KELAM

KELAM
episode 62


__ADS_3

"Kamu siap?"tanya Amara pada Ara yang tampak gugup disampingnya.


"Santai saja kamu udah lamakan ingin ketemu papa dan sekarang mau ketemu malah wajah kamu tegang kayak gitu."kata Amara mencubit pipi chubby Ara.


"Ara takut ma, jujur walaupun mama sudah ceritakan semuanya ke Ara tapi Ara tak memungkiri kalau sebagian hati Ara merasa kecewa pada papa."kata Ara menatap gerbang rumah Aram.


"Tak apa, kita tidak bisa memaksakan hati untuk tidak kecewa tapi seiring waktu jika Ara ikhlas maka rasa kecewa itu lambat laun hilang."


Ara tersenyum menatap Amara.


"Tunggu dulu biar mama minta satpamnya membuka gerbang."kata amara keluar dari mobil dan mendekati pos satpam.


tak lama pintu gerbang pun terbuka dan langsung saja Amara menjalankan mobil memasuki pekarangan rumah yang sudah lama sekali tidak dia lihat.


Amara menghentikan mobilnya di depan pintu rumah dan sudah ada Aram dan juga Asa yang berdiri menanti mereka.


"Ayok."Amara membuka pintu mobil dibarengi dengan Ara dipintu sampingnya.


Amara mengangkat wajahnya dan langsung saja tatapannya bertemu dengan manik coklat yang dulu sangat ia cintai.


Tatapan Aram beralih ke arah seorang gadis yang keluar dari pintu sebelahnya, lama Aram menatap gadis itu ada perasaan campur aduk saat ia menatap gadis berwajah cuby itu.


Saat menatap gadis itu Aram seperti melihat Amara ketika pertama kali berjumpa.


"Mama…"panggil Asa berjalan mendekati Amara dan memeluknya.

__ADS_1


Amara membalas pelukan Asa. Aram tersenyum melihat itu.


"Ayo masuk."kata Aram mempersilahkan dan dibalas anggukan oleh Amara sambil tersenyum.


Amara menggandeng tangan kedua anaknya dan masuk kedalam rumah yang penuh dengan kenangan.


.


.


.


"Sudah lama sekali ya."ucap Aram menatap Amara yang duduk berhadapan dengannya.


Saat ini Amara duduk bersebelahan dengan Ara dan Aram yang berada di hadapan Amara bersebelahan dengan Asa.


"Maafkan aku, jujur aku tak tau lagi ingin berkata apa kesalahan yang aku buat mungkin tidak bisa terhitung lagi tapi meskipun begitu aku akan selalu meminta maaf padamu."kata Aram tulus.


Amara memperbaiki posisinya duduknya menyadari percakapan mulai serius.


"Aku sudah memaafkan mu mas, dan tak ada guna lagi mengingat ngingat masa lalu biarkan mereka menjadi kenangan."


"Tapi masih ada satu pertanyaan yang masih melekat diotakku."lanjut Amara.


"Apa?"

__ADS_1


"Alasan kenapa kamu mengurungku dan tidak memperbolehkan aku keluar, aku rasa itu tidak hanya karena kecemburuanmu."


Aram menghembuskan nafas panjang sebelum mulai berbicara.


"Sebenarnya aku mempunyai seorang adik tapi dia sudah tiada, pasti kamu berpikir kenapa tidak ada foto dia satu pun dirumah ini, sebab ia tiada karena kecerobohanku."


"Namanya Kiara dan dia memiliki keterbatasan mental." suara Aram mulai berat sungguh ia sangat sulit untuk menceritakan luka yang ditanggungnya sejak berumur 15 tahun.


"Dia meninggal karena ditabrak mobil dan saat itu aku berada tepat di sebrang jalan itu, Ak…aku…"


"Tidak usah dilanjutkan itu hanya akan membuka luka lama."kata Amara menyela.


"Ah kamu benar, kadang aku merasa aku ini cengeng sekali." kata Aram menghapus air matanya.


"oh iya, siapa gadis manis disamping kamu itu?"


"Tidakkah Asa memberitahu mu kemarin?"tanya amara balik.


semuanya menatap kearah Asa meminta jawaban, sedangkan yang ditatap hanya cengengesan dan menggaruk kepalanya.


.


.


.

__ADS_1


bersambung


salam hangat dari author 😘


__ADS_2