
flashback end
kembali ke masa sekarang.
Menerawang ke masa masa dulu seperti membuka lembaran lembaran kesakitan pada diri Aram.
mengingat kenangan kenangan yang entah harus dibilang bahagia atau sedih tapi yang jelas itu dapat membuat sesuatu dalam dirinya kembali hidup setelah beberapa lama dimatikan.
"terus kenapa Dia sampai meninggalkan papa?"tanya Asa menatap Aram yang membelakangi nya.
Aram menatap keluar jendela dengan pikiran yang masih tinggal dimasa masa yang baru ia ceritakan pada sang anak.
cerita yang tak berjudul tak berawal dan tak berakhir seperti kisah cinta lainnya.
"tak ada yang dapat disalahkan selain papa,dan takkan ada yang dapat mengerti sebesar apa rasa yang harus papa korbankan untuk melepaskan nya."setetes cairan bening mengalir di pipi Aram.
"mencintai bukan hal yang mudah apalagi tanpa adanya balasan,tapi jujur papa tak pernah menyerah."
"tapi saat itu, sungguh diluar batas diri papa sendiri .menyakiti hati yang harusnya dijaga."kata Aram dengan air mata yang berlomba lomba untuk keluar.
rasa bersalah setiap saat ia rasakan ,semakin ia mencoba menghilangkan semakin sakit pula dirinya dibuatnya.
Aram menghapus air matanya dan berbalik.Asa yang sejak tadi menatap punggung Aram pun tak tau jika sang ayah menangis.
"lalu apa yang terjadi?bukankah itu bagus untuk hubungan kalian ?kenapa sampai ada perpisahan setelahnya?apa yang papa lakukan?"kata Asa beruntun saat Aram duduk di kursinya.
"tanyakan pada ibumu dia yang akan melanjutkan kisah ini,jika kamu mendengar dari papa kau hanya akan melihat dari satu sudut pandang saja."kata Aram mengambil tas kerjanya.
__ADS_1
"ayo pulang hari sudah malam."ajak Aram pada sang putra.
Asa pun menatap keluar jendela dan benar saja ternyata langit sudah hitam dan matahari pun telah digantikan sang bulan.
"bukankah ibu sangat menyukai langit?"tanya Asa bangkit dan berjalan mengikuti Aram.
"ya! dia sangat menyukai langit."kata Aram dengan suara yang bergetar.
mendengar suara Aram yang berubah Asa pun terdiam,kini ia menyadari kalau cinta sang ayah benar benar sangat dalam pada Dia.
.
.
.
mama Rani tidak ada karena ia sudah meninggal dua tahun yang lalu karena kecelakaan.
Ting
Asa meneguk air minumnya ,setelah selesai ia pun menunggu Aram yang tampak masih santai memakan makanannya.
setelah beberapa menit barulah Aram selesai .
"ada apa boy?"kata Aram menatap sang anak ,tidak biasanya Asa menunggunya selesai sarapan.
"ada satu pertanyaan lagi yang masih mengganjal di hatiku."kata Asa mengeluarkan unek-uneknya.
__ADS_1
"katakanlah!"
"setelah sekian lama ,kenapa papa tidak mencarinya?aku rasa ia tidak akan jauh jauh pergi dari sini dan juga itu bukanlah hal yang sulit untuk papa."tanya Asa.
Aram hanya tersenyum mendengar itu,ia mengambil tasnya dan langsung berjalan meninggalkan Asa.
Asa mengeram tak terima,kenapa ia ditinggal padahal sudah lama lama ia menunggu sang papa selesai makan.
"papa..."panggil Ada kesal.
Aram hanya terkekeh melihat sang anak , dia memiliki sifat yang mirip seperti Amara.
"kau akan tau dari dia."kata Aram melanjutkan langkahnya meninggalkan Asa yang menatap kepergiannya dengan bingung.
semuanya sangat sulit dimengerti.
.
.
.
bersambung
jangan lupa like and vote ya 😉😉
salam hangat dari author 😘😘
__ADS_1