KELAM

KELAM
episode 49


__ADS_3

Setiap hari tampak indah bagi Amara dengan senyuman yang selalu terpasang apik di wajahnya melalui dengan gelak tawa keluarga kecilnya.



Seperti saat ini saja contohnya, sekarang mereka sedang berada di taman belakang rumah, duduk beralaskan dengan tikar menatap keindahan langit pagi ini.



Hari ini weekend dan seperti biasa Aram akan menghabiskan waktunya bersama dengan keluarga kecilnya.



Asa duduk di pangkuan Aram dengan sesekali mengoceh sedangkan Amara duduk di hadapan mereka sesekali menyuapi Asa dengan pisang yang ia haluskan.



Sejak umur Asa menginjak enam bulan Amara sudah melatih sang anak untuk makan dan tentu saja itu adalah makanan bayi.


"Aaaaa dulu sayang."


Pintarnya Asa juga membuka mulutnya dan langsung saja Amara menyuapi Asa.



"Anak papa pintar banget udah bisa mam pisang." kata Aram sambil mengecup puncak kepala sang anak.


"iyalah papa Asa kan udah besar." kata Amara dengan suara seperti anak kecil dan mengangkat tangan Asa.


"Dia gemesin banget sama kayak kamu." kata Aram mencubit pipi Amara.


__ADS_1


"gimana kalau sore nanti kita jalan jalan mas, Asa nggak pernah keluar rumah."kata Amara pelan.


Jujur saja dia yang sangat ingin keluar dari rumah karena Aram tak pernah memperbolehkannya keluar rumah.


Sejak kejadian dia kafe waktu itu Aram tidak lagi memperbolehkan Amara keluar sendiri apapun alasannya, dan itu juga ia perintahkan pada satpam rumahnya agar menutup gerbang saat Amara mau pergi.


Awal awalnya Amara tak mempermasalahkannya tapi makin kesini ia semakin merasa seperti burung dalam sangkar, dapat melihat dunia luar tapi tidak bisa merasakannya.


Aram menatap Amara lama, Amara pikir ia akan memperhitungkan untuk membawa Amara keluar tapi bahkan tidak sampai lima detik sudah gelengan yang Amara dapatkan.


Kecewa tentu saja Amara rasakan tapi bagaimanapun mungkin Aram masih takut hal seperti setahun yang lalu terulang dan Aram hanya bersikap posesif kepadanya.


Amara tetap mencoba untuk berfikir positif.


"ya tidak apa apa mungkin lain kali aja kita keluarnya ya sayang."kata Amara tersenyum kepada Asa.


Aram tau Amara sangat ingin keluar tapi apa boleh buat diluaran sana pasti banyak bahaya yang mengincar Amara.



Amara tersenyum pada Aram sampai memperlihatkan dua lesung pipinya dan ia mengangguk.



Setelah itu mereka tetap menjalani liburan mereka dengan bahagia walaupun dirumah saja.


.


.


Hari ini adalah hari Senin dan seperti biasa hari ini adalah hari yang sangat sibuk bagi seorang Aram.

__ADS_1


"jaga diri dan Asa ya aku mungkin pulang lambat karena ada urusan di luar kota dan ingat pesan aku jangan keluar rumah."kata Aram serius.


Amara tak langsung menjawab tapi ia menatap dalam mata Aram dan ia mengangguk lemah.


"aku pergi dulu."



cup cup cup


Aram mencium kening Amara dan kedua pipi Asa yang berada di gendongan Amara setelah itu barulah ia pergi.


Amara menatap punggung itu sampai hilang dari balik pintu, Amara menutup matanya sebentar menenangkan hatinya yang selalu gelisah sejak bangun tidur tadi.



Sebagian diri Amara ingin menghentikan kepergian Aram tapi ia tidak punya alasan untuk itu.


.


.


.


Bersambung


jangan lupa like dan vote ya


Yang ingin tahu alasan pisahnya apa, besok dimulai masalahnya ya.


salam hangat dari author 😘

__ADS_1


__ADS_2