KELAM

KELAM
episode 57


__ADS_3

sudah tiga hari Amara di kamar itu dan haru demi hari dia jalani dengan penuh air mata dan juga mental yang makin lama makin hancur.


Hari ini Amara mulai bangkit, pagi pagi ia mandi dan memakai pakaian yang bagus yang ada di lemari kecil yang ada di dalam kamar itu.


Ia mencoba memperbaiki diri agar hari ini dan mulai hari ini ia bisa lebih tabah dan kuat.


Tapi setelah ia selesai menyisir rambutnya, ia kembali merasa hampa karena tidak tau apa yang akan ia lakukan lagi.


Sungguh ia sangat rindu dengan Asa, sudah tiga hari ia tak bertemu dengan buah hatinya itu dan rasanya rindunya tak lagi bisa terbendung.


kembali Amara duduk di dekat jendela dan menatap halaman luar rumahnya yang tampak seperti biasa.


ceklek


Amara membuang nafas lelah saat mendengar pintu berbunyi tapi ia tetap dalam posisi duduknya masih menatap ke luar jendela.


tak


terdengar suara nampan yang diletakkan di samping Amara dan barulah Amara menoleh ke arah Aram yang tersenyum manis kearahnya.


"Kamu sangat manis pagi ini."kata Aram mencium kening Amara.


"bisakah aku keluar dari kamar ini."kata Amara pelan menatap jauh ke dalam mata Aram.


"tidak sayang, masa hukuman mu masih ada empat hari lagi."kata Aram mengelus rambut basah Amara.

__ADS_1


Amara kembali diam saat mendengar penolakan itu, jujur dalam dirinya ia ingin memberontak tapi di sisi lain ia juga tau kalau itu adalah hal yang sia sia.


"ayo makan." dan seperti biasa Aram akan menyuapi Amara makan sampai selesai.


setelah makan selesai Aram tak langsung pergi ia duduk di hadapan Amara menatap Amara lama.


tangan Aram mengelus pipi yang dulunya cuby sekarang sudah mulai hilang dan juga lingkaran hitam di mata Amara yang jelas terlihat.


ia merasa sedih tapi di lain sisi ia tak ingin mengeluarkan Amara dari ruangan ini karena menurutnya saat Amara di kamar ini ia menjadi begitu patuh dan itulah yang Aram sukai.


"jika kamu patuh aku akan mengeluarkan kamu dari dalam kamar ini."kata Aram pelan tetap mengelus wajah Amara.


cup


Amara menutup matanya saat bibir Aram mengenai keningnya, perasaan campur aduk ia rasakan saat ini.


Kadang ia ingin mengutuk dirinya sendiri karena masih saja mencintai lelaki kejam di hadapannya ini.


"aku akan terus mencintai mu."kata Aram.


kening mereka menyatu dengan mata yang saling menutup, hembusan nafas yang menerpa satu sama lain.


Aram mengelus kepala Amara terakhir kalinya dan barulah ia pergi dari kamar itu tak lupa membawa nampan tadi dan meninggalkan sebotol air minum.


.

__ADS_1


.


.


Tak terasa malam pun datang dan biasanya Aram akan datang untuk menyuapi Amara makan.


Tapi hari yang sudah semakin malam dan Aram tak kunjung datang, Amara merasa sesuatu yang ganjal dalam hatinya.


walau biasanya ia merasa tidak nyaman saat Aram memasuki kamar itu tapi hari ini ia merasa ada yang kurang saat Aram tak datang.


"Apa yang terjadi dengannya? mengapa dia tak datang?" pertanyaan yang keluar dari dalam mulut Amara menguar di udara tanpa ada jawaban.


Perasaan Amara semakin tidak enak saat sebuah mobil yang tidak Amara tau memasuki halaman rumah.


.


.


bersambung


jangan lupa like dan vote ya


salam hangat dari author 😘


see you next time

__ADS_1


__ADS_2