KELAM

KELAM
episode 45


__ADS_3

Tangisan bayi terdengar jelas di rumah nan mewah itu, Amara berusaha untuk menghentikan tangisan putranya dengan menggendong keliling rumah.



Tapi setelah setengah jam mengelilingi rumah bayi berumur lima bulan itu tetap menangis di gendongan ibunya.



Amara hampir menangis saat ini, bagaimana tidak wajah Asa bahkan memerah karena menangis.



Perasaan risau, sedih dan takut bercampur aduk dalam hati Amara.


"jangan nangis lagi sayang, mama disini jangan nangis lagi."kata Amara masih terus menimang Asa.


Amara sudah mencoba menyusuinya tapi tidak juga mau, bayi Asa masih tetap menangis.



"oak oak hik hik."tangisan bayi itu sedikit mengecil tapi masih terisak Isak. Tangan mungilnya memeluk leher Amara.



"hiks pa hiks hiks pa." Baby Asa masih terisak sambil memeluk Amara


"papa masih kerja ya sayang, nanti papa pasti pulang."kata Amara lembut mengusap kepala anaknya.


Mungkin karena kelelahan baby Asa tertidur di gendongan Amara, karena melihat Asa tertidur Amara pun berjalan ke kamarnya untuk meletakan Asa di tempat tidurnya.



setelah memastikan anaknya nyaman dan aman barulah Amara turun untuk menanti Aram pulang.

__ADS_1


Sebenarnya Amara tak tau apakah Aram akan pulang pagi ini atau mungkin sore tapi ia tetap menunggu Aram di ruang keluarga.


Saat jam menunjukkan pukul 9 pagi barulah terdengar suara mobil Aram dan Amara langsung berjalan mendekati pintu.


Tapi saat ia membuka pintu bukan Aram yang dia dapati tapi asisten Aram lah yang datang yaitu Sam.


Amara melirik ke pintu mobil bagian belakang menunggu apakah pintu itu akan terbuka tapi nyatanya sudah lima menit pintu itu tak juga terbuka.



"Tuan Aram tidak pulang nyonya."kata Sam yang menebak pikiran Amara.



"kenapa?"



"Ada perkejaan yang tidak bisa di tunda tuan dan oleh karena itu saya di suruh untuk mengantar baju kotornya ke rumah."kata Sam sambil menyodorkan sebuah paper bag kepada Amara.


Lama Amara menatap paper bag yang Sam sodorkan dan akhirnya ia pun mengambilnya, Amara menatap ke tepat di mata Sam lalu ia tersenyum, tersenyum sangat manis bahkan menampakkan lesung pipinya.


kegelisahan di hati Sam semakin meningkat saat melihat senyuman Amara.


"saya permisi dulu nyonya."kata Sam sungguh ia sudah tak nyaman lagi berdiri di hadapan Amara.



setelah sedikit membungkukkan badannya barulah ia pergi, sedangkan Amara hanya menatap kepergian Sam.


.


.

__ADS_1


.


Badan baby Asa tiba tiba menjadi panas saat siang hari, ia kembali menangis seperti pagi tadi.



Amara tak kuasa menahan tangisnya, bagaimana tidak anaknya sakit sedangkan ia keluar rumah tidak boleh walaupun ia bersikeras keluar rumah ia pun tak bisa karena satpam dirumahnya sudah di larang keras membukakan pintu rumahnya.



Tadi sudah ia coba untuk memohon pada satpam dirumahnya tapi satpam itu malah menyuruh untuk mengabari Aram dulu.



Ia sudah berpuluh kali menghubungi Aram tapi suaminya itu tak juga mengangkat teleponnya.


Air matanya terus menetes sambil terus menimang Asa, sedangkan bayi mungil itu masih terus menangis.


"udah nangisnya ya sayang, nanti badan adek tambah panas."kata Amara mengelus punggung Asa.


entahlah tapi hati Amara benar benar diombang ambing hari ini.


.


.


.


bersambung


jangan lupa untuk like dan vote ya


salam hangat dari author 😘

__ADS_1


__ADS_2