersenyum manis kearah ku.


tanpa aku sadari aku tersenyum memikirkan itu.



"Ara…" sayup sayup terdengar ada yang memanggilku.

__ADS_1


aku mengedarkan pandangan ke sekeliling ku, dan benar saja dari arah taman ada Putri yang melambai lambaikan tangan ke arahku.


kaki ku langsung bergegas mendekati nya ,entah sudah berapa lama aku tidak melihat sahabat ku itu.


saat sampai langsung saja ia memelukku dengan erat, kami berpelukan layaknya Teletubbies.


"put sesak."kataku yang merasa sesak karena eratnya pelukan itu.


"oh maaf maaf."katanya langsung melepaskan pelukannya.


Ia masih memakai baju sekolah dengan tas yang masih berada di punggungnya, mungkin baru pulang sekolah.


Ada rasa iri dalam hatiku melihat itu, aku yang seharusnya juga pergi sekolah, bermain bersama teman teman, malah jadi seperti ini.


"PUTRI ANJENG… ENGGAK ADA ORANG JUAL NASI PADANG DISINI."terdengar umpatan seseorang dari balik tubuh ku.



aku membalikkan badanku menatap ke arah orang yang berjalan dengan lunglai ke arah kami.


"aku udah lapar, tapi kamu malah ngerjain aku."katanya dengan cemberut.


"kan ada makanan yang lain kenapa harus nasi Padang sih."kata putri menggerutu kesal.


"kan aku pengennya itu bukan yang lain."kata laki laki itu masih dengan cemberut.


"terserah kamu ajalah."ada nada pasrah dalam kalimat itu.

__ADS_1


"eh ini siapa put."kata laki laki itu menatap ke arahku, mungkin ia baru menyadari kalau ada aku diantara mereka.


"oh ini Amara yang aku bilang itu, dan Amara kenalin ini Farid sepupu aku, dia pindah kesini karena orang tuanya pergi keluar negri untuk menemani berobat adeknya, dia tinggal sama aku."kata putri.


Farid nampak memperhatikan aku dengan seksama, lalu ia berkata


"tapi kok ini gendutnya kalau di foto tampak langsing, dan ini juga kenapa perutnya buncit kayak gini."kata Farid menunjuk ke arah perutku.


aku terkekeh geli melihat raut wajah polosnya yang menatap ke arah perutku.


"ck…jangan pedulikan dia Amara, dia itu bodoh."kata putri dengan dongkol.


"siapa yang kamu bilang bodoh hah!! aku ini pintar loh dapat juara 2 terus."katanya dengan bangga.


"dari belakang."ejek putri.


"yang itu nggak usah dibilang."katanya kembali cemberut.


.


.


.


bersambung


jangan lupa like and vote ya 😉😉

__ADS_1


salam hangat dari author 😘😘


__ADS_2